How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
46


__ADS_3

"Kenapa kamu malah mikir gitu sih? Yura kan udah lama pergi dari kehidupan Jevano, ini kesempatan kamu tau gak" Ucap Lia berusaha meyakinkan temannya.


"Siapa yang tahu? Mereka udah lama juga pacaran, Jevano sampai sekarang juga gak pernah pacaran sama yang lain setelah putus dari Yura. Dan kamu tahu sendiri kan Lia, kalo mereka putus dengan. cara gak baik dan sepihak," Jelas Rina.


"Kamu mikir gini juga gak si? Kalo Jevano itu masih berharap sama Yura buat balik lagi ke dia?" Tanya Rina.


"Terus? Maksud kamu, kamu mau nyerah sama perasaan kamu gitu?" Tanya Lia membuat Kita menganggukkan kepalanya.


"Aku mau jujur ke Jevano gimana perasaan aku hari ini ke dia, biar lega. Udah cukup aku nyia-nyian orang yang selalu ada buat aku di saat aku sedih sama senang. Iya kan?" Tanya Rina.


"Naufal maksud kamu?" Tanya Lia.


"Iya, Naufal udah baik banget ke aku" Jawab Rina yakin.


"Tapi kamu tahu sendiri kan kalau Naufal masih kontak-kontakan sama Aurel? Aku dengar mereka dekat lagi tuh, kamu yakin? Secepat itu perasaan kamu berubah dari Jevano ke temannya Jevano?" Tanya Lia.


"Aku gak peduli," Ucap Rina hendak langsung meninggalkan temannya itu.


"Eh mau kemana? Kamu serius hari ini Rin??" Tanya Lia menahan tangan Rina yang hendak menghampiri Jevano di meja belajarnya.


"Iya, aku harus biar lega" Ucap Rina melepaskan tangan Lia yang menahannya secara paksa, dan menghampiri Jevano.


Lia pun hanya dapat melihatnya, tidak bisa berbuat apapun itu adalah keputusan Rina pikirnya.


"Hai Fal, Jev" Sapa Rina pada keduanya.


"Oh hai?" Sapa Naufal balik.


"Kenapa Rin?" Tanya Jevano.


Rina pun melihat pada Naufal sekilas, hingga membuat pita itu hendak bangkit dari duduknya. Namun Rina menahannya, "Gak usah Fal. Vano boleh minta waktunya di luar sebentar gak? Ada yang mau aku sampaikan," Ucap Rian sembari bertanya.


"Penting?" Tanya Jevano.

__ADS_1


"I..iya, penting. Cuma sebentar kok, 5 menit" Ucap Rina.


"Ya udah ayo," Ajak Jevano datar karena sedang berada di mood yang tidak baik, pikirannya sejak tadi malam hanya tertuju pada Carisa.


Lantas Rina pun membawa Jevano ke tempat yang lebih sepi, yaitu rooftop sekolah yang tak jauh dari kelas mereka.


"Langsung aja Rin," Ujar Jevano saat dirinya sudah sampai di rooftop.


"Aku suka sama kamu Jev," Ucap Rina frontal membuat Jevano yang awalnya tidak menatap Rina, malah kini jadi menatap gadis itu terkejut.


Walaupun Jevano tahu mengenai fakta kalau Rina memang menyukainya, hanya saja ini di luar ekspektasi Jevano. Karena gadis itu, dengan sendirinya mengatakan bagaimana perasaannya pada Jevano.


Jevano pun binggung harus merespon apa, sangat banyak hal yang sedang berkecamuk di pikirannya soal Carisa.


Rina pun menundukkan kepalanya malu, "Diam kamu artinya kamu gak suka sama aku. Aku harap, kamu jangan terbebani ya No? Aku ungkapin ini cuma karena supaya aku lega aja, aku udah ikhlas, aku udah lepas, aku udah gak mau suka sama kamu lagi, aku juga udah capek."


"Makasih untuk segalanya, maaf kali buat kamu jadi binggung. Kamu jangan tanya kenapa aku bisa bilang aku suka sama kamu, jangan tanya juga kenapa aku bisa suka sama kamu. Sampai disini aja," Ucap Rina langsung meninggalkan Jevano yang masih terdiam kaku.


"Malu banget!" Batin Rina meneteskan air matanya.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Jevano pun menggelengkan kepalanya pelan, "Aku binggung Fal, aku harus gimana?" Tanya Jevano menopang kepalanya tertunduk, menutup matanya dan meletakkan kedua tangannya di depan wajah.


"Binggung? Binggung kenapa?" Tanya Naufal yang berusaha memancing Jevano untuk mengatakan sesuatu padanya.


"Oi Vano!" Teriak Haris yang baru saja kembali dari ruang OSIS bersama Reno.


Jevano dan Naufal pun menoleh pada sumber suara, "Kenapa?" Tanya Jevano saat Haris dan Reno sudah di depannya.


Heh jujur! Ngapain kalian di hotel?" Tanya Haris berbisik kecil pelan.


"Hah? Aku..." Ucap Jevano mengantung.

__ADS_1


"Aku apa? Sama siapa?" Tanya Reno.


"Tapi jaga mulut ya? Terutama kamu Ris!" Tunjuk Jevano pada Haris.


"Aku tidur sama Carisa, dan itu masih di alam sadar aku. Carisa ngeberontak dan nangis tapi aku maksa buat ngelakuin itu sama dia," Ucap Jevano berbisik dan merutuki dirinya sendiri.


"Apa?! Kamu serius?!" Teriak Haris heboh hingga beberapa perhatian tertuju pada mereka.


"Mulut Ris!" Peringat Naufal.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Sudah 1 Minggu lamanya Carisa tidak masuk ke sekolah, dan hari ini adalah hari Sabtu. Jevano juga sudah mencoba untuk menghubungi Carisa, namun Carisa enggan menjawabnya. Orang tua Jevano juga binggung dengan anaknya, yang menjadi pendiam dadakan dan tidak bersikap seperti biasanya.


Begitupun juga dengan orang tua Carisa, yang binggung atas alasan apa yang membuat Carisa tidak mau pergi ke sekolah 1 Minggu terakhir ini. Namun Carisa sudah berjanji kepada orang tuanya, untuk pergi ke sekolah pada Senin.


Tiara dan Ayu juga beberapa waktu yang lalu menyempatkan waktu untuk bertemu, dan keduanya binggung kepada anak-anak mereka yang bertingkah laku tidak jauh beda.


Hingga Tiara dan Ayu, berpikiran kalau Carisa dan Jevano mungkin sedang bertengkar karena suatu hal.


Tiara juga menceritakan soal kejadian di hotel dengan Ayu, hingga Jevano mengatakan kalau mereka ketiduran didana dan pulang jam 3 pagi.


Tiara sejujurnya sedikit merasa aneh dengan pernyataan Jevano beberapa waktu yang lalu, namun Taira berusaha untuk mempercayai anak semata wayangnya itu.


Begitupun juga dengan Ayu, Ayu juga sempat sepemikiran dengan Tiara. Namun Ayu tidak menemukan hal-hal aneh pada Carisa, hingga memilih untuk berpikiran positif juga seperti Tiara.


"Ca lagi berbatang ya sama Jevano?" Tanya Ayu menghampiri Carisa yang sedang fokus dengan film yang sedang di tontonnya.


1 Minggu terkahir ini, Carisa menghabiskan waktunya untuk malas-malasan, tidur, dan menonton film kesukaannya. Namun, ketika kedua orang tuanya sedang tidak di rumah Carisa akan melamun lalu menangis di kamar mandi.


"Engga kok Ma," Jawab Carisa.


"Ada Jevano di bawah, dia bawa coklat sama bunga. Mau kamu aja yang turun ke bawah? Tau Jevano nya aja yang Mama suruh ke kamar?" Tanya Ayu

__ADS_1


"Ngapain sih dia kemari? Carisa gak ada suruh tuh dia bawa-bawa kayak gitu, Carisa malas ketemu orang. Lagi gak pengen ketemu sama siapa-siapa Ma," Jawab Carisa kesal dengan dahi yang menggerut.


__ADS_2