
"Gak juga tahu sih Pak, mungkin? Mama juga gak ada bilang, tapi ini ada buktinya" Ucap Carisa berpura-pura.
"Ya udah deh Non, semoga ya Non. Bapak doakan yang terbaik untuk ibu, biar Non ada temennya" Jawab satpam itu.
"Iya Pak, saya masuk dulu ya Pak" Pamit Carisa lalu berjalan cepat untuk masuk ke dalam kamarnya.
Carisa nurutin dirinya sendiri, karena bertindak ceroboh. Sekarang Carisa di geluti dengan perasaan yang takut, bagaimana nanti kalau satpam itu mengatakan sesuatu hal abg menyangkut test pack? Siapa pun pasti sudah berpikiran, kalau itu sudah pasti untuk mengecek hamil atau tidaknya seseorang.
Nyatanya Mama Carisa sama sekali tidak hamil, "Duh semoga Pak satpam gak nanya aneh-aneh deh sama Mama" Gumam Carisa takut.
Carisa pun langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya, dan tidak lupa untuk mengunci pintu kamarnya dan membuka paket itu dengan tergesa-gesa.
Setelah paket itu terbuka, Carisa pun mengambil salah satunya dan berlari ke kamar mandi dan mengecek apakah dia hamil atau tidak dengan menggunakan test pack itu.
Dengan penuh harap, Carisa mengharapkan kalau dirinya tidak akan hamil.Tangan Carisa bergemetaran saat memegang alat itu, saat melihat dari hasil test pack itu dengan dua garis positif.
Carisa pun menggeleng-gelengkan kepalanya, "Gak ini gak mungkin. Aku gak boleh hamil, aku gak mungkin hamil. Itu pertama kalinya aku ngelakuin itu," Gumam Carisa menatap test pack itu tak percaya.
Carisa pun keluar dari kamar mandi, dan mengambil beberapa test pack untuk di tesnya berkali-kali. Dan Carisa beranggapan kalau Tess pack yang di belinya itu eror, dan penuh harap kalau dirinya tidak ahmil.
Namun apalah daya hingga test pack yang ke 10 kali pun, test pack itu tetap menunjukkan garis dua pada benda yang sangat dibencinya itu.
"Hiks... gak... gak mau..." Udah Carisa merosot kan badannya di kamar mandi dan menangis segugukan.
"Kamu gak boleh hadir di perut aku! Kamu harus mati!" Idak Carisa memukul perutnya kasar.
"Besok aku harus ke dokter kandungan, aku harus aborsi anak ini secepatnya. Aku gak mau mimpi aku sia-sia gitu aja," Gumam Carisa terisak.
Tok tok tok
Carisa pun langsung menatap pintu kamar mandinya, saat dirinya mendengar ketukan pada pintu kamarnya karena terkejut.
Carisa pun bergegas bangun dan tergesa-gesa untuk menyimpan beberapa tespack yang sudah di gunakan ya, dan juga menyimpan sisa test pack itu adal di bawah bantalnya agar tidak ketahuan.
"Non? Non Carisa?" Panggil Bibi asisten rumah Carisa.
__ADS_1
"Ya Bi! Sebentar!" Sahut Carisa berteriak dan menghapus air matanya dan tidak lupa untuk mencuci mukanya dahulu.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, baru membuka pintu kamarnya.
Ceklek
"Kenapa Bi?" Tanya Carisa membuka pintunya lebar, agar asisten rumah tangganya itu tidak curiga padanya.
Non nanti malam mau makan apa? Biar saya masakan," Tanya Bibi itu yang hendak pulang.
"Tidak ada Bi, nanti Carisa go food aja" Jawab Carisa.
"Ah begitukah? Kalau gitu Bibi pamit pulang dulu ya Non, gak papa kan Non Bibi tinggal?" Tanya Bibi itu memastikan.
Carisa pun menganggukkan kepalanya cepat, "Iya Bi gak papa kok. Hati-hati di jalan ya," Ucap Carisa.
"A...ahh terima kasih Non Carisa, kalau begitu saya pamit ya" Pamit Bibi itu langsung pergi meninggalkan lantai kamar Carisa dan segera pulang.
Lagi dan lagi, Carisa pun menghela nafasnya kasar dan kembali menutup pintu kamarnya. Tidak lupa untuk mengunci kamarnya, takut kalau ada yang menerobos kamarnya.
Setelah Carisa memutuskan tempat yang tepat untuk membunyikan testpack pun itu, Carisa pun merasa lega walaupun terbesit rasa ketakutan dalam benak dirinya.Carisa berusaha untuk tidak khawatir, dan selalu mengatakan pada dirinya kalau semuanya akan baik-baik saja.
Carisa pun langsung membaringkan dirinya dengan meringkuk dan memejamkan matanya.
Sepulang sekolah Carisa langsung pulang ke rumahnya, di antar oleh Leon. Lalu Carisa langsung bergegas membersihkan dirinya, untuk segera bergegas ke rumah sakit untuk memeriksa soal benar atau tidak tentang kehamilannya.
"Pak saya pergi keluar sebentar ya, mau belanja keperluan bulanan saya" Ucap Carisa bohong dan pamit.
"Loh? Gak sama supir Non perginya?" Tanya Satpam itu binggung, Karana Carisa kalau pergi kemana-mana pasti selalu dengan Jevano, atau tidak ya pasti dengan supir pribadi yang ada di rumahnya.
Namun kali ini tidak, Carisa memilih aman dan pergi sendiri dengan ojek yang dipesannya secara online.
"Engga Pak, nanti di jemput sama teman di depan komplek" Jawab Carisa.
"Oh gitu bareng Den Vano ya Non?" Tanya Satpam itu memastikan, membuat Carisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sama Leon, yang ngantar saya kesini tadi. Dia nanti nyusul, saya naik ojek" Ucap Carisa membuat Satpam itu mengangguk-angguk kepalanya.
"Ya udah deh Non, itu kayaknya ojeknya udah datang" Sahut Satpam itu melihat ojek motor yang baru saja tiba dan menuju rumah Carisa.
"Dengan Mbak Carisa?" Tanya pengendara ojek itu membuat Carisa menganggukkan kepalanya.
"Ya saya sendiri," Jawab Carisa.
Lantas pengendara ojek itu pun memberikan helmnya pada Carisa, setelah Carisa memasangkan helm di kepalanya. Carisa pun langsung menaiki sepeda motor itu, dan berpamitan pada satpam yang menjaga rumahnya.
"Hati-hati ya Non! Pak!" Teriak satpam itu saat pengendara ojek itu dan Carisa mulai meninggalkan kediaman keluarga Leonarka.
Di rumah sakit.
"Makasih ya Pak," Ucap Carisa turun dari motornya dan memberikan helm itu pada ojek dan membayar ongkosnya.
Carisa pun masuk ke dalam rumah sakit itu, dan menanyakan kepada seorang perawat yang berlalu lintas disana.
"Maaf permisi Mbak," Ucap Carisa sopan.
"Ya ada apa Mbak?" Tanya perawat itu.
"Mbak dokter kandungan dimana ya?" Tanya Carisa.
"Dokter kandungan, O... oh itu kamu lurus aja nanti belok kanan, terus lurus aja nanti ada simpang belom kiri aja. Di depan pintu kantin rumah sakit," Jelas Dokter itu membuat Carisa menganggukkan kepalanya mengerti.
"Makasih Mbak," Pamit Carisa sopan lalu pergi, berjalan sesuai dengan rute yang di berikan oleh perawat yang di tanyainnya tadi.
Setelah mengikuti arahan rute yang di berikan perawat tadi, Carisa pun dengan cepat untuk menemukan ruangan itu di depan kantin. Dan terdapat di atasnya, pamplet yang terbaca dengan 'Dokter Kandungan'.
Carisa pun masuk ke dalam ruangan itu, dan langsung bertemu dengan resepsionis dan beberapa ibu-ibu serta suaminya yang mungkin sedang mengecek kehamilan ataupun keperluan lainnya.
"Eh itu bukannya Carisa ya?" Tanya Reno saat melihat Carisa berdiri di depan pintu.
"Mana sih?" Tanya Gadis namun Reno tidak menghiraukan Haris, dan bangkit dari duduknya dan hendak menyusul Carisa.
__ADS_1
"Eh mau kemana?" Tanya Haris heboh yang belum menghabiskan makan siangnya.