
Tasya pun langsung terduduk di lantai, saat mendapati bibirnya yang berdarah.Sedikit? tidak! Lumayan banyak, Carisa sendiri saja kaget.
"Rasain!" Tambah Carisa. "Makanya punya mulut tuh di jaga! Biar gak di cabik-cabik sama orang! Ngeselin banget pagi-pagi," Ucap Carisa menarik rambut Tasya kesal.
"Bangsat!" Umpat Tasya lalu kembali bangkit dan mencakar wajah Carisa.
"Arghh..." Ucap Carisa kesakitan saat mendapati luka cakaran di pipi chabinya.
"Hihhh!" Kesal Carisa lagi-lagi menarik rambut Tasya, namun dengan cepat Jevano menahan tangan Carisa dan Reno menarik Tasya untuk memisahkan keduanya.
"Astaga! Kalian berdua ini ya! Pagi-pagi udah ribut aja, Jevano Reno bawa mereka berdua ke ruangan ibu" Ucap guru BK sambil memegang penggaris panjang yang biasa digunakannya untuk memukul siswa yang terlambat dan nakal.
"Duh.... gimana nih? Kena skor pasti Carisa," Panik Aurel.
"Ya udah sih paling 3 hari aja itu" Jawab Carisa.
Plak!
"Duh!" Ringis Haris saat tangan mungil Aurel memukul lengannya.
__ADS_1
"3 hari 3 hari ndas mu Ris, kasian tau. Kan udah mau tamat" Omel Aurel.
"Susul mereka yuk," Ajak Naufal dan di angguki oleh keduanya.
Di ruang BK
"Jelaskan sama Ibu, ibu mau dengar dulu penjelasan dari Tasya gimana baru dari Carisa" Ucap Bu Cuma selaku guru BK.
"Bukkk dia cakar bibir saya sampe berdarah gini, gara-gara dia iri sama saya Bu. Dia iri sama saya soalnya anak baru itu mau dekatin saya," Ucap Tasya halu dan memutar balikkan fakta yang sebenarnya.
Jevano dan Naufal pun yang masih di dalam ruangan itu pun terkejut, terutama Jevano. "Apa iya? Gak mungkin Carisa kayak gitu ," Batin Jevano.
"Gak Bu, saya gak bohong!" Sahut Tasya.
"Oke-oke, Tasya ada lagi yang ingin kamu jelaskan kejadiannya sama Ibu?" Tanya Bu Cika.
Tasya pun menggelengkan kepalanya, "Oke kalo gitu Ibu juga mau dengar penjelasan dari kamu Carisa" Ucap Bu Cika mempersilahkan Carisa untuk buka suara.
"Bu tadi pagi Jino datang ke kelas saya, bukan datang sih dia lewat depan kelas saya. dan Jino ngucapin selamat pagi sama saya, mungkin dia iri sama saya Bu. Terus pas Jino udah pergi, tiba-tiba dia marah-marah ke saya."
__ADS_1
"Supaya saya mau ngasih tau dia apa user akun Instagram nya Jino, saya gak kasih lah Bu. Kan itu privasi kan Bu, terus dia malah ngatain saya sasimo lah murahan lah. Ya saya marah dong Bu, saya berani jujur kok Bu."
"Saya yang lebih dulu jambak rmabut dia karena saya kesal banget sama dia" Jelas Carisa panjang lebar.
"Bu saya bukan mau ngebela Carisa atau gimana ya Bu, tapi jawaban dia lebih masuk akal Bu" Jelas Jevano padahal dirinya memang ingin membela tunangannya.
"alah kamu bela dia karena dia tunangan kamu kan!" Sela Tasya.
"Gila ya kamu!" Ucap Carisa menunjuk wajah Tasya kesal.
"Apa apa? Kamu nantangin aku?"
"Heh berani ya kamu?!"
"Dih dih! Ngapain aku takut sama sasimo! Iuwww!"
"Kamu tuh yang sasimon Dasar cewek gilak!"
"Aduh udah udah!" Pusing Bu Cika. "Jevano Naufal kalian berdua keluar dul tolong ibu untuk panggilkan Jino" Titah buk Cuma dan keduanya pun hanya menurut.
__ADS_1