
"Maaf Rin, aku gak ikut game ini kalo gak sama Aurel. Udah cukup, aku gak mau pacar aku salah paham terus sama kamu" Ucap Naufal langsung melepaskan tangan Rina yang menariknya tadi.
Aurel pun tersenyum senang, saat melihat Naufal melepaskan genggaman Rina secara paksa dari tangannya. Dan meninggalkan Rina begitu saja, hingga membuat gadis itu terlihat sangat kesal.
Leon? Entahlah, dirinya pun tak minat untuk ikut dan hanya duduk saja di kursi tamu para undangan. Naufal yang melihat itu pun, menyusul dan berusaha agar dapat lebih dekat dengan Kakak sepupu pacarnya itu.
"Upps sorry, aku cuma mau ikutan senang-senang aja disini. Gak papa kan kalo kita pasangan?" Tanya Jino pada salah satu gadis.
Jinot diam bodoh, dia sangat megenali siapa perempuan yang barusan saja di tariknya itu.
"Oke, aku juga kebetulan emang gak punya pasangan" Jawab Yura.
Para tamu undangan pun gencar sekali untuk mencari pasangan mereka, bahkan dari beberapa mereka ada yang asal memilih pasangan yang berada di dekatnya.
Kebanyakan yang mengikuti permainan ini adalah teman-teman dari Jevano sendiri, sedangkan pada tamu undangan Deri dan Tiara hanya beberapa saja.
Ingat umur, kata mereka hahaha.
"Hahaha" Gelak tawa pembawa acara tersebut.
"Mau ikutan gak?" Tanya Jevano.
__ADS_1
"Ayo!" Tantang Carisa.
"Ma yuk lah," Ajak Saka.
"Ayo ayo," Ucap Ayu ikut juga begitupun juga dengan Deri dan Taira yang mengikuti permainan ini.
"Wah wah tuan rumahnya juga gak ikutan nih, kalo tuan rumahnya menang. Kadonya langsung hangus dong?" Tanya pembawa acara itu.
"Engga, kita kengen ikutan aja. Nanti kasih yang memang kedua kalo kita menang," Jawab Deri bersorak.
"Seru sih," Sahut pembawa acara itu.
"Oke kita mulai, udah siap balonnya? Karena yang ikut rame... jadi balonnya yang deluan meletus, itu akan menjadi pemenangnya oke?" Seru pembawa acara itu.
Ah iya Haris, Haris berpasangan dengan Salsa. Sehingga membuat Reno mendengus kesal melihat itu, Reno berkata kalau dirinya tidak menyukai gadis itu. Namun hatinya berkata lain, Reno merasa cemburu saat melihat gadis yang di jodoh-jodohkan ornag ruanga itu jika bersama dengan pria lain.
"Eh sal, juga harus menang ya ini pokoknya" Ucap Haris semangat.
"Ya harus lah! itu kita jual aja gimana? Hasilnya kita bagi dua, gimana? Deal?" Tanya Salsa.
"Oke deal!" Seru Haris semangat.
__ADS_1
Lumayan juga, pikir keduanya.
"Gak rugi deh aku datang kesini, padahal tadinya aku gak mau datang. Gara-gara Reno tuh," Kesal Salsa lucu membuat Haris tertawa terbahak-bahak.
"Ca kita menang ya?" Ucap Jevano.
"Harus lah! Tapi emang kamu pengen banget mau menang? Kamu beli itu 10 juga bisa Jev," Ucap Carisa terkekeh pelan.
"Gemesin banget calon tunangan aku," Batin Jevano tersenyum tipis melihat Carisa tertawa manis di hadapannya.
"Iya juga, lucu ya ditengah-tengah kita gini ada balon banyak banget" Kekeh Jevano membuat Carisa juga tertawa geli.
"Oke kita mulai ya!"
"1, 2,3! Mulai!" Ucap pembaaa acara itu.
Para tamu undangan pun sibuk, untuk memecahkan balon menggunakan perut mereka dan saling mendekatkan diri mereka.
"Duar!"
"Nah balon siapa tuh??" Tanya pembawa acara itu memperhatikan sekelilingnya.
__ADS_1
"Yahhh kamu sih Ris! Perut kamu kebesaran banget! Jadinya kita gak menang kan," Omel Salsa.