
"Ini gak pakai udang kan? Maksudnya kuahnya gak di racik pakai bahan udang gitu kan?" Tanya Carisa yang mencium aroma udang pada bubur ayam itu.
"Gak tahu sih Ca, Mang ini ada yang bahannya pakai udang gitu gak Mang?" Tanya Jevano.
"Itu Mamang masak kayak biasanya Den, kan kuah buburnya pakai kuah kelapa udang yang udah di belender gitu Den"Jawab Mamang tukang bubur.
"Kenapa Den?" Tanya tukang bubur.
Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Gak kok Mang. Gak papa lanjut aja," Ucap Jevano.
"Kenapa Ca? Kamu gak bisa makan udang? Atau gak suka?" Tanya Jevano.
"Huh? Gak kok, bisa. Cuma kurang suka aja," Jawab Carisa bohong lalu memilih untuk memakan bubur ayam it,u, Karana merasa tak enak dengan Mamang bubur yang sedang melihatnya.
"Kamu mau makan yang lain aja? Ya udah ayo, kita sarapan masih gurih yuk?" Ajak Jevano hendak bangkit dari duduknya.
"Eh terus ini gimana? Udah habisin aja, aku juga udah lapar banget" Ucap Carisa langsung menyantap bubur tersebut.
Jam 7 malam.
"Jev aku mau pulang sekarang ke rumah, boleh tolong anterin aku pulang gak? Kayaknya Mama sama Papa juga nanti jam 10 an gitu udah sampai di rumah kok," Jelas Carisa.
"Ayo-ayo aja, sebelum pulang mU mampir dulu atau main kemana gitu gak? jam 10 masih lama banget soalnya, ntar kamu bosan lagi" Ucap Jevano.
"Kapan-kapan deh Jev, aku capek. Pengen istirahat, besok udah Senin" Ucap Carisa jujur.
"Ya udah deh kalo kamu maunya gitu," Sahut Jevano lalu bangkit dari duduknya. "Bentar ya Ca, aku mau ngambil kunci mobil dulu. Kamu siap-siap aja dulu, aku tunggu di mobil nanti" Jelas Jevano.
"Oke Jev, thanks. Maaf jadi ngeropotin kamu terus"
Ucap Carisa tak enak.
"Gak kok Ca, gak ngerepotin sama sekali. Santai aja kayak sama siapa aja deh," Ucap Jevano tekreeh pelan lalu berlalu meninggalkan Carisa.
__ADS_1
Lantas Carisa pun bersiap-siap, namun langkahnya terhenti saat dirinya mendapat tangan yang mendapatkan ruam-ruam itu kembali setelah sekian lamanya.
Carisa pun berdecak sebal, dan langsung memasukkan barang-barang miliknya.
Lalu setelahnya, Carisa pun langsung menuju pada mob milik Jevano. "Udah?" Tanya Jevano saat Carisa baru saja membuka pintu mobil miliknya.
"Udah kok ayo!" Ajak Carisa terkesan buru-buru.
Lantas Jevano pun menjalankan mobilnya, kali ini Jevano agak binggung. Karena Carisa tidak seperti biasanya, yang tidak banyak bicara.
Kini keduanya hanya saling diam, hingga Jevano pun berpikir kalau dirinya berbuat salah pada Carisa.
Padahal sama sekali tidak.
"Kamu marah sama aku Ca? Kamu minta pulang bukan gara-gara aku ada salah kan Ca?" Tanya Jevano memastikan.
"Hah? Marah? Marah apanya?" Tanya Carisa. "Engga kok, aku lagi kangen rumah aja..." Jawab Carisa yang sepenuhnya bohong.
Carisa sebenarnya sama sekali tidak bisa memakan udang, Carisa akan mendapatkan ruam-ruam merah dan gatal-gatal pada sekujur tubuhnya saat mengkonsumsi udang ataupun makanan yang di olah dari udang.
Namun, Carisa merasa enak dengan Mamang tukang bubur ayam. Carisa pun mau tidak mau harus memakan bubur ayam tersebut, karena tidak tega melihat wajah tukang bubur tersebut.
Hingga berakhir lah Carisa, yang menahan rasa gatal di sekujur tubuhnya.
Kalo Carisa boleh jujur, bubur ayam tadi memang lah sangat lezat dan citarasanya pas di lidahnya.
"Aduh ini Jevano lama banget sampainya..." Batin Carisa menggerutu.
"Aku kira kamu marah sama aku, soalnya diam terus" Ucap Jevano.
"Engga kok Jev, aku lagi kurang mood aja. Lagi rollercoaster gitu deh pokoknya," Jawab Carisa.
"Oh... mau dapat ya?" Tebak Jevano.
__ADS_1
"Mungkin..." Cicit Carisa agak malu-malu.
Di rumah.
Setelah Jevano mengantarkan Carisa pulang, Jevano pun langsung pamit kembali ke rumahnya. Sebenarnya Carisa juga tadi sempat menawarkan Jevano untuk mampir ke rumahnya, namun Jevano menolaknya karena Carisa sedang dalam mood yang tidak baik.
Mungkin menurut Jevano, Carisa ingin refreshing dan membutuhkan waktu untuk sendiri. Maka dari itu, gadis itu memintanya untuk mengantarnya pulang pikir Jevano.
Sesampai Carisa di rumah, rumahnya terasa sepi, hampa, dan hening. Karena tidak siapapun yang berada disana kecuali dirinya, keluarga Carisa memang segaja untuk memiliki asisten rumah tangga yang hanya datang di pagi hari, dan akan pulang di 6 sore.
Karena Papa Carisa tidak menyukainya, maksudnya Papa Carisa tidak suka jika ada orang asing yang tinggal di rumahnya. Menurutnya itu sangat tidak nyaman, begitu pun dengan Ayu istrinya.
Sehingga membuat Carisa agak merasa kesepian, karena tidak ada siapapun di rumah selain dirinya. Carisa juga selalu bertemu dengan orang tuanya di waktu malam saja, dan hanya berbincang santai saat sarapan pagi.
Untuk menjaga keamanan rumah, orang tua Carisa memiliki 1 satpam untuk menjaga rumahnya. Apalagi kedua orang tua Carisa sering keluar kota, hingga sering membuat mereka khawatir kalau anak gadis mereka di tinggal terlalu sering sendirian di rumah.
Orang tua Carisa juga memasang cctv di setiap sudut rumah mereka, tentu saja untuk kemaanan putri tunggal mereka.
Carisa pun mulai menggaruk tengkuknya lehernya yang gatal, tangan, badan, hingga perutnya. "Duh gatal banget..." Lirihnya sambil bejalan menuju tempat obat-obatan yang berada di dapur.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, saat melihat obat yang sering di minumnya saat alerginya kumat sudah habis. "Duh apotek dekat sini dimana sih?" Gerutu Carisa sambil membuka google map di ponselnya.
Dan mencari apotek terdekat yang berada di dekat komplek rumahnya, "10 menit jalan kaki? Duh pergi gak ya? Mana udah jam 9 malam lagi... gak papa deh sesekali. Daripada gak bisa tidur, hitung-hitung perkenalan" Cicit Carisa pelan.
Dengan perasaan yang ragu dan sedikit nekat, Carisa pun meminta izin pada satpam untuk keluar ke apotek yang ingin di tujunya.
Awalnya satpam itu tidak mengizinkannya, bahkan ingin ikut pergi menemani Carisa untuk membeli obat yang di cari anak majikannya itu.
Tapi Carisa tetaplah Carisa yang keras kepala, dan hanya ingin pergi snediirsn karena katanya ingin mengenal lingkungan rumahnya.
Hingga membuat satpam penjaga rumahnya pun pasrah, karena anak dari majikannya itu sangat lah keras kepala dan mengizinkan Carisa untuk pergi meninggalkan rumah sebentar.
"Non kalo Non 30 menit lagi belum balik, saya susul ya" Ucap satpam itu tegas.
__ADS_1