How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
18


__ADS_3

Lantas Carisa pun berlari kecil untuk menghampiri kucing itu, dan ternyata kucing itu sedang bersembunyi di balik tanaman rumput yang berada di dekat mobil Jevano.


"Nis ncuu ncuu" Panggil Carisa lalu melarikan daging ayam Kalasan yang di belinya tadi di bawah, sehingga kucing itu pun menghampirinya.


Ah tidak, kucing itu menghampiri makanannya. Carisa pun berjongkok dan memperhatikan kucing itu sesekali, Carisa juga mengelus sayang kepala kucing itu yang sedang menikmati dua ayam potong yang di berikan Carisa untuknya.


"Mama kamu kemana? Kasian banget, kamu masih kecil gini..." Gumam Carisa tak tega.


Jevano yang baru saja kembali dari pedagang kaki lima itu mengerutkan keningnya binggung, dan melihat Carisa yang sedang berjongkok tidak jauh dari mobilnya. Lantas Jevano pun mendekatkan diri pada Carisa, dan berapa terkjutnya Jevano melihat apa yang di lihatnya saat ini.


"Ca?" Panggil Jevano dan Carisa pun menoleh.


"Eh?" Kaget Carisa saat melihat Jevano, Cairan pun bangkit dan di bantu oleh Jevano. "Maaf ya? Ayamnya sebanrnya bukan buat aku makan, tapi untuk kucing ini. Kasian Jev, tadi aku lihat dia makan dari sampah gitu, aku gak tega..." Ucap Carisa menundukkan kepalanya tak enak pada Jevano.


"Loh? Gak papa Ca... astaga... Aku malah senang kalo kamu kasih ke kucing ini," Ucap Jevano berjongkok da mengelus kepala kucing itu lembut.


"Mau bawa pulang gak Ca?" Tanya Jevano.


"Aku mau... tapi Mama alergi sama bulu hewan," Cicit Carisa.


"Hmm... kalo aku bawa ke rumah aku, kamu mau kan sering-sering ngunjungin kucing ini ke rumah?" Tanya Jevano.


Dan berakhirlah kini keduanya berada di petshop, untuk membeli keperluan kucing peliharaan Carusa dan Jevano.


"Jev nanti keperluannya pengeluarannya kita bagi dua ya?" Ucap Carisa.


"Aku aja, kan dia tinggalnya di rumah aku. Kamu bantu ngerawat aja oke?* Jawab Jevano yang terdengar tak terbantahkan.


"Hih kok gitu sih? Gak bisa dong, aku juga" Ucap Carisa di potong oleh Jevano.


"Udah ayo nanti kemalaman," Ajak Jevano menarik Carisa paksa untuk masuk ke dalam toko petshop itu.


"Ih iya iya," Kesal Carisa.


Lantas keduanya pun membeli beberapa perlengkapan untuk kucing mereka berdua, seperti pasir tanah, kandang kucing, tempat tidur, makanan, vitamin, dan tadi juga kucing itu di beri beberapa perawatan dan diberi obat karena kulitnya sedikit berjamur di bagian ekornya.

__ADS_1


Setelahnya, keduanya pun bergegas pulang bersama kucing itu.


"Mau di kasih nama siapa ya?" Tanya Carisa smsbgag membuat Jevano terkekeh pelan.


"Kamu mau kasih nama siapa Ca?" Tanya Jevano.


"Hmm apa ya?" Tanya Carisa sambil berpikir, "Dia ini cewe atau cowo?" Tanya Carisa polos.


"Lihat buntutnya Ca, kayaknya sih cowo itu" Ucap Jevano frontal.


"O..oh iya, siapa ya? Jeca? Gimana?" Tanya Carisa.


"Jeca?" Tanya Jevano membuat Carisa menganggukkan kepalanya mantap.


"Iya Jeca, Jevano Carisa. Kenapa? Alay banget ya?" tanya Carisa.


"Gak kok bagus, keren. Aku setuju, Jeca!" seru Jevano semangat membuat Carisa reekekh pelan.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Mau nginap Rin?" Tanya Naufal dan Rina pun menggelengkan kepalanya.


"Santai, kayak sama siapa aja. Udah baikan?" Tanya Naufal dan Rina pun menganggukkan kepalanya.


"Kamu udah siap ketemu sama orang tua kamu?" Tanya Naufal dan Rina pun meremat ujung bajunya


Lantas Naufal pun meraih tangan Rina untuk di genggamnya, "Kamu mau nginap di apartemen aku?" Tanya Naufal khawatir


"Can i?" Tanya Rina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Of course, why not?" Jawab Naufal enteng.


"Fal boleh gak sih aku nganggap kamu itu jadi Jevano? Boleh gak sih kalo aku mimpi dan ngebayangin, kalo yang di hadapin aku ini sekarang itu bukan kamu tapi Jevano?" Tanya Rina yang terdengar putus asa.


"Jangan berharap sama Jevano, Jevano sama kamu itu cuma teman. Sama kayak aku ke kamu, kita cuma teman. Jevano masih punya rasa berlebih ke Yura. Jadi jangan berharap lebih sama Jevano" Jelas Naufal.

__ADS_1


"Kenapa sih? Aku gak bisa gantiin Yura di hati Jevano? Seberapa jauh lagi aku harus ngetik hatinya untuk terbuka dan cair ke aku?" Tanya Rina


"Rina kamu udah capek, jangan ngelantur lagi, kira ke apartemen aku sekarang aja y?" Tanya Naufal dan langsung membawa mobilnya menuju apartemen yang di belinya tanpa sepengetahuan dari orang tuanya.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Pagi Ca..." Sapa Jevano yang baru saja sampai di depan rumah Carisa..


"Pagi juga Jev, udah lama ya nunggu? Maaf ya," Ucap Carisa yang baru saja keluar dari rumahnya.


"Gak kok, aku baru aja sampai. Nih pake," Ucap Jevano memberikan helm pada Carisa.


"Ya udah ayo, nanti kita telat" Ucap Carisa setelah memakai helm dan baik ke atas motor moge kesayangan Jevano.


"Pegangan yang erat Ca, aku ngebut" Suruh Jevano pada Carisa, lantas Carisa pun memegangi bahu Jevano hingga membuat Jevano tersenyum penuh arti.


"Pegangan yang erat yang aku maksud itu disini Ca, bukan di bahu" Ucap Jevano sambil menarik tangan Carisa dari bahunya dan meletakkan kedua tangan Cairan di lingkar pinggangnya dan di akhiri dengan tepukan ringan.


Carisa pun melebarkan matanya terkejut dan tak percaya, sekaligus terkejut dengan perlakuan yang Jevano berikan padanya.


"Jangan gugup," Ucap Jevano lalu menjalankan sepeda motornya menuju sekolah dengan Carisa yang di bonceng dengan perasaan gugup dan salah tingkah selama perjalan menuju sekolah.


"Aurel! Tungguin!" Pekik Carisa memanggil Aurel yang hendak masuk ke dalam kelas.


"Jev, makasih ya! Aku deluan!" Ucap Carisa pamit, dan menutupi rasa salah tingkahnya pada Jevano.


Jevano pun tekekeh pelan, saat melihat Carisa berlari seperti anak kecil saat menghampiri Aurel. Sangat menggemaskan sekali, pikir Jevano.


"Cie kamu di antar Jevano sampai ke jelas nih?" Bisik Aurel menggoda Carisa.


"Ih apasih, ayo masuk!" Ajak Carisa menarik paksa adek untuk masuk ke dalam kelas.


"Lihat deh Rin, kamu sampai kapan mau diam terus? Kamu gak lihat? Sekarang Jevano dah makin dekat sama Carisa, Jevano juga kayaknya udah tertarik tuh," Kompor Nabila.


"Iya benar kata Nabila, kamu gimana sih Rin? Masa kalah sama yang baru aja di kenal sama Jevano?" Kompor Lia lagi.

__ADS_1


Rina pun menghela nafasnya kasar, "Apa aku harus?" tanah Rina pada teman-temannya, hingga membuat teman-temannya saling betukar tatap.


"Maksud kamu?" Tanya Lia yang memang kurang mengerti maksud ucapan Rina, sekaligus mewakilkan Nabila.


__ADS_2