
"Gak pergi main dulu tadi sama Carisa? Makan kek apagitu, nge mall atau jalan-jalan" Tanya Deri.
"Gak Pa, capek katanya. Pengen istirahat," Jawab Jevano.
"Pergi gih sana kelaur, sama Haris kek, Reno kek, atau gak Naufal" Suruh dari.
"Malas ah Pa," Jawab Jevano sambil memainkan ponselnya.
"Minggu depan kamu udah gak ada waktu banyak buat main-main lagi, kamu sama Carisa udah fokus buat persiapan kuliah kalian. Sama perusahaan," Jelas Deri. "Puas-puassin aja dulu sekarang," Tambah Deri.
"Eh? Iya ya Pa? Ya udah deh... kalo gitu Jevano mau ke tempat Reno sama Haris aja," Putusnya dan langsung bangkit dari duduknya
"Loh kok Naufal engga? Lagi gak enakkan kamu sama dia?" Tanya Deri saat Jevano tidak menyebutkan nama Naufal, yang menurutnya adalah teman anaknya yang paling dekat.
"Gak la Pa," Jawab Jevano. "Lagi sibuk pacaran dia tuh, baru balikan sama Aurel. Lagi mabok asmara," Kekeh Jevano.
"Hadeh anak zaman sekarang yaudah deh sana-sana! jangan ganggu Papa kerja dulu," Usir Deri membuat Jevano mendengus kesal.
"pa pinjem mobil boleh gak? Hehe..." Cengirnya memohon. "Jevano malas banget naik ke atas lagi mau ambil kunci," Lanjutnya.
"Ya udah pake aja, Papa juga gak ada rencana mau kemana-mana hari ini" Jelas Deri yang tatapannya fokus pada laptopnya.
__ADS_1
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Gimana sekolah kamu Ca?" Tanya Nela saat ketiganya sedang berkeliling di Mall.
"Baik kok Bun," Jawab Carisa seadanya.
"Syukur deh, kamu lihat-lihat Jino ya Ca. Kalo dia bandel disini, cubit aja sampe biru-biru, bunda gak marah. Bunda izinin malah, biar dia tau rasa!" Ungkap Nela.
"Bunda ih, jahat banget sama anak sendiri" Ucap Jino cemberut.
"Siap Bun, Carisa pasti selalu siap buat nyubit Jino sampe biru kalo dia bandel-bandel di sekolah" Ucap Carisa senang.
"Enak kamu ya!" Ucap Jino menoyor kepala Carisa.
"Ih kamu ini ya! Gratilan tangannya, anak perempuan bunda jangan di sentuh!" Omel Nela sambil mencubit pelan perut Jino.
"A.a.aaa... bunda sakit!" Pekiknya. "Ck! Jadi anak tiri lagi kannn" Gumamnya kesal.
"Terus ini Mama sama Carisa cuma mau keliling disini doang? Makan kek, atau apa. Gak capek apa? Mana gak beli apa-apa lagi" Cerewet Jino.
"Ih kamu mending tidur aja di rumah tadi, gak usah ikut. Cerewet banget heran," Omel Nela balik.
__ADS_1
"Tau nih Bun,"Tambah Carisa mengompori.
"Beli kek Bun, apa gituuu... malu banget gak nenteng-nenteng apa-apa" Ucap Jino kode.
"Ya udah yuk Ca, kita ke b*ch*rr* aja yuk Ca" Ajak Nela.
"Jino gak di ajak Bun??" Tanya Jino heboh namun Nela mengabaikannya.
"Wleeee!" Ejek Carisa menoleh pada Jino.
"Ck! Bunda kebiasaan banget, kalo udah ada Carisa anak lanangnya gak di perdulin lagi hiks..." Kesal Jino lalu menilij untuk mengikuti langkah keduanya.
"Bun lihat deh, ini kayaknya keluaran terbaru gitu gak sih Bun? Carisa baru lihat," Ucap Carisa.
"Eh iya ya? Kamu suka?" Tanya Nela.
"Engga Bun, ini cocoknya untuk bunda tahu!" Kekeh Carisa.
"Yah padahal bunda rencananya pengen beliin buat kamu" Ucap nela. "Kamu pilih deh yang mana kamu suka," Ucap Nela.
"Aduh Bun... gak usah deh bunn" Tolak Carisa tak enak hati.
__ADS_1
"Nah Bun,, Carisa kan gak mau. Jino aja yang dibeliin gimana? Hehehe," Cengir Jino.