How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
90


__ADS_3

"Eh Carisa!" Panggil Aurel.


"Selamat pagi Aurel!" Sapa Carisa ramah.


"Semangat bener kamu hari ini, eh tahu gak hari ini kita ada anak baru tahuu. Temennya Leon, kayanya sih dia kenal gitu sama kamu. Kemarin aku ketemu dia pas Leon bawa ke rumah Kakek," Ucap Aurel penuh semangat.


"Kenal aku?" Tanya Carisa.


Aurel pun menganggukkan kepalanya semangat, "Namanya Jino" Ucap Aurel membuat Carisa tampaknya sedikit terkejut.


"J... Jino?" Kaget Carisa.


"Iya Jino, namanya Jino. Kamu kenal kan? Katanya kalian satu sekolah dulu, astaga... dunia sempit banget gak sih Ca," Ucap Aurel.


"Dia pindah ke sekolah ini? Ke kelas kita?" Tanya Carisa. "Gak kan?" Tambahnya.


Aurel pun menggelengkan kepalanya, "Sama Leon, IPS 2 reguler" Jawab Aurel.


"Eh iya dia kan anak isos," Batin Carisa menghela nafasnya lega dan bersyukur.


"Oh gitu," Jawab Carisa.


"Kamu kenal dia Ca? Katanya," Ucap Aurel dipotong langsung oleh Carisa.

__ADS_1


"Dia mantan aku,"


"Eh? Serius kamu?" Tanya Aurel.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Kenapa sayang?" Tanya Tiara saat Jevano memegangi kepalanya sakit.


Tiara pun menatap Deri yang baru saja keluar dari rumah, dan hendak berangkat kerja bersama. Dan Jevano juga hendak bernagkat me sekolah, dengan supir pribadinya.


"Kenapa Ma?" Tanya Deri.


Tiara pun menggelengkan kepalanya tidak tahu,u memilih untuk menghampiri Jevano yang memegangi kepalanya sakit.


"Hey, sayang? Kenapa Vano?" Tanya Tiara.


"Ma,Ma ayo kita bawa ke rumah sakit aja sekarang" Putus Deri langsung memegangi Jevano dan menuntun anaknya berjalan masuk ke dalam mobil.


Brakh!


"Papa!" Pekik Tiara saat Jevano ambruk di tangan Deri.


"Astaga Jevano..." Ucap Deri memegangi anaknya yang jatuh pingsan.

__ADS_1


"Pak, Pak ayo cepat bantu saya masukin Jevano. Kita ke rumah sakit sekarang!" Panik Deri.


"Iya Pak!" Jawab supir itu membantu Deri menggotong Jevano untuk masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit kepercayaan mereka, Tiara dan Deri pun saling menggenggam tangan mereka dan berdoa. Berdoa agar tidak terjadi akan hal buruk lagi pada anak mereka, anak semata wayang mereka.


"Pa Jevano gak papa kan?" Tanya Tiara terisak.


"Kita tunggu kabar dari dokter ya Ma ya?" Jawab Deri.


"Mama takut... Cuma Jevano yang kita punya Pa..."


"Iya Ma, Jevano apati baik-baik aja. Dia anak kita yang kuat oke?" Ucap Deri yang berusaha memenangkan pikiran istrinya dan dirinya juga.


Tak lama dari situ, dokter pun keluar dengan 3 orang perawat di belakangnya. "Selamat pagi Pak Deri Bu Tiara," Sapa dokter itu menghampiri keduanya.


Sontak Tiara dan Deri pun langsung bangkit dari duduknya, "Pagi Dok," Balas Deri.


"Dok gimana keadaan Jevano? Dia baik-baik aja kan?" Tanya Tiara yang penuh kekhwatiran.


Dokter itu pun tersenyum lebar, "Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Jevano saat ini baik-baik saja, itu hal yang terjadi biasanya dalam beberapa kasus... mungkin jevano mengingat tentang beberapa masa lalunya," Jawab dokter itu.


"Kita lihat saja nanti perkembangannya kalau Jevano sudah sadar ya Pak, Bu, saat ini Jevano masih di dalam pengaruh obat dan tertidur. Nanti saya akan kembali lagi," Lanjut dokter itu.

__ADS_1


Tiara pun akhirnya dapat bernafas dengan lega, begitupun juga Deri.


"Sekarang Jevano dimana?" Tanya Deri.


__ADS_2