How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
7


__ADS_3

Hari ini kamu berangkat sama Jevano ya sampai Mama Papa pulang perjalanan bisnis ke Paris," Jals Ayu di ruang makan.


Cairan yang sedang memakan sarapannya pun langsung meletakkan sendoknya, "Jevano?" Tanya Carisa.


"Iya, Jevano anaknya Tante Tiara yang kemarin. Kamu masih ingat kan?" Tanya Ayu.


"Gak papa kan sayang? Mama sama Papa gak lama kok di Paris," Tanya Saka.


"Gak papa sih, tapi kenapa harus sama Jevano sih Pa Ma? Kan Carisa bisa pergi sekolah sama supir," Ucap Carisa menggerutu.


"Nurut sama Mama Carisa, kita gak bisa percaya sama orang-orang baru disini" Ucap Saka.


"Dengar kata Papa Ca, annsti di sekolah kalo amu temanan lihat-lihat dulu ya? Jangan asal pilih teman," Peringat Ayu pada Carisa, dan Carisa pun menganggukkan kepalanya.


"Habisin sarapannya," Suruh Ayu.


"Carisa kenyang," Ucap Carisa bangkit dari duduknya.


Saat cairan baru saja bangkit dari duduknya, datanglah asisten rumah tangga Carisa bersama dengan Jevano yang baru saja tiba.


"Oh Jevano? baru sampai? Pas banget ini Carisa juga baru aja selesai sarapan, kamu udah sarapan?" Tanya Ayu ramah.


"Pagi Om, Tante, iya Tante makasih. Jevano udah sarapa kok tadi di rumah," Jawab Jevano sopan.


"Vano Om titip Carisa ya sama kamu, anaknya agak Lola sedikit. Maaf ya jadi ngerepotin kamu," Ucap Saka.


"Santai Om," Jawab Jevano.


"Ya udah, ini udah mau jam 7 kalian gerak sekarang aja. Nanti terlambat, tolong jaga Carisa untuk satu Minggu ini ya Vano" Pinta Saka.


"Iya Om," Jawab Jevano lalu beralih menatap Carisa. "Ayo Carisa," Ajak Jevano dan Carisa pun menganggukkan kepalanya.


"Makasih ya Vano," Ucap Ayu.


Lantas keduanya pun berjalan keluar rumah Carisa, Carisa melebarkan matanya saat mengetahui kendaraan apa yang di bawa oleh Jevano untuk berangkat ke sekolah bersama dengannya.


"Ayo naik," Suruh Jevano yang sudah menaiki motornya, namun Carisa masih terdiam hingga Jevano menyadari gadis itu.


Lantas Jevano pun turun dari sepeda motor ninja ya, dan membukakan jaket kulitnya.

__ADS_1


"Eh mau ngapain?" Tanya Carisa terkejut saat Jevano tanpa izin mengikat jaket kulitnya di pinggang ramping milik Carisa.


"Aku tahu, kamu pasti gak mau naik kereta karena rok kamu terbuka gini kan? Nih pake helm yang bener," Ucap Jevano memberikan Carisa helm.


Karena Jevano adalah tipe orang yang tidak sabaran, lantas Jevano pun langsung memakaikan helm pada Carisa. Hingga membuat Ayu yang sedang merekam, sambil mengintip di jendela terkekeh pelan melihat interaksi kedua remaja SMA itu.


"Ya ampun ini cowo buat aku jantungan terus dari tadi!" Batin Carisa berteriak di dalam hatinya.


"Mau berapa lama kamu berdiri disitu? Ayo cepat naik! Nanti kita telat!" Omel Jevano.


"Eh? ah iya iya, maaf" Jawab Carisa menyadarkan dirinya dan memegangi bahu Jevano untuk naik.


"Pegangan," Ucap Jevano dan Carisa pun memegang kedua pundak Jevano, hingga membuat Jevano tersenyum tipis dan menjalankan motor kesayangannya itu dengan kecepatan rata-rata.


Selama perjalanan menuju ke sekolah, keduanya saling hening tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Cairan sangat merasa canggung soal itu, ini adalah pertemuan ketiganya bersama Jevano.


Akhirnya keduanya sampai ke tempat tujuan dengan selamat, hari ini Jevano melewati gerbang depan hinggaembuat seantero sekolah heboh dengan penampakan mengejutkan pagi ini.


"Eh nak Vano, udah lama ya gak kelihatan" Sindir satpam gerbang depan dan Jevano pun hanya tersenyum ramah saja saat mendapat pujian seperti itu.


"Eh apa itu Yura? Tapi dari postur tubuhnya kayaknya bukan deh,"


"Anak baru ya?"


"Loh itu Kak Vano boncengan sama siapa?!"


"Kayaknya hari ini hari patah hati vanolovers gak sih?? Aaaaaa."


"Dih apaan! Masih cantikan Yura!"


Begitulah beberapa cibiran yang keluar dari mulut pedas beberapa siswa sekolah, Jevano bisa di bilang cukup populer di sekolahnya. Apalagi Karana dia sudah berada di kelas 12, dan juga sekaligus anak kepala yayasan sekolah.


Mustahil rasanya, kalau anak sekolah tidak tahu siapa itu Jevano Mefaza. Jevano juga anak klub basket dan juga anak klub bahasa Inggris, oh iya satu lagi siswa langganan ruang BK.


Jevano pun mempakirkan motornya di tempat parkir sekolah, dan mematikan mesin motornya. Lantas Carisa pun turun dari motor Jevano, saat turun Jevano pun melepaskan helmnya dan melihat Carisa yang masih setia dengan memakai helm dan menutup kaca helm itu.


"Kenapa? Kamu mau aku yang bukain helm kamu?" Tanya Jevano.


"Hah? Eh? Jangan!" Pekik Carisa langsung memegangi helm itu erat saat Jevano hendak membukakan helm Carisa.

__ADS_1


Jevano pun mengerutkan keningnya binggung, "Terus? Kenapa sih?" tanya Jevano heran.


"Boleh gak sih aku masuk pakai helm aja?" Rengek Carisa.


"Jangan ngelucu deh, kenapa sih?" Tanya Jevano yang masih belum peka sama sekitarannya.


"Ihh aku malu kamu gak lihat? Mereka semua natap aku aneh, sinis, aku juga jadi takut..." Cicit Carisa pelan.


Jevano pun melihat ke sekelilingnya, yang benar saja beberapa siswa dan siswi sedang memperhatikan dirinya dan juga Carisa. Lantas Jevano pun menghela nafasnya kasar, "Heh ngapain kalian lihat-lihat? Dia jadi takut nih!" Awas aja ya pada ganggu dia! Habis deh kalian semua!" peringat Jevano.


"Sana sana! Bubar! Gak usah lihat-lihat!" Suruh Jevano dan siswa siswi itu pun langsung mengalihkan perhatian mereka.


Lantas Jevano pun membukakan paksa helm Carisa hingga membuat Carisa melebarkan matanya terkejut, "Apaan sih? udah gak ada yang lihatin juga," Ucap Jevano membuat Carisa memanyunkan bibirnya.


"Ngeselin banget!" Batin Carisa.


"Eh?" Kaget Leon.


"Kamu Carisa kan?" Tanya Leon menghampiri Carisa dan juga Jevano.


Carisa pun menatap Leon, dan mengedip- ngedipkan matanya berberapa kali berusaha untuk mencoba mengatur siapa lelaki yang mengenalnya saat ini.


"Kamu Carisa pacar Jino bukan? Aku temannya Jino," Tanya Leon.


"Kamu temannya Jino?" Tanya Carisa terkejut dan Leon pun menganggukkan kepalanya.


"Aku sama Jino gak pacaran," Jawab Carisa.


"Loh? Masa sih? perasaan Jino selalu ceritain tentang," Ucap Leon terpotong.


"Kita udah putus maksudnya," Potong Carisa.


"Eh?" Kaget Leon. "Aku kira masih, soalnya dia masih ceritain tentang cewenya. Ah iya kenalin aku Leon," Ucap Leon memperkenalkan dirinya pada Carisa.


"Carisa," Ucap Carisa membalas jabatan tangan Leon.


"Udah kenalannya, dia mau ke ruang TU. Nanti aja lagi kalo mau kenalannya," Potong Jevano cepat, dan langsung menarik Carisa untuk meninggalkan Leon.


Setelah sudah merasa jauh dari Leon, Jevano pun melepaskan genggamannya pada Carisa dan memperlambat jalannya mengimbangi jalan Carisa.

__ADS_1


"Jangan terlalu dekat sama Leon," Ucap Jevano tiba-tiba.


__ADS_2