
"Iya mereka dekat, kamu gak salah duga kok. Kita tunangan juga sebenarnya ada alasan lain di belakangnya, Tapi aku gak punya keberanian dan malu sama diri aku sendiri kalo aku bilang atau jelasin alasan apa di belakangnya," Jelas Carisa.
"Gak perlu malu, alasannya apa? Alasan finansial?" Tanya Jevano spontan.
"Gak kok, orang tua aku mampu di segala aspek buat ngebesarin aku sama perusahaannya. Kamu gak perlu tahu sekarang, nanti kalo kamu udah ingat semuanya. Baru kamu tahu," Jawab Carisa.
"Kenapa aku harus sampai tunangan sama kamu?" Tanya Jevano.
Carisa pun mengigit bibirnya, "Kamu gak suka mau tunangan sama aku?" Tanya Carisa.
"Maaf Ca, aku tahu udah ngelukai perasaan kamu dengan bertanya kayak gini. Maaf, aku gak maksud gitu. Aku suka kok kita tunangan, aku juga nyaman kalo ada di dekat kamu terus," Jawab Jevano jujur.
"Buat sekarang, kamu jangan tanya alasannya ke aku dulu ya?" Mohon Carisa.
"Kamu gak bohong kan soal hubungan kita yang sekarang?" Tanya Jevano.
"Dek ini pesanannya udah selesai," Ucap Mbak penjual.
Dengan cepat Carisa pun bangkit dan sedikit merasa bersyukur, karena pertanyaan Jevano barusan teralihkan dengan cara seperti ini.
"Berapa Mbak?"
__ADS_1
"54 Dek,"
"Ini Mbak," Ucap Jevano memberikan uang skemebar merah pada penjual.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Naufal baru saja pulang dari rumah Aurel, setelah keduanya menghabiskan waktu mereka seharian bersama di hari libur ini. Dan akan menyambut hari Senin esok, yang entah mengapa menjadi hari yang paling melelahkan bagi kebanyakan orang.
Termasuk penulis, hmmmm.
Ah seharusnya Naufal tadi menyatakan kembali perasaannya pada Aurel, namun terlambat sudah karena tadi mereka mencari kado ulang tahun untuk Jevano. Mungkin di lain waktu saja, pikir Naufal.
Naufal baru saja keluar dari mobilnya, sambil menenteng paper bag yang menggantung di tangannya dan juga ponsel serta kunci mobil miliknya.
"Rina?" Panggil Naufal.
"Naufal... hiks..." Isak gadis itu.
"Hei kenapa?" Tanya Naufal hendak menghampiri gadis itu.
Grep!
__ADS_1
Rina pun langsung berhambur ke dalam pelukan pria itu, "Eh kenapa Rin?" Tanya Naufal hendak melepaskan pelukan Rina namun Rina menahan Naufal.
"Bentar aja Fal, 5 menit aja please...." Ucap Rina memohon yang enggan melepaskan pelukannya.
Naufal pun menghela nafasnya kasar, dan menurut saja sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu secara pelan dan beraturan.
15 menit kemudian.
"Mama sama Papa... mereka marah Fal, aku gak mau di kirim ke Sydney" Ucap Rina meneteskan air matanya.
"Sydney? Kuliah?" Tanya Naufal membuat Rina menganggukkan kepalanya.
"Kamu tahu kan... aku" Ucap Rina tak tahan dan kembali menangis. "Hiks.. hiks..." Isaknya.
Naufal pun meraih tangan Rina untuk di genggamnya, "Kamu yakin?" Tanya Naufal.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Baru pulang sayang?" Tanya Tiara pada putranya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Semenjak kecelakaan dan mengalami amnesia, Jevano sudah tidak pernah lagi mengatakan ''Jevano pulang!" saat dirinya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Iya Ma," Jawab Jevano menghampiri Tiara dan menyalami Tiara.
"Mama masih belum terbiasa deh sama sikap kamu yang kayak gini," Ucap Tiara terekekh kecil membuat Jevano binggung sendiri.