How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
139


__ADS_3

"Seribu alasan..." Ucap Reno sambil bernyanyi.


"Eh buset di Reno, eh Gak terus kenapa gak tolak aja sih? Emang seribu alasan yang gimana kamu kasih ke Rina?" Tanya Haris.


"Ck, bantuin aja kenapa sih. Gak usah banyak tanya dulu, lagi pusing nih" Ucap Naufal memijit kepalanya pusing.


"Jevano," Panggil Yura mengejar Jevano yang hendak menghampiri kumpulan teman-temannya.


Jevano pun menghela nafasnya kasar dan berbalik badan. "Kenapa?" Tanya Jevano datar.


Yura membelalakkan matanya terkejut, dan tak lupa matanya pun menjadi berkaca-kaca. "Kamu ingat kan? Ingatan kamu udah balik? Kamu tahu kan aku siapa? Kita dulu" Ucap Yura sambil meraih lengan Jevano untuk di genggamnya.


Namun ucapan Yura langsung terhenti saat Jevano menepis dengan kasar tangan Yura, "Aku udah gak mau ada hubungan apa-apa lagi sama kamu Ra. Kamu lihat sendiri juga kan tadi? Aku udah ada Carisa yang harus aku jaga sekarang," Ucap Jevano hendak pergi namun menahan tangan Jevano.


"Jev please kasih aku kesempatan sekali lagi," Ucap Yura memohon dan mengeluarkan air mata buayanya.


Sungguh, walaupun Jevano sangat membenci mantan kekasihnya itu. Tetapi Jevano sejujurnya tak tahan rasanya, melihat Yura menangis seperti itu di depannya. Kalau boleh jujur pun dari lubuk hati yang paling dalam, Jevano sangat merindukan sosok Yura di hidupnya dan ingin kembali bersama pada gadis itu.

__ADS_1


Namun, sekarang ini sudah tak mungkin lagi rasanya. Jevano merasa dirinya sudah memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar, dari pada harus mementingkan ego nya.


"Maaf, aku gak bisa. Lihat sendiri kan kamu?" Ucap Jevano memamerkan jarinya yang di lingkari oleh sebuah cincin.


Setelah berucap seperti itu, Jevano pun mengabaikan Yura dan pergi begitu saja untuk segera menuju pada teman-temannya.


"Jevano... kamu mau Jevano kan?" Tanya Jino yang tiba-tiba saja entah dari mana, sudah berdiri di sebelah Yura.


Yura pun melirik Jino yang berdiri di sebelahnya, dengan kedua tangan yang di silangkan di depan dada. "Kamu nguping?" Tanya Yura tak suka.


"Iya, aku juga tahu kok soal hubungan kamu sama Jevano termasuk Leon" Ucap Jino terdengar menantang.


"Kamu mau Jevano, aku mau Carisa. Deal? Ngerti kan maksud aku?" Tanya Jino membuat Yura menatap pria yang berdiri di hadapannya saat ini.


...🌟🌟🌟...


"Jev, jangan lupa hari ini kamu ada les privat. Carisa juga, nanti kalian ke lokasinya sama-sama aja ya," Ucap Tiara mengigatkan Jevano anaknya.

__ADS_1


"Iya Ma," Jawab Jevano menurut.


"Loh Carisa ambil kelas bisnis juga?" Tanya Deri.


"Engga Pa, Carisa ikut les privat persiapan masuk univ aja kata Ayu" Jelas Tiara.


"Oh papa kira, kenapa gak ambil kelas bisnis juga?" Tanya Deri sambil menyedu teh manis hangatnya.


"Berat, Carisa gak mau capek katanya Pa" Jawab Jevano.


"Kamu juga Jev, kalo gak sanggup bilang Mama sama Papa ya. Jangan sampai tipes kamu kambuh, jaga kesehatan " Jelas Tiara memperingati anaknya.


"Bener tuh kata Mama kamu," Ucap Deri menimpali.


"Iya Ma.. Pa.. tenang aja dehh" Jawab Jevano terkekeh pelan.


"Kamu gak ada kontak-kontakkan lagi kan sama Yura?" Tanya Tiara dingin.

__ADS_1


"Engga Ma," Jawab Jevano.


Deri pun saling menatap Ibu dan anak itu bergantian, "Kamu udah ingat? Yura?" Tanya Deri.


__ADS_2