How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
105


__ADS_3

Jevano kebetulan baru saja kembali dari kantin, saat mengetahui kalau kekasihnya sedang tidak berada di kantin. Jevano pun segera menyusul Carisa ke kelasnya, dengan membawakan makanan dan minuman untuk Carisa.


Namun di luar ekspektasi Jevano, Carisa di jelas hanya berdua saja bersama orang asing yang tidak dikenalnya.


Dari apa yang Jevano lihat, keduanya terlihat sangat akrab.


Tanpa babibubebo Jevano pun masuk ke dalam kelas Carisa untuk menyapa, Jino pun sedikit menaikkan alisnya laku melirik Carisa sekilas.


"Dia bukan sih cowok yang di bilang Leon semalam? Mirip," Batin Jino mengingat foto Jevano yang di tunjukkan Leon beberapa waktu yang lalu.


"Ya udah deh kalo gitu, Bunda tutup dulu ya Ca? Kalian makan aja dulu, pokoknya bunda gak mau tau nih ya beosk kamu harus main ke apartemen Jino. Kita dinner bareng oke? Nanti Bunda telepon Mama kamu deh," Ucap bunda Jino memaksa.


"Oke bundaa, besok Carisa ke apartemen bareng Jino ya bunn" Sahut Carisa.


"Ya udah, bunda tutup dulu ya. Kalian belajar yang bener."


"Siap Bun!" Sahut keduanya.

__ADS_1


Jevano pun hanya diam saja duduk di depan keduanya, dan memperhatikan bagaimana kedekatan kedua insan di hadapannya saat ini.


Tut.


Setelah panggilan itu berakhir, barulah Jevano bertanya menatap Carisa dengan intens. "Kenapa gak ke kantin?" Tanya Jevano.


Cemburu? Sudah jelas sekali Jevano cemburu, Jevano juga sebenarnya sangat penasaran sekali. Siapa laki-laki yang sedang bersama Carisa saat ini, karena mereka sangat terlihat akrab.


Bahkan menurut Jevano, dirinya pun bahkan tidak sedekat itu dengan Carisa. Biar Jevano tebak, yang menelepon itu pun pasti adalah Mama dari pria yang duduk di samping kekasihnya ini pikir Jevano.


"Malas jajan, tadi aku di bekal in sama bunda Jino" Tunjuk Carisa pada kotak makan yang ada di mejanya.


"Siapa Ca?" Tanya Jino penasaran, walaupun sebenarnya dia juga sudah menebak. Pasti pria ini yang di maksud oleh Leon, yang sudah dengan beraninya mengambil hati Carisa darinya.


"Jevano, pacar Carisa" Ucap Jevano langsung memperkenalkan dirinya.


"Oh hai? Aku Jino murid baru disini, mantan Carisa. Etttt... jangan salah paham, sekarang hubungan aku sama Carisa cuma sebatas teman" Jelas Jino menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Gak tau besok, bisa aja balikan" Lanjut Jino dalam hati.


"Oh ya? Ca? Bener dia mantan kamu? Kok aku baru tahu?" Tanya Jevano.


Carisa pun mengulum bibirnya, "Em... Jev kamu gak ingat, aku udah pernah ceritain dia ke kamu. Sebelum kecelakaan" Jawab Carisa bohong.


"Bohong, kamu gak pernah cerita apapun soal mantan kamu" Dalam hati Jevano.


"Aku bawa dari kantin," Ucap Jevano memberikan Carisa roti.


"Boleh gak kamu pindah? Aku pengen duduk di samping pacar aku," Ucap Jevano posesif.


"Aduh Jevano apa-apaan sihh" Batin Carisa tak enak.


"Tentu," Ucap Jino lalu pindah ke tempat duduk yang berada di belakang Carisa.


"Jino maaf ya?" Cicit Carisa merasa tak enak hati pada Jino.

__ADS_1


"Iya gak papa kok Ca, aku ngerti. Kalo aku di posisi dia juga pasti bakal gitu," Jawab Jino terus terang dan tersenyum tipis.


"Ngapain kesini? Cuma mau ngasih ini?" Tanya Carisa pada Jevano.


__ADS_2