
"Mau liburan bareng gak? Sama yang lain juga, ke puncak gimana? Mau?" Ajak Jevano.
"Ya mau lah! Aku tanya Mama Papa dulu deh, kalo di izinin ya mau banget lah. Apalagi sama kalian," Ucap Carisa.
"Gak sama aku hm?" Tanya Jevano mengerucutkan bibirnya gemas.
"Ahahaha gemes banget, iya sama kamu juga baby!" Ucap Carisa menyentil pipi Jevano.
"Gak usah lebayyy" Ucap Carisa membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya gemas sendiri pada Carisa.
"Masih jauh gak sih Jev? Aku udah laparrr" Rengek Carisa.
"Iya si depan cantikk, belok kiri depan dikit aja udah sampe kok kita" Ucap Jevano.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Jino," Panggil Leon.
"Apa?" Jawabnya.
"Yura mau balik ke indo" Jawab Leon.
"Terus?" Tanya Jino.
Leon pun menggusak rambutnya kasar, "Apa aku harus fokus sama Yura aja? Tapi dia masih sayang banget sama Jevano, gak adil" Ucap Leon membuat Jino mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Lah? Kamu suka siapa sih sebenernya? Carisa apa Yura?" Tanya Jino.
"Carisa, tapi udah gak ada kemungkinan lagi buat aku dapatin dia. Bukan masalah Carisa sama Jevano udah tunangan apa gaknya, tapi aku gak enak sama Jevano."
"Yakali setiap cewe dia mau aku senggol terus? Gak enak lah, aku udah ikhlas kok. Lagian Carisa senangnha sama Jevano, bahagianya bahagia ku," Jelas Leon.
"Terus sama Yura, kamu suka gak?" Tanya Jino membuat Leon menggelengkan kepalanya.
"Tapi aku kepaksa, karena anak" Ucap Leon membuat Jino tersedak saat meminum sebotol teh kaleng kesukaannya.
"Dia balik sama anak kamu gak kesini?" Tanya Jino. "Eh terus status kalian sekarang apa dong?" Tanya nya lagi.
"Itu yang lucu," Ucap Leon terkekeh. "Aku sama Yura gak ada ikatan pernikahan sama sekali sekarang, tapi aku ah gak. Keluarga aku yang biaya in semua pengeluaran dia," Ucap Leon sambil tertawa.
"Buset temen aku," Ucap Jino terheran-heran.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Naufal pun mengerjakan matanya berkali-kali, dan mendapati Aurel yang berada di hadapannya sambil memegang kompres di kepalanya.
Entah mengapa mata Naufal pun berair, saat melihat gadis yang membuatnya awut-awutan beberapa hari ke belakang ini.
"Aurel.... aku lagi gak mimpi kan?" Tanya Nauf meneteskan air matanya tanpa sadar, Aurel pun melihatnya.
Aurel masih tidak bergeming sama sekali, "Ah.... ini mimpi?" Tanya lagi.
__ADS_1
"Engga, bangun. siapa yang suruh kamu mabuk-mabukan kayak gini?" Omel Aurel melepaskan kompres di kepala Naufal dan memaksa Naufal untuk duduk.
"Rel?" Panggilnya.
"Apa?"
"Aku lagi gak mimpi kan?"
Plak
Aurel pun memukul lengan Naufal, "Puas? Gak! Bangun cepat," Suruh Aurel. membuat Naufal langsung menurut dan duduk di tepi kasur.
"Masih sakit kepalanya?" Tanya Aurel perhatian.
Naufal pun menggeleng namun menganggukkan kepalanya, "Sedikit" Ucapnya bohong Karana ingin di perhatikan oleh Aurel.
"Makan dulu," Ucap Aurel sambil menyuapi Naufal makan bubur.
"Rel maaf..." Ucap Naufal menundukkan kepalanya sambil mengunyah bubur itu padahal di telan langsung saja pun bisa.
"Kamu harus ngomong ke Rina dia juga pasti gak bodoh, dia tahu kan kita balikan" Jelas Aurel
"Aku udah ngomong ke dia sayang... tapi dia gak bisa ngertiin aku, dia anggap aku temannya. Dia" Ucap Naufal terhenti karena Aurel meletakkan Aurel secara kasar di mangkok bubur itu.
"Temen? Buka mata kamu! Dia suka sama kamu Naufal!" Ucap Aurel meninggikan suaranya.
__ADS_1