
"Sendiri?" Tanya Jevano.
"Iya sendiri, aku boleh gak gabung meja makan sama kalian?" Tanya Carisa pada Jevano.
"Ayo ayo aja Ca, by the way Aurel kemana Ca? Biasanya kamu bareng terus sama Aurel," Tanya Haris sambil melirik Naufal selalu mantan kekasih Aurel.
"Em... Aurel di kelas, iya dia di kelas. Katanya lagi gak enak badan," Jawab Carisa asal.
Rina pun melirik Naufal sekilas, yang tampak terkejut dan terbesit raut khawatir pada wajahnya. Gak dapat di pungkiri satu sekolah juga mengetahui bagaimana hubungan Aurel dan juga Naufal, sebelum hubungan keduanya kandas tanpa penjelasan apapun
Jevano dan Haris juga ikut melirik Naufal, Naufal pun menyadari hal itu. "Aurel sakit? Sakit apa?" Tanya Naufal membuat Rina merasa sedih? Mungkin.
"Gak tau Aurel bilang dia lagi gak enak badan," Jawab Carisa.
"Ya udah ayo makan sama aku aja," Ajak Jevano menarik paksa tangan Carisa dan masuk ke kantin mendahului teman-temannya.
"Eh?" Kaget Carisa saat Jevano menarik tangannya tiba-tiba dan membawanua masuk ke dalam kantin.
"Ris, kamu deluan aja" Pamit Naufal tapi di tahan oleh Haris.
"Heh tunggu dulu, mau jumpain Aurel kan? Bawain makanan. Aku tahu kamu pasti pengen lihat keadaan Aurel kan? Bawa roti dulu gih!" Suruh Harus memberi saran.
"Ide bagus, thanks. Aku pamit, nitip sama Jevano!" Pamit Naufal alngsung masuk ke kantin untuk membelikan roti dan air mineral untuk Aurel.
"Ck, pasti jadi nyamuk nih!" Batin Haris.
"Kamu duduk disini dulu ya? Mau makan apa? Biar aku pesan," Tanya Jevano.
"Hmmm aku samain aja deh sama kamu Jev," Jawab Carisa.
"Haris aku nitip pesan ya? Kamu mau pesan kan?" Tanya Rina.
"Eh apanih? Tumben banget ratu sekolah minta tolong, biasanya mandiri banget" Tanya Haris heran.
"Lagi malas aja, aku yang bayarin punya kamu nih!" Ucap Rina memberikan selembar uang seratus ribu pada Haris.
"Nah gitu dong, tuan putri mau makan apa? Sini biar aa' pesan," Ucap Haris dramatis membuat Lia dan Nabila mencibir malas.
__ADS_1
"Eh Rin kita deluan ya! Udah alpar nih, kamu duduk aja disini sama Carisa" Ujar Nabila dan Rina pun menganggukkan kepalanya.
"Aku bakso Bu Minah aja ya Ris, sama es teh udah deh itu aja" Ucap Rina pada Haris.
"Oke tuan putri, pesanan di terima" Ucap harus lalu pergi meninggalkan Rina.
Rina pun menatap tak suka pada meja kantin yang di duduki eh Cairan, dan menghela nafasnya terlebih dahulu lalu setelahnya Rina pun menghampiri Carisa yang duduk disana sendirian.
Rina pun duduk di hadapan Carisa, "Bisa gak sih gak usah dekat-dekat sama Jevano?" Tanya Rina sinis pada Carisa.
Carisa pun menggerutkan dahinya binggung, "Maksud kamu? Dekat-dekat gimana ya?" Tanah Carisa mencoba untuk tidak salah paham.
"Jangan kegatalan sama Jevano, Jevano gak suka sama cewek kayak kamu" Ucap Rina sinis.
"Terus? Maksud kamu Jevano sukanya sama cewe yang kayak kamu ya?" Tanya Carisa balik sambil menopang dagunya dan menatap Rina dengan tatapan menantang.
Rina mendelikkan matanya malas dan melipat kedua tangannya di depan dada, "Pokoknya jangan dekat-dekat sama Jevano" Tegas Rina sekali lagi.
"Kamu bukan siapa-siapa Jevano, kamu gak ada hak buat ngelarang aku mau dekat sama dia atau gak" Jelas Carisa membuat Rina mendengus kesal.
"Kamu gila ya?" Tanya Carisa spontan saat melihat Rina yang tertawa aneh dengan tiba-tiba dan terlihat sok akrab.
"Maaf ya lama Ca, udah lapar belum? Tadi antriannya panjang banget," Jelas Jevano.
Oke sekarang Carisa sudah mengerti, apa alasan Rina yang tiba-tiba seperti itu tadi tanpa sebab. Carisa pun menatap tajam sekilas Rina, "Ck dasar bermuka dua!" Batin Carisa dalam hati.
"Gak papa kok, makasih ya Jev" Ucap Carisa menyambut nampan yang di bawakan oleh Jevano.
Saat Jevano hendak duduk di sebelah Carisa, tiba-tiba saja Nabila dan Lia langsung menduduki kursi di sebelah kanan dan kiri Carisa secara bersamaan.
Tentu saja itu atas permintaan Rina pada teman-temannya, agar Jevano duduk di sebelahnya.
"Kenapa sih?" Tanya Jevano kesal.
"Kita deluan, kita mau ngobrol sama Carisa" Jawab Nabila.
"Betul!" Seru Lia.
__ADS_1
Jevano pun menatap Rina yang juga menatapnya dan menghela nafasnya kasar dan memilih duduk di hadapan Carisa di sebelah Rina.
"Sama aja!" Batin Rina.
Carisa pun memperhatikan sekitarnya, menatap Rina dan Jevano secara bergantian. Carisa menyimpulkan, kalau Jevano tidak memiliki ketertarikan sama sekali pada Rina? Mungkin, hanya penglihatan.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
Naufal baru saja sampai di kelas Aurel dan juga Carisa, tentu saja Naufal mencari keberadaan mantan kekasihnya itu. Naufal khawatir pada Aurel, Naufal takut terjadi hal buruk pada mantan kekasihnya.
"Lihat Aurel gak?" Tanya Naufal pada salah satu teman sekelas Aurel.
"Gak, tadi sih sama Carisa keluar bareng. Mungkin di kantin?" Tebak siswi itu.
"Gak ada, tadi Carisa datang ke kantin sendirian" Jelas Naufal.
"Gak tau deh Fal," Ucap siswi itu mengindikkan bahunya. "Kalian bukannya udah putus ya?" Tanya Siswi itu lagi tapi Naufal tidak memperdulikannya dan meninggalkan siswa itu begitu saja, hingga membuat siswi itu mendengus kesal.
"Apa sih cantiknya si Aurel itu? Anak pembunuh juga, masih cantikkan aku kemana-mana juga" Omel siswi itu pada temannya.
Sepeninggal Naufal dari kelas Carisa dan Aurel, Naufal pun mencari Aurel di tempat di tempat sepi. Karena menurut Naufal, saat perasaan Aurel sedang tidak baik-baik saja pasti gadis itu akan mencari ketenangan sendiri menjauh dari kerumunan orang banyak.
Ketemu.
Setelah sekian lama Naufal mencari Aurel, dari ruang kesehatan, musik, klub musik, dan lan serta perpustakaan. Akhirnya Naufal pun menemukan Aurel setelah berkeliling penjuru sekolah, Naufal menemukan Aurel di rooftop sekolah.
Naufal membuka pintu atap sekolah dengan terburu-buru, dan tentu saja dengan deru nafas yang tidak beraturan. Hingga membuat Aurel membalikkan badannya karena terkejut, dan keterkejutannya itu semakin bertambah saat melihat Naufal.
"Na... Naufal," Gumamnya pelan melihat mantan kekasihnya berada di hadapannya.
"Hah... hah... Aurel? Kamu kemana aja sih?" Tanya Naufal khawatir dan berjalan mendekat pada Aurel.
Aurel pun memperhatikan Naufal yang sedang berjalan ke arahnya, Aurel melebarkan matanya terkejut.
Grep!
Naufal baru saja memeluknya, Naufal memeluk Aurel. "Kamu gak papa kan? You okay? Maaf aku baru nanya keadaan kamu sekarang," Ucap Naufal melepaskan dekapannya pada Aurel dan bertanya dengan raut wajah khawatirnya pada Aurel.
__ADS_1