How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
143


__ADS_3

Saat sudah berada di depan pintu apartemen Naufal, Aurel pun sempat menggurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Sempat berbalik hingga di depan lift, dirinya berpikir lagi dan putar balik lagi dan kembali berdiri di depan pintu apartemen Naufal.


Aurel pun menghela nafasnya kasar, "Harus masuk. Ini bukan masalah dia yang selingkuh, ini masalahnya cewe itu aja yang gatal? Oke Rel, ayo! Kamu apati bisa," Ucap Aurel menyemangati dirinya sendiri lalu memencet beberapa angka untuk membuka pintu apartemen Naufal.


Naufal memang sengaja memberikan askes masuk, kepada Aurel dengan begitu saja. Karena Naufal percaya pada Aurel, dan cintanya pada Aurel pun lebih dari kata apapun itu.


Ceklek


Sepi, batin Aurel.


Aurel pun masuk ke dalam, dan menuju dapur tekebeih dahulu untuk meletakkan box makanan yang di belinya tadi bersama Haris.


Atensinya pun tertuju pada pintu coklat tua yang sedikit terbuka, "Masih tidur?" Tanyanya sendiri.


Aurel pun berjalan pelan menuju kamar itu, di bukanya pintu coklat dan mendapati Naufal yang masih tidur di atas kasur dengan lelapnya.


Aurel pun melirik pada jam yang terdapat di kamar Naufal, yang sudah menujukkan pukul 5.34 WIB. "Udah jam segini loh? Masa dari pagi tadi gak bangun-bangun? Tepar? Teler? Apa gimana sih?" Batin Aurel dan memilih menghampiri Naufal.


"Naufal?" Panggilnya menggoyangkan tubuh Naufal, namun sang pemilik nama itu tidak bergeming sama sekali. Sehingga membuat jantung Aurel entah mengapa, berdegup dengan kencang.

__ADS_1


"Fal?" Panggil nya lagi sambil menggoyangkan tubuh Naufal.


"Ih Naufal bangun!" Pekiknya menggoncangkan tubuh Naufal kuat.


"Maaf..." Isak Naufal namun masih menutup matanya.


Aurel pun sedikit terkejut karena melihat Naufal yang tiba-tiba saja menangis, dan ini pertama kalinya di hadapannya. Entah ide dari mana, Aurel pun menyentuh kening Naufal.


"Panas," Batin Aurel.


"Iya... udah aku maafin, bangun" Ucap Aurel sambil menggoyangkan badan Naufal.


"Naufal..." ucapnya lagi namun sang pemilik nama tetap tak bergeming.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Mau makan apa Ca?" Tanya Jevano.


"Apa aja deh yang dekat kursus aja gak sih Jev? Biar dekatan, biar kita makan nya juga gak perlu buru-buru" Pinta Carisa.

__ADS_1


"Mau coba makan ayam geprek ngintil gak?" Tanya Jevano.


"Hah? Hahaha emangnya ada?" Tanya Carisa tertawa.


"Ada sayang, makan disitu mau?" Ajak Jevano.


"Yaudah... ayo deh," Ajak Carisa.


Keduanya pun segera bergegas ke tempat makan tersebut, Carisa dan Jevano juga tak lepas membicarakan hal-hal aneh saat menuju perjalanan mereka.


Ah iya, mulai hari ini keduanya akan mulai mempelajari apa yang harus mereka pelajari, untun bekal mereka nanti saat keluar negeri setelah tamat SMA nantinya.


"Gak kerasa, minggu depan kita udah ujian semester aja ya Ca?" Tanya Jevano.


"Iya kan Jev, terus libur semester ada 2 Minggu. Kamu ada rencana gak liburan kemana gitu?" Tanya Carisa.


"Mau liburan bareng gak? Sama yang lain juga, ke puncak gimana? Mau?" Ajak Jevano.


"Ya mau lah! Aku tanya Mama Papa dulu deh, kalo di izinin ya mau banget lah. Apalagi sama kalian," Ucap Carisa.

__ADS_1


"Gak sama aku hm?" Tanya Jevano mengerucutkan bibirnya gemas.


"Ahahaha gemes banget, iya sama kamu juga baby!" Ucap Carisa menyentil pipi Jevano.


__ADS_2