
"Kamu di mana?" Janpilan mengirim pesan kepada Riyanti, setelah seharian tidak melihat Riyanti di kampus maupun di warung atau cafe milik Pak kaspar tempat Riyanti bekerja.
Namun sayangnya pesan yang dikirimkan hanya centang satu abu-abu, artinya pesan tersebut belum terkirim ke penerima
"Kemana Riyanti?" gumam janpilan saat telepon pun tidak tersambung.
Janpilan khawatir karena semua masalah yang menimpa Riyanti adalah turut andil dia di dalamnya. dan juga semua yang terjadi karena ulah adik semata wayangnya Herianto.
janpilan membuang nafas kasar.
"Semua karena Heriyanto ini."gumam Janpilan sambil membuka nomor telepon sang adik
Tut.
Tut
"Hello Kak."jawab Heriyanto santai
"Kamu di mana?"
"Di rumah Kak!"
"Nggak kuliah?"
"Malas Kak!"
"Kenapa?"
"Gara-gara video kemarin banyak cewek-cewek ngejar gua.
"Bilang aja kamu malu!"
"hehehe....
"Tawa Haryanto dari seberang sana
"Cewek itu sih barbar banget Kak
"Salah kamu juga kan?"
"Disuruh pulang."
"Buat cari jodoh lagi?"
"Mana aku tahu."
"Kamu ada kontak temennya Riyanti bukan?"tanya Janpilan to the points
"Si cewek stupid itu?'
"iya!'
"Buat apa aku nyimpan nomor cewek stupid seperti itu?'
Janpilan langsung mematikan sambungan telepon selulernya kepada sang adik. Percuma nanya sama Heryanto enggak bakalan ada hasilnya gumamnya dalam hati.
saat Janpilan memikirkan Riyanti ada sebuah pesan masuk di aplikasi hijaunya.
"Mama: Jan .....sore nanti pulang ke rumah ya."
Janpilan: Ada apa ma?"
Mama: mau ngobrol sama kamu."
Janpilan: lewat telepon aja."
Mama,: kamu harus pulang kalau enggak mama coret dari kartu keluarga."
janpilan : coret aja mah nanti gantian buat sendiri
selanjutnya tak ada lagi balasan dari mamanya.
ada-ada aja sih Mama ini gumam janpilan dalam hati
saat ini Janpilan sudah berada di depan lorong kos Riyanti.Seperti kemarin Riyanti tidak mau menemuinya.
Akhirnya janpilan memilih pulang kerumah Takut Jadi anak durhaka jadi janpilan memilih memenuhi permintaan mamanya untuk pulang ke rumah.
"Katanya mau buat kartu keluarga sendiri."sindir mamanya yang sedang menonton sinetron kesayangannya melihat Janpilan pulang ke rumah.
"Iya ma!" nanti nunggu Ibu rumah tangganya dulu jawab janoilan santai sambil menyalami mamanya.
"Yang suka kentut sembarangan itu?"
"Tapi cantik kan mah."
"Cantik sih tapi jorok."
"Cuman kentut mah bukan BAB
"Tapi kan nggak sopan."
"Namanya juga kelepasan ma."
"Kamu suka banget ya sama tuh anak?"
"Begitulah ma."
"Tapi kata Heriyanto itu cuman cewek bayaran.'
sontak Janpilan menoleh kearah Haryanto yang sedang duduk santai memainkan ponselnya. Heriyanto cuek aja saat janpilan melototinnya.
"Sok tahu Heriyanto itu ma."
__ADS_1
"Heriyanto juga bilang cewek itu mahasiswa kamu."
"Iya emang dia mahasiswa Janpilan, tapi juga calon istri Janpilan ma..... jawab Janpilan sambil garuk kepala
"Sudah berapa lama menjalin hubungan?"
"4 bulan mah!"
"Yakin?'
"Iya ma!'
"Heriyanto bilang baru ketemu pagi tadi
"Ngaco." Kan dia mahasiswa Janpilan ma
"Ya udah nanti mama kenalin sama anaknya Tante meli yang anaknya cantik banget lo."
"Ma.... kan Janoilan sudah ada calon sendiri!"
"Mama nggak sanggup dikentutin mantu
Jan."ucap mamanya sambil berlalu
Janpilan mendekat kearah Haryanto
"Anak nakal kamu bilang apa sama Mama Riyanti?" tanya Janpilan sambil menjewer telinga adiknya."
"Aduh sakit Kak." Haryanto melepaskan ponsel di tangannya.
"Kamu bilang apa sama mama tentang Riyanti?"
"Nggak bilang apa-apa!"
"Jamu bilang Riyanti cuman dibayarkan?"
" hahaha kenyataan Kak?"
"Bukan urusan kamu."
" Janpilan pergi menuju kamarnya di lantai 2 meninggalkan Heriyanto yang masih mengelus-elus telinganya.
Sementara itu keadaan Riyanti sudah mulai membaik namun Riyanti belum kuat untuk bekerja, sehingga izin kepada pak kaspar. sore harinya Linda kembali datang ke kostnya Riyanti
"Riyanti
"Riyanti."
Panggil Linda saat turun dari motornya dan berlari ke kamar Yanti
krieet
"Gimana keadaan kamu Rin? udah sehat?"
sepi nggak ada kamu nggak ada teman ke kantin
"Huh dasar." Riyanti mendorong kepala Linda
"kamu sakit tapi tenaga kamu masih kuat aja Rin."
"Biarin!"
"Rin kamu tahu enggak?
"Ngak!"
Ya ampun Riyanti aku belum bilang apa-apa kok
"Oh iya ya."
puuut.
Tiba-tiba Riyanti mengeluarkan gas nya."
"Nasib nasib." teriak Linda
"Hehehe maaf ya Lin!" jawab Riyanti sambil garuk-garuk kepala.
"Kamu jadi terkenal sekarang Rin!"
"Dari dulu kan?"
"lo sekarang terkenal adalah sebagai calon istri Pak Janpilan yang cupu itu!"
"Terus?"
"Iya nggak terus terus, orang-orang aneh aja kamu yang cantik, mau sama Pak Janpilan siponi klimis
"Loh," jawab Riyanti singkat
"Kok kamu cuman oh aja Rin?
"Terus aku harus bilang apa?"
"Setidaknya terkejut gitu kek."
"Oh iya aduh terkejut Lin!"
"Nah gitu dong!"
"Satu lagi Rin!"tiba-tiba Linda kembali berteriak
"Biasa aja napa Lin?"
__ADS_1
"Gak bisa, karena ini bukan hal yang biasa."
"Maksud kamu?"
"Iya ternyata cowok yang kamu tonjok itu kemarin adik Pak janoilan.
"lah emang!"
"Kamu udah tahu?"
"Udah!"
"Terus itu mahasiswa baru pindahan ke sini seminggu yang lalu!"
"Oh."
"Dan saat ini menjadi salah satu idola mahasiswa-mahasiswi kampus kita Rin!"
"Cowok stress gitu jadi idola?"
"Iya."
"Termasuk kamu?"
"Iyalah Rin, Siapa tahu aku dapat cowok ganteng."
"Ngayal!"
"Nggak apa-apa daripada kamu dapat cowok udah tua poni klimis lagi."
"Hmmm," Riyanti hanya menghela nafas kasar
Kring
Kring
Kring
Suara panggilan telepon Linda mengagetkan mereka dari nomor yang tidak tersimpan di kontak nya.
"Hello dengan Linda disini,"jawab Linda sambil mengaktifkan loudspeaker ponselnya.
"Ini saya Pak Janpilan
mata Linda terbelalak saat tahu yang menghubungi dirinya Pak Janpilan
"Oh iya pak Ada apa ya pak?"tanya Linda takut
"Kamu tahu Riyanti?"
"Tahu Pak."
"Dimana dia sekarang?'
"Di samping saya Pak." jawab Linda tanpa memperdulikan Riyanti yang sedari tadi memberi kode agar Linda menjawab tak tahu.
"Kalian nggak kuliah?"
"Riyanti sakit pak bapak nggak mau besuk gitu?"
"Sakit apa?"'
"Sepertinya sakit hati Pak!"
"Kok sakit hati?"
"Iya wajahnya pucat banget pak."
"Sekarang berhentinya di mana.?"
"Di sini pak
"Saya mau bicara!"
"loh Dari tadi Bapak ngapain?"
"Maksudnya?"
"Bapak bilang enggak bicara bukannya dari tadi Bapak sudah bicara ya?"
"Saya bicara sama Riyanti bukan sama kamu."
"Oh kata Riyanti silang tangan Pak."
"Apa sih maksud kamu Rin?" dari tadi silang-silang tangan mulu!" tanya Linda bingung sedangkan Pak Janpilan hanya menghela nafas mendengar Linda bertanya kepada Riyanti.
"Aku ah gelap."jawab Riyanti jengkel
"Masih terang lo Rin."Linda nggak mau kalah
" Otak aku yang udah gelap."
"Emang otak ada yang warna gelap ya?" gumam Linda.
"Hello!"kembali Pak Janpilan bersuara
"Iya Pak masih aktif rupanya telepon ini.
"Bapak ke sini aja deh lihat sendiri Riyanti Pak kayaknya masih sakit."
"Baiklah saya kesana."
"Oh iya pak kalau ke sini jangan lupa bawain makanan ya" saya dan Riyanti belum makan pesan Linda.
__ADS_1
"Sedangkan Riyanti hanya memegang kepala yang terasa pusing dengan tingkah Linda.