Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
JANPILAN JUNIOR


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu, Janpilan dan Riyanti sudah merasa puas menghabiskan masa bulan madunya di pulau Dewata Bali. Riyanti dan Janpilan tampak bahagia.


"Sayang apa kamu bahagia hidup bersamaku?"


"Tentu dong sayang!" namanya juga hidup bersama dengan pria yang aku cintai, tentu aku bahagia dong." ucap Riyanti sambil mengalungkan tangannya dileher jenjang Janpilan.


"Benarkah kamu sangat mencintaiku sayang?"


"Mas tidak perlu ragu, cinta Riyanti hanya untuk mas seorang." sahut Riyanti sambil mengecup bibir ranum suaminya.


"Kamu sudah semakin pintar menggoda ya sayang"


"Memangnya siapa yang menggoda Mas?"


"Kamu sudah mulai pintar cakap dan menggoda Mas."ucap janpilan sambil mengembangkan senyumnya. Ia sangat bersyukur memiliki istri seperti Riyanti yang benar-benar sangat cinta kepadanya.


"Mas jika kita sudah kembali ke Jakarta apakah kita masih tetap tinggal di rumah utama?"


"Tidak sayang kita tinggal di rumah yang sudah Mas sediakan untuk kamu dan untuk keluarga kecil kita.Kita hidup bersama anak-anak kita kelak di sana.


"Kamu serius?"


"Iya sayang!"


"Apa kamu tidak senang hidup hanya berdua dengan mas? dan anak-anak kita kelak?"


"Senang banget sayang justru Riyanti ingin meminta Mas membawa Riyanti tinggal berdua sama mas."


"Kita akan memulai rumah tangga kita sayang, Mas harap Jangan pernah kamu meninggalkan Mas dalam situasi apapun!"ucap Janpilan memohon kepada istrinya.


"Kamu tenang saja mas tidak ada sedikitpun terlintas di pikiranku untuk meninggalkan mas. karena Hidup ini tidak ada artinya kalau tidak ada Mas disamping Riyanti.


"Terima kasih sayang yang kamu benar-benar wanita yang sangat mengerti dengan mas."


"Sama-sama Mas!"ucap Riyanti kepada suaminya.


"Mas kita kapan akan kembali ke Jakarta?"


"Besok sayang karena pesta pernikahan Haryanto dan Felisha akan diadakan lusa. ucap janpilan kepada istrinya.


"Aduh Riyanti jadi tidak sabar kita hidup bersama di Jakarta Mas, Ingin rasanya Riyanti melakukan tugas seorang istri di sana.


"Mas kalau kita sudah kembali ke Jakarta Mas masih tetap mengajar di kampus?"


"Memangnya kenapa sayang?"


"Tidak apa-apa hanya ingin bertanya saja." takutnya nanti mas tergoda dengan mahasiswi yang lebih cantik dari Riyanti.


"Jangan berpikir negatif seperti itu sayang dari dulu juga banyak wanita cantik di sana, tapi hatimu hanya untuk kamu seorang.


"Beneran ya Mas!" jangan pernah ada wanita lain dihati Mas selain Riyanti."

__ADS_1


"Kamu tenang saja Sayang!" tidak perlu khawatir mengenai itu. Yang Mas khawatir kan kamu.


"Kenapa dengan aku Mas?"


"Karena kamu kamu masih sangat muda dan cantik. Sementara Mas sudah berumur. tentunya masih banyak laki-laki yang ingin melirik kamu apalagi kamu sangat cantik dan pintar.


"Itu hanya menurut kamu saja Mas!" belum tentu juga orang menilai Riyanti seperti itu.


"Tentu benar dong Sayang!" buktinya Haposan dan Rian mencintai kamu.


"Sudahlah mas ngapain sih membahas mereka?" lebih baik kita bahas kehidupan kita yang akan datang." ucap Riyanti


"Iya Mas akan berhenti membahas ini kalau kamu berjanji sama mas tidak ada laki-laki lain di hatimu selain mas seorang.


"Iya suamiku sayang?" yang ada di hati ini tidak akan ada laki-laki lain selain suamiku yang paling tampan ini." ucap Riyanti sambil langsung mencium wajah tampan suaminya yang mampu membuat janpilan benar-benar semakin terpesona kepada Riyanti


****


Sementara di tempat lain Felisha dan Haryanto sudah tampak sibuk mempersiapkan pernikahan Mereka. Felisha dan Heriyanto tampak grogi. Felisha tidak menyangka kalau dirinya menikah secepat ini. Padahal Ia ingin sekali meraih cita-citanya terlebih dahulu baru menikah. Tetapi karena kesalahan yang tidak sengaja mereka lakukan sehingga membuat Felisha harus menikah sebelum dirinya meraih cita-citanya.


"Kamu lagi apa sayang?"


"Tidak lagi apa-apa?"


hanya menikmati pemandangan yang ada di sini." ucap Felisha sambil memandang taman yang ada ada di taman belakang.


"Jangan ngelamun terus sayang tidak bagus untuk bayi kita."


"Apa itu sayang?"


"Aku ingin makan itu!"ucap Felisha sambil menunjukkan ke arah mangga muda yang ada di taman belakang


"Tapi itu masih mentah sayang?"


"Iya tapi Sepertinya enak sekali?"


"Kamu beneran ingin memakannya?"


"Iya mas!" Kalau mas tidak mau ngambilnya Memangnya Mas mau anak kita nanti ileran?"


"Tentu tidak dong Sayang!"


lalu Haryanto pun langsung memanjat pohon mangga yang ada di taman belakang ia berusaha memenuhi permintaan Felisha mengingat Felisha sedang hamil anak dari Heriyanto.


"Ini Sayang segini sudah cukup?"


"Sudah Mas!" ucap Felisha sambil senyum sumringah dan memeluk Heriyanto karena dirinya bahagia Haryanto memenuhi permintaannya.


"Terima kasih Mas!"


"Sama-sama sayang!" lalu Felisha langsung mencuci mangga yang telah diambil oleh Haryanto. Felisha memakannya dengan lahap.

__ADS_1


"Sayang Apa itu tidak asam?"


"Tidak enak banget malah!"ucap Felisha membuat Haryanto menggelengkan kepalanya. Felisha yang memakan mangga muda tetapi Heriyanto yang menelan salivanya.


"Kalian lagi ngapain Di Sini?"tiba-tiba tante mira datang menghampiri Felisha dan Haryanto.


"Ini mom, Felisha memakan mangga muda Apa itu tidak membahayakan janin nya?"


"Tidak sayang itu permintaan dari bayi kalian


"Tapi Haryanto rasa itu sangat asam Mom!"


"Iya tidak apa-apa sayang Mami juga seperti itu dulu waktu hamil kamu."


"Serius mom?"


"Iya ngapain juga bohong."


Haryanto menggelengkan kepalanya membayangkan tante Mira dan Felisha makan mangga muda yang menurutnya itu sangat asam. Tetapi Felisha memakannya dengan lahap.


"Aneh-aneh saja wanita hamil ini?"ucap Haryanto dengan nada kecil


"Makanya kamu pikir seorang wanita itu mudah apa?"gerutu tante Mira kepada Haryanto


"Iya mom!" berat juga menjadi seorang wanita!"


"Jadi kamu baru menyadarinya!"


Haryanto menganggukkan kepalanya membuat tante Mira menjewer telinga Putra bungsunya.


"Pantas saja selama ini sesukamu kepada wanita. Ternyata kamu tidak mengetahui pengorbanan seorang wanita itu seperti apa."ucap tante Mira kepada Putra bungsunya.


"Aduh Mom!" sakit lepasin dong!"


"Makanya kalau jadi laki-laki itu harus benar-benar menyayangi wanita Karena Wanita itu sudah rela mengorbankan jiwa raganya untuk seorang pria." ucap tante Mira kepada Haryanto. Membuat Felisha mengembangkan senyumnya karena dirinya merasa mendapat dukungan dari sang ibu mertua.


Heriyanto tidak bisa melawan. Ia hanya bisa mengangguk.


Sementara di tempat lain Janpilan dan Riyanti sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta.


"sayang semoga setelah kita kembali dari sini sudah ada tumbuh Janpilan junior di sini ya." ucap Janpilan kepada Riyanti sambil mengelus perut Riyanti


Riyanti mengembangkan senyumnya. Ia pun sangat berharap kalau pernikahan mereka akan segera dikaruniai anak.


"Iya Mas...."Riyanti juga menginginkan seperti itu."


"Kalau begitu kita harus lebih berusaha dong untuk membuat Janpilan junior."ucap Janpilan kepada Riyanti yang mampu membuat Riyanti bergidik ngeri.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2