
Felisha kecewa dengan sikap Heriyanto akhir akhir ini terhadapnya. Bahkan Heriyanto kurang memperhatikannya. Berbeda sat mereka bersama sebelum Rossi melakukan. kejahatan itu kepada mereka. Ada rasa dendam yang amat dalam dibenak Felisha terhadap Rossi.
"Seandainya kejadian itu tidak terjadi maka aku tidak akan merasakan pernikahan karna terpaksa ini." gumam Felisha dala hati.
"Kamu kenapa masih bengong sayang?" tanya Heriyanto kepada Felisha.
Felisha hanya menggelengkan kepalanya Ia tidak memberitahu kalau dirinya akan membalas perbuatan Rossi terhadapnya.
"Sayang apa yang kamu pikirkan?
"Tidak ada!"
"Kamu bohong!"
"Tidak!" tepis Felisha sambil langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Sayang mau kemana?"
"Mau kedapur." sahut Felisha dengan singkat
Heriyanto mengikuti Felisha kedapur. Ia takut kalau Felisha berbuat nekad.
"Kamu kenapa mengikuti aku kedapur?"
"Tidak apa apa aku hanya mau minum saja." sahut Heriyanto berbohong dan berpura pura mengambil air minum.
Felisha mengabil rujak yang dibeli pak satpam kepdanya. Karna sebelumya Felisha sudah menyuruh pak satpam untuk membeli rujak yang ada didepan komplek.
"Apa itu sayang?"
"Rujak!"
"Dari mana?"
"Aku titip sama pak satpam."
"Loh kok mangga dan kedondong semua?" apa tidak asam sayang?"
"Tidak kok!" enak bangat malah ucap Felisha
"Mas mau tidak?" nih ambil
"Tidak sayang." ucap Heriyanto ia sudah menelan Silva nya karna melihat Felisha memakan buah mangga muda dan kedondong begitu lahap.
"Serius tidak asam sayang?"
"Ia makanya enak bangat!" kalau mas mau ambil saja." tawar Felisha kepada calon ayah dari anak yang ia kandung.
****
Di Bali Janpilan dan Riyanti tampak bahagia, seolah mereka tidak memiliki beban pikiran sama sekali. Mereka sama sama menikmati bukan madu mereka. diumur Janpilan yang sudah menginjak tiga puluh delapan tahun, baru menikah membuat janpilan sangat bahagia menemukan tambatan hatinya yang ia idamkan wanita seperti Riyanti wanita polos dan tidak glamor seperti wanita lain yang ia kenal sebelumnya.
"Sayang!" kamu tau tidak mas bahagia bangat menikah dengan kamu. Rasanya mas sangat beruntung dapat bersanding dengan kamu." ucap Janpilan kepada Riyanti sambil mengecup kening Riyanti. karna dirinya benar benar bahagia menikah dengan Wanita yang sangat ia cintai.
__ADS_1
"Riyanti juga sangat bahagia menikah dengan mas." ucap Riyanti sambil mengecup bibir manis suaminya. yang beru dua hari sah menjadi suaminya.
Diluar hujan rintik rintik sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk sekedar berjalan jalan di kawasan pantai di Bali
"Sayang diluar hujan." ucap Janpilan sambil memeluk Felisa.
"Iya gimana ya mas kita tidak jadi dong jalan jalan." ucap Felisha sambil memanyunkan bibirnya.
"Jangan manyun gitu ah!" mas jadi gemas lihatnya." ucap Janpilan sambil langsung mengecup bibir manis Riyanti.
"Nanti aja kita jalan jalanya, sekarang mas ingin berjalan jalan di sini dulu." ucap Janpilan sambil langsung meraih tubuh sang istri ke pangkuannya.
"Mas mas tidak capek apa?"
"Ini saja masih sakit loh suamiku sayang." ucap Riyanti memberitahu kalau di bagian sensitifnya masih sakit akibat gempuran tiga ronde yang mereka lakukan tadi malam sampai mereka melewatkan makan malam.
"Mas Riyanti lapar!" apalagi tadi malam mas menggempur ku habis habisan." ucap Riyanti membuat Heriyanto langsung cengengesan.
"Jujur mas sangat bahagia tadi malam sayang sehingga lupa waktu." ucap Janpilan.
"Mas kita sarapan yuk!" sudah lapar bangat nih."
"Ya sudah biar mas pesan dulu ya!" ucap Janpilan. Belum sempat Janpilan memesan makanan Bu Alina istri dari penjaga villa mereka langsung mengetuk pintu kamar mereka.
Janpilan langsung membukakan pintu dan betapa terkejutnya kalau Bu Alina sudah berada di Villa. Padahal baru jam tujuh pagi.
"Ada apa Bu?"
"Sarapannya sudah siap den!" nanti kalau ada apa apa panggil ibu di taman belakang ya den?" ucap Bu Alina sambil berlalu dari hadapan Janpilan.
"Mas kita berapa lama disini?"
"Terserah kamu sayang!"
"Tapi bagaiman dengan pekerjaan mas dan magang aku?"
"Semuanya sudah diatur sama papi dan asisten mas!" ucap Janpilan.
"Tapi bagaimana dengan kuliah aku nanti mas?" apa Riyanti masih bisa kuliah nanti?"
"Tentu dong sayang." ucap Janpilan.
Dengan telaten menyendok makanan kepiring suaminya.
"Segini cukup mas?"
"iya!" nanti kalau kurang ditambah."
Mereka menikmati sarapan pagi di Villa, karna hujan semakin lebat sehingga mereka menunda niat mereka untuk jalan jalan keliling Bali.
"Mas kok semenjak kita tiba di sini, kok hujan Melulu sih?" ucap Riyanti.
"Itu berarti Tuhan menghendaki kita lebih kerja keras membuat janpilan junior hari ini sayang." ucap Janpilan sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Mas Mesum melulu!"
"Mesum sama istri kan tidak apa-apa!" ucap Janpilan merasa menang.
"Terserah Mas aja deh!"mau bilang apa dilawan juga tidak ada menangnya.
"Pokoknya kamu harus kuat makan, supaya ada tenaga nanti membuat janpilan junior."ucap janpilan sambil tersenyum.
hari itu mereka terpaksa menunda rencana perjalanan mereka. Karena hujan di luar semakin lebat.
"Suasana seperti ini enaknya, buat Janpilan junior." ucap janpilan kepada istrinya.
Riyanti hanya tersenyum melihat mimik suaminya yang begitu bahagia dan berseri-seri.
Iya bersyukur jika suaminya bahagia menikah dengannya.
"Mas apa Heriyanto dan Felisha akan menikah bulan ini juga?"
"Tidak sayang mereka menikah dua minggu lagi.
"Tapi mengapa mereka menikah secara buru-buru seperti kita?"
"Sebenarnya seharusnya mereka yang lebih dulu menikah daripada kita sayang!
"Papi mengapa jadi kita duluan Mas?"
"Karena Mas Kakak tertua sehingga Papi dan Mami menikahkan kita terlebih dahulu baru mereka.
"Tapi kan Mereka duluan yang berencana Mas?"
"Iya tapi kan nggak ada salahnya kita menikah duluan karena kita sama-sama saling mencintai!"iya kan sayang?"
Riyanti menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan pendapat suaminya.
"Iya tapi Riyanti masih penasaran Mengapa tiba-tiba Haryanto menikah dengan Felisha
"Ada sesuatu hal yang membuat mereka harus menikah agar tidak membuat malu keluarga besar kita.
"Apa itu mas?"
lalu jangan bilang pun menceritakan segala sesuatu yang ia ketahui agar istrinya tidak terus bertanya terhadapnya.
"Serius kamu Mas?"
"Kok Rossi tega banget sih ngelakuin itu semua?"ucap Riyanti yang merasa Rossi terlalu tega melakukan hal itu kepada adik iparnya.
"Jujur Rossi memang rivalku di kampus tapi aku tidak menyangka dia mampu melakukan hal senekat itu." ucap Riyanti
"Kenapa tidak? dia aja melakukan hal kriminal kepadamu!" kamu saja sayang yang selalu berbaik hati memaafkannya." ucap Janpilan kepada istrinya.
"Tapi mas!" apa salah Heriyanto sehingga Rossi melakukan seperti itu kepadanya?"
"Yang Mas dengar selama ini Rossi mencintai Hariyanto tapi Heriyanto tidak pernah membalas rasa cintanya dan malah jadian sama Felisha sehingga ia nekat melakukan hal seperti itu."ucap Janpilan kepada istrinya.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏