
" Ma.....maafin Naira Bu! ucap Naira sembari memegangi kedua daun telinganya.
Ibu Anjani menatapnya dengan tatapan tajam.
Ia pun tidak memarahi putrinya tetapi sedikit kesal kepada putrinya yang tidak memperhatikan Kan pekerjaannya.
"Sudah kamu kerjakan aja yang lain. Lain kali jangan diulangi lagi perhatikan sekelilingmu Jika kamu mengerjakan sesuatu." ujar Ibu Anjani kepada Naira.
"Baik bu!" sahut Naira sembari langsung berlalu dari hadapan Bu Anjani dan kembali ke dapur untuk membantu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman om Andruw dan tante Mira.
Felisha dan Haryanto pun tampak antusias memberi selamat kepada Linda dan juga Reihan. Mereka tampak bahagia melihat Reihan sudah menikah.
"Sekarang tinggal Kak Randy lagi deh, kapan kakak akan menyusul?" ucap Heriyanto membuat Randy kesal dan langsung meninggalkan Haryanto begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Heriyanto dan berlalu ke dapur.
Randy berniat untuk menenangkan dirinya di dapur. Tanpa Ia sadari Naira berada di sana untuk membantu membersihkan piring bekas makanan para kerabat yang hadir di acara akad nikah Reihan dan Linda.
"Loh Om kok ada disini?
"Memangnya saya salah ya kemari?
"Tidak sih Om!" cuman nggak bagus kalau Om berada di sini nanti badan Om menjadi bau sama seperti kami." ucap linda sambil nyengir.
"Memangnya kamu bau?
"Tidak juga!"
"Terus kenapa kamu bilang kamu bau?
"Memangnya Om tidak lihat yang di sini kami bersihkan yang jorok semua,
"Itu tidak jorok cuman bekas makan, ralat omongan kamu."
"Hadeeeeh..... ribet banget sih ngomong sama Om.
"Kamu panggil saya apa tadi?
"Panggil Om!"ucap Naira tanpa merasa bersalah.
"Memangnya Sejak kapan saya menikah dengan tante kamu sehingga kamu memanggil saya Om?
"Aneh deh jadi Naira harus manggil apa dong?
"Terserah Jangan manggil saya Om "Memangnya saya sudah benar-benar kelihatan tua ya sama seperti yang dikatakan mereka? tanya Randy dengan nada sangarnya.
"Ngak juga sih masih tampan!" Tapi kok songong ya?"
"Apa kamu bilang?
"Kamu ngatain saya sombong?
"Nah itu apa?
"Dasar bocah!'
"Bocah sih bocah tapi sudah bisa bikin anak kali." ucap Naira asal membuat Randy semakin ingin mengerjai Naira.
"Eh bocah kecil kamu tidak tahu siapa saya?
"Bodoh amat Om siapa!
"Kamu benar-benar ya!
"Ah capek deh ngurusin Om.
"Eh kan saya sudah bilang jangan panggil saya Om. Memangnya Sejak kapan saya menikah dengan tante kamu sehingga kamu memanggil saya Om. Apalagi saya belum menikah
"Hah....a....."
__ADS_1
"Belum menikah?
"Terus kenapa sih situ belum menikah?
"Apa urusan kamu?
"Iya Jadi urusan saya lah secara tadi Om ngasih tahu sama Naira Kalau Om itu belum menikah.
"Memangnya kalau saya belum menikah kamu Kira saya itu tidak laku?
"Emangnya siapa yang ngomong om tidak laku?
"Tidak ada juga kan?
"Dasar bocah tidak mau kalah.
"Bodoh amat." ucap Naira sembari tetap mengerjakan pekerjaannya melihat interaksi antara Randy dan juga Naira, asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman om Andruw dan tante Mira pun terkekeh.
"Jangan-jangan kalian jodoh."Timpal bi Amina
"Ogah gue jodoh sama om-om seperti dia ." ucap Naira
"Emangnya siapa juga yang mau menikah sama Bocah tengil seperti kamu!"
"Siapa juga yang mau menikah sama om-om seperti kamu?" ucap Naira sembari langsung meninggalkan Randy berada di dapur.
"Dasar Bocah tengil." umpat Randy.
Naira tidak memperdulikan ocehan dari Randy Ia pun langsung berlalu sembari mengibaskan rambutnya yang diikat ekor kuda.
"Iih kesal banget sih semua orang bikin Saya kesal." umpat Randy. Randy berniat ingin segera meninggalkan rumah utama keluarga Om Andruw. Tetapi Om Andruw menahan nya karena para kerabat dan tamu yang ikut menghadiri akad nikah Reihan belum pulangan.
"Kenapa itu muka ditekuk seperti itu?
"Semua orang di sini bikin kesal!"
"Memangnya Kenapa Kak?
"Memang seharusnya itu harus Kakak pikirkan Karena tidak selamanya Kakak melajang seperti ini." ucap Reihan kepada Randy membuat Randy pun menjadi kesal kepada adiknya. Tiba-tiba Naira berlari ke arah Linda yang tepatnya berada di dekat Randy juga.
"Hai Kakak Linda Chubby ku..... , upsss salah sudah tidak chubby lagi ternyata." ucap Naira sembari terkekeh.
"Hai Naira cantik Sayang.....! kamu kapan kelarnya sekolah?
"Sudah kelar baru siap ujian UN.
"Oh ya terus kamu mau lanjut ke mana?
"Belum tahu rencananya seperti kak Riko.
"Wow hebat dong kamu!" secara kan kamu pintar seperti Riyanti.
"Ah Kakak bisa aja, pintaran Kakak lagi dapat laki seperti Kak Reihan. ucap Naira sembari tertawa ngakak. Hal itu membuat Randy semakin kesal melihat Naira. Ia mengira kalau Naira menertawakan dirinya. Padahal Ia tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh Riyanti dan juga Naira.
"Oh iya Kak Selamat ya atas pernikahan Kakak dan kak Reihan. Doain Naira juga dapat jodoh seperti kalian." ucap Naira berniat bercanda.
"Memangnya kamu berniat untuk menikah muda?
"Tidak juga sih Kak tapi kan namanya juga keinginan. ucap Naira sambil nyengir.
"Apa lo lihat-lihat gue?
"Eh....Siapa juga yang lihat om tidak perlu sok ke-pd-an deh." ucap Naira sambil menjulurkan lidahnya.
"Kamu jadi perempuan tidak ada lembut-lembut nya."
"Situ yang mulai duluan."
__ADS_1
"Ah sudahlah ngomong sama bocah seperti lo pening kepala saya." ucap Randy sembari langsung berlalu dari hadapan Reihan, Linda dan juga Naira.
"Dia Kenapa sih Kak? dan itu siapa? tanya Naira kepada Reihan dan juga Linda.
"Dia itu kakak saya."
"Hah....h....Kok beda amat?
"Bedanya di mana?
"Tuh orangnya songong sementara Kakak baik, ramah lagi. Makanya Kak Linda klepek-klepek sama kakak iya kan!"
"Ihhhh.... kamu sok tahu!" Timpal Linda
"Kalau kakak tidak klepek-klepek sama Kak Reihan Pasti kakak tidak menikah dadakan sama Kak Reihan seperti ini." ucap Naira kepada Linda yang tidak mengetahui pokok permasalahan sebenarnya.
"Ah terserah kamu lah ngomong apa yang penting awas kalau kamu macam-macam." ucap Linda
"Naira mana mau macam-macam. Naira cukup satu macam." ucap Naira sembari langsung meninggalkan Linda dan juga Reihan di sana. Membuat Reihan pun menggelengkan kepalanya.
"Dia adiknya Riyanti kan?
"Iya!" sahut Linda singkat
"Sama ya seperti Riyanti kocak sama seperti kamu juga."
"Memangnya Linda kocak?
" Hmmmm......
"Mas bisa aja deh, sepertinya Linda wajahnya seperti ditekuk melulu."
"Itu kan menurut kamu, Tapi menurut orang lain tidak seperti itu."
"Randy yang merasa kesal melihat Naira pun langsung bertanya kepada Riyanti.
"Kakak ipar itu adik kakak kan?
"Yang mana?
Randy langsung menuju ke arah Naira.
"Memangnya kenapa dengan adik aku?
"Kok beda jauh sama kakak ya?
"Beda jauhnya di mana?
"Dia jahil orangnya sementara Kakak berbeda."
"kamu belum tahu saja kayak mana kejahilan ku. tanya tuh sama mas Janpilan."ucap Riyanti sembari terkekeh.
"Serius Kakak seperti dia juga? tapi Janpilan kok cinta Bangat sama kakak?
"Kamu belum tahu aja sifat Riyanti dan Naira kalau kamu mengenal mereka pasti kamu akan klepek-klepek." ucap Janpilan kepada Randy.
"Ah elu Bro ngomong ngelantur.
"Makanya Tak kenal maka Tak Sayang, kenalan dulu dong baru kamu menilainya."ucap Randy.
"Bocah kecil itu sudah mengataiku sedari tadi."
"Memangnya dia ngatain kamu seperti apa?
"Dia manggil gue Om."
"Emang lo sudah layak Om Om." ucap Janpilan sembari tertawa ngakak membuat Randy semakin kesal.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏