Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Merasa Terhina


__ADS_3

Ketika Bi Aminah memberikan baju ganti untuk Riyanti, Riyanti merasa bingung. Ia tidak tahu Janpilan sudah menyediakan baju ganti untuk Riyanti.


"Terima kasih ya bi!"


"Sama-sama non!"


Lalu bi Aminah berlalu dari kamar Tamu tempat Riyanti menginap. Sementara Riyanti langsung masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.


"Huh!" tau darimana pak Janpilan ukuran aku?" kok bisa pas?" pertanyaan itu timbul di benak Riyanti. Tetapi ia tidak mau ambil pusing. Setelah melakukan ritual mandinya Riyanti langsung memakai pakaian baju ganti yang diantar oleh Bi Aminah terhadapnya.


Sementara pak Janpilan sudah selesai membersihkan diri dan kembali ke ruang tengah.


"Aku tidak akan membiarkan hidupmu menderita kamu sudah memporak porandakan hatiku!" gumam Pak Janpilan dalam hati.


Pak Janpilan menunggu Riyanti di ruang tengah, sebelum mereka sarapan.


Riyanti yang sudah selesai melakukan ritual mandinya dan tampak sudah rapi. Riyanti pun turun ke bawah menghampiri pak Janpilan


"Pak Riyanti mau pulang ke Kost!"


"Ngapain?"


"Loh pertanyaan bapak kok aneh?" namanya juga ke kost sediri ya mau ngapain lagi.


"Sudah disini aja dulu. "


"Tapi pak!"


"Pakaiannya pas kan?" tidak longgar dan tidak kesempitan?"


"Ia pas!" tapi bapak tau darimana ukuran saya?"


"Hanya melihat kamu saja aku sudah bisa menebak ukuran baju kamu."


"Termasuk juga dengan pakaian dalam yang aku pakai?"


Pak Janpilan tidak menjawab ia hanya diam dan beranjak dari tempat duduknya.


"Sudah lah kita sarapan yuk!"


ucap pak Janpilan untuk menghindari pertanyaan Riyanti.


Riyanti mengikuti Pak Janpilan ke ruang makan. Disana Bi Aminah sudah tampak sibuk menghidangkan sarapan.


"Silakan den.... non!" makanannya sudah siap." ucap Bi Aminah mempersilahkan Janpilan dan Riyanti sarapan pagi yang sudah ia sediakan.


"Terima kasih Bi!"


Hari itu hari yang membosankan buat Riyanti ia sama sekali tidak diperbolehkan oleh Pak janpilan keluar dari rumah. Pak Janpilan hanya menatap Riyanti sambil membaca buku mata kuliah yang biasa ia ajarkan. Sementara rianti menikmati menonton sinetron yang tayang disalah satu televisi swasta, yang ada di ruang tamu.


Tiba-tiba suara mobil masuk ke pekarangan rumah Pak Janpilan


Riyanti sama sekali tidak mengetahui kalau yang datang itu adalah Heryanto sang adik kandung dari Janpilan. Ia terus saja menikmati siaran televisi yang ia tonton.


Hariyanto menyelonong masuk saja tanpa memperhatikan kehadiran Riyanti di ruang tamu.


"Eh den Hery!" sapa bi Aminah.


"Iya kakakku ada!"


"Ada den!"


"Dimana?"


"Ada di ruang tamu!"


"Memangnya ada Tamu ya bi?"


"Ada den!"


"Siapa?"

__ADS_1


"wanita cantik!"


"Masa sih?"


"Iya Den ceweknya geulis pisan!"


"Serius Bi?"


"Iya Den!" ngapain bibi bohong!"


lalu Hariyanto langsung menuju ruang tamu ia melihat Janpilan sedang asyik membaca buku. betapa terkejutnya Haryanto melihat kehadiran Riyanti.


"loh kamu Kok bisa disini?"


Riyanti tidak menjawab iya terus saja asyik menikmati sinetron kesayangannya yang tayang di salah satu TV swasta di Indonesia.


"Kak! Riyanti Kok bisa disini pagi-pagi begini?"


"Apa urusan kamu?"


"Ya penasaran aja Kenapa wanita bar-bar ini bisa ada di sini pagi pagi.!


"Jaga ucapanmu!"


"Iya memang dia wanita barbar kan?"


"Kalau dia bukan wanita bar bar mana ada di dunia ini seorang wanita kentut sembarangan." ucap Haryanto tanpa memikirkan perasaan Riyanti dan juga pak Janpilan di sana.


"Sudah kamu selesai menghina saya?"


"Saya juga tidak Sudi menginjakkan kaki di rumah ini."


"Buktinya kamu ada di rumah kakak saya!"


"Tanya sendiri kepada kakak mu!"


ucap Riyanti sambil beranjak dari tempat duduknya keluar dari rumah Pak janpilan. Riyanti pergi begitu saja kembali ke kosnya.


Hal itu membuat janpilan semakin emosi Melihat Heriyanto adik kandungnya


"Kamu bisa diam gak sih?' ikut campur aja urusan Kakak."


"Aku kan hanya tanya ngapain wanita bar bar itu ada di sini pagi-pagi?"


"Kan sudah saya bilang, itu bukan urusan kamu."


"Jangan-jangan dia menggoda kakak."


"Dia bukan wanita seperti itu Haryanto."


"Jangan bilang Riyanti menginap di sini tadi malam.


"Kalau menginap juga apa urusan kamu?"


"Kak apapun ceritanya Mami tak akan setuju Kalau kakak sama Riyanti


"Karena Mami belum mengenalnya!"


"Mami masih tidak terima dikentutin sama Riyanti


"Kan dia tidak sengaja."


"Yang pasti mami tak akan setuju!"


"Terserah kamu!"


Pak Janpilan langsung berlari menuju gerbang rumahnya. Berharap ia masih bisa mengejar Riyanti. Tetapi pak Janpilan sudah terlambat. Riyanti sudah pergi naik angkot menuju kosnya. padahal Riyanti lupa kalau baju dan tas miliknya yang digunakan sebelumnya tinggal di rumah Pak Janpilan.


"Aduh bodoh banget aku bajuku kan masih tinggal di sana sama tasku!" gumam Riyanti dalam hati merutuki dirinya.


"Ah sudahlah males juga berdebat dengan berdebat sama laki laki seperti mama rempong." gumam Riyanti

__ADS_1


*****


Esok harinya Riyanti berjalan menuju kampus. Ia sengaja pergi lebih awal agar dirinya bisa lebih santai berjalan kaki menuju kampus. Jarak antara kost nya dengan kampus lumayan jauh sekita satu kilometer. Tetapi Riyanti setiap hari berjalan kaki pulang pergi ke kampus.


diperjalanan Rian yang melihat Riyanti berjalan sendirian, langsung menghentikan motornya.


"Rin!" panggil Rian


Riyanti menoleh kearah suara yang memanggil namanya.


"Eh kamu Rian!"


"Naik yuk!" kita bareng


"Tidak usah Rian!" tinggal dekat lagi kok."


"Ayolah masih lumayan jauh loh!" ajak Rian sedikit memaksa.


Riyanti pun akhirnya naik ke motor Rian.Rian langsung melajutkan motornya menuju kampus.


"Kamu setiap hari jalan kaki dari tempat kos mu ke kampus?"


"iya!"


"Memangnya kamu tidak capek?"


"Hitung-hitung olahraga!"


"Jujur loh hanya kamu mahasiswi yang aku kenal tidak gengsi jalan kaki."


"Ngapain Kita harus gengsi kalau kita tidak punya."


Rian hanya terdiam mendengar jawaban polos dari Riyanti.


"luar biasa pemikiran ini cewek."gumamnya dalam hati sambil memarkirkan motornya yang sudah tiba di kampus.


"Rian Terima kasih ya kamu sudah memberikan tumpangan untukku!"


"Ah kamu Rin!" gitu aja ngucapin terima kasih!"


"Nanti pulang dari kampus kita bareng ya!"ucap Ryan kepada Riyanti.


Riyanti hanya mengembangkan senyumnya ia tidak menjawab sama sekali. tiba-tiba Linda datang menepuk punggung Riyanti dari belakang.


"Rin Kamu dari mana aja sih? Aku dari kost mu semalam kamunya tidak ada!'


"Iya aku Ada urusan sedikit!"


"Emang penting?"


"penting gak penting sih!" ucapkan Yanti sambil cengengesan


Tanpa Riyanti sadari, Janpilan dan Heriyanto sudah memperhatikan gerak-gerik Rian dan Riyanti yang baru tiba di kampus.


"Mereka pacaran ya kak?"


"Tidak tau!"


"Tapi kok kompak bangat?"


"Tanya aja sendiri! kepo bangat sih urusan orang!" ucap Janpilan ketus sembari langsung meninggalkan Heriyanto disana. menuju ruangan pak Janpilan.


"Huh.... bilang aja kakak jeles." ucap Heriyanto dengan setengah berteriak.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya teman outhor, cerita seru loh.


__ADS_1


__ADS_2