
Riyanti sama sekali tidak menjawab Janpilan.Ia hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh arti. Sejujurnya hati Riyanti begitu bahagia ketika mendengar dirinya mengandung benih cintanya dengan Janpilan.Tatapi disisi lain Riyanti tidak begitu yakin dengan cinta Janpilan terhadapnya.
"Sayang kamu makan ya?" ucap Janpilan agar Riyanti memakan makanan yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Riyanti sama sekali tidak berselera melihat makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
"Tidak mas!" Riyanti tidak selera makan."
"Kenapa sayang?"
"Tidak tau mas!" sepertinya Riyanti sangat mual dan mau muntah mencium aroma makanannya.
"Ya sudah kamu mau makan apa sayang?
Riyanti menggelengkan kepalanya.
"Jangan begini dong sayang, nanti kamu sakit loh, Ingat bayi kita sayang." ucap Janpilan kepada Riyanti.
"Tapi Riyanti pengen muntah aja mas."
Janpilan tak bisa memaksa Riyanti karna memang benar Riyanti sedari tadi muntah muntah setelah mencium aroma makanan yang disediakan rumah sakit.
Tiba tiba posel Janpilan berdering. Ia melihat dilayar ponselnya Tante Mira yang menghubungi Janpilan. Janpilan langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya agar sambungan telepon selulernya terhubung kepada Tante Mira.
"Ya mom!"
"Hello nak kamu dimana?"
"Janpilan lagi dirumah sakit mom."
"Memangnya siapa yang sakit sayang?"
"Riyanti mom.... semalam sore masuk rumah sakit.
"Ya sudah tunggu mami disitu, sekarang juga mami kesana." ucap Tante Mira sambil langsung menutup sambungan Telepon selulernya.
Ditempat lain Tante Mira tanpak panik setelah mendengar Riyanti berada dirumah sakit. om Andruw yang melihat istrinya panik langsung menghampiri Tante Mira.
"Ada apa mom kok sepertinya panik begitu?" tanya om Andruw kepada Tante Mira.
"Menantu kita masuk rumah sakit Pi."
"Maksud mami?"
"Iya Riyanti tadi malam masuk rumah sakit."
"Memangnya sakit apa mi?"
"Mami juga tidak tau, sekarang mami mau kerumah sakit, papi mau ikut tidak?"
"Ya sudah tunggu sebentar mi, papi ganti baju dulu." ucap om Andruw sambil langsung berlalu masuk kekamar untuk mengganti baju.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, om Andruw keluar dari kamar.
"Ayo mi kita berangkat sekarang." ucap om Andruw kepada Tante Mira.
"Iya Pi kasihan menantu kita." ucap Tante Mira sambil langsung mengikuti langkah om Andruw masuk kedalam mobil milik om Andruw.
Om Andruw langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah sakit tempat Riyanti dirawat. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, om Andruw dan tante Mira tiba dirumah sakit. Om Andruw langsung bertanya kepada suster yang bertugas disana .
"Maaf sus..... Pasien atas nama Riyanti Permatasari dimana ya?"
"Oh Bu Riyanti permatasari dirawat diruang VVIP yang ada disebelah sana pak." ucap suster itu sembari menunjukkan kearah ruangan Riyanti.
Om Andruw dan tante Mira langsung pergi menuju arah yang ditunjukkan oleh suster.Om Andruw dan tante Mira langsung masuk keruangan Riyanti. Membuat Riyanti sangat terkejut dengan kedatangan Tante Mira dan juga Om Andruw.
"Mami....."
"Papi......" ucap Riyanti merasa terkejut melihat kedatangan om Andruw.
"Kamu kenapa sayang " ucap Tante Mira sembari langsung memeluk dan mengecup kening Riyanti.
"Riyanti tidak apa apa kok mom!" hanya badan Riyanti lemas dan mual." ucap Riyanti kepada Tante Mira karna melihat Tante Mira sangat panik.
"Apa kata dokter nak?" tanya tante Mira dan om Andruw kepada Janpilan yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Riyanti dan juga Tante Mira.
"Tidak apa apa mom!" kata Dokter mual muntah untuk wanita yang lagi hamil muda, itu biasa." ucap Janpilan sambil mengebangkan senyumnya.
"Iya mom Riyanti hamil cucu mami." ucap Janpilan sambil mengebangkan senyumya.
Tante Mira dan juga Om Andruw begitu bahagia ketika mendengar penjelasan dari Janpilan kalau Riyanti sedang mengandung benih cinta Riyanti dan juga Janpilan.
"Ya Allah mami senang bangat dengarnya sayang, selamat ya nak!" semoga sehat sampai persalinan nanti." ucap Tante Mira sembari kembali memeluk Riyanti.
Tiba tiba mata Tante Mira beralih melihat makanan yang ada siatas nakas yang sama sekali tidak disentuh oleh Riyanti.
"Loh sayang kok makanannya tidak dimakan?"
"Tidak selera makan mom, rasanya mual dan muntah mencium aroma masakan." ucap Riyanti kepada Tante Mira.
"Loh kok bisa sama seperti mami dulu ya Pi waktu hamil Janpilan?" ucap Tante Mira kepada Om Andruw Sembari mengingat masa masa Tante Mira mengandung Janpilan .
"Ya namanya juga anak mami, ya sama dong." ucap om Andruw kepada Tante Mira sambil mengebangkan senyumnya.
"Ya sudah kamu mau makan apa sayang?"
"Maunya makan SOP!" tapi harus mas Janpilan yang masak ." ucap Riyanti yang mempu membuat om Andruw dan tante Mira tertawa ngakak karna mereka mengingat masa masa Tante Mira hamil Janpilan.
"Kok mami ketawa?" tanya Janpilan
"Ya tertawa lah orang mami kamu juga seperti itu dulu, kalau mau makan harus masakan papi." ucap om Andruw kepada Janpilan.
__ADS_1
"Terus papi lakukan?"
"Ya iya lah makanya kamu tidak ileran kalau tidak kamu pasti bakal ileran. " ucap om Andruw membaut Janpilan bergidik ngeri
"Seram bangat sih Pi."
"makanya cepat pulang kerumah buatin SOP untuk Riyanti." ucap Tante Mira kepada Janpilan.
"Tapi mami tidak tau masak mom"
"Ya harus bisa dong!" kan bisa ajarin bibi."
"Tapi kamu jangan minta bibi yang masak karna itu bisa dia sia." ucap Tante Mira
"Ya sudah sayang, mas pulang dulu ya supaya mas buatin SOP buat kamu."ucap Janpilan sembari langsung mengecup kening Riyanti.
"Mom titip istri aku dulu ya mom!" ucap Janpilan kepada tante Mira, agar dirinya pulang kerumah untuk memasak sop permintaan dari Riyanti.
Janpilan berlalu dari ruang rawat inap Riyanti dan langsung menuju parkiran rumah sakit. setelah tiba diparkiran, Janpilan langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah yang mereka tempati bersama Riyanti. beberapa menit kemudian Janpilan tiba dirumah dan meminta bibi Amina untuk membantu dirinya memasak sop permintaan istrinya.
"Loh den kok sudah pulang?" siapa yang nemanin non Riyanti dirumah sakit Den?
"Ada mami sama papi disana, sekarang saya mau masak sop untuk istri saya.
"Biar saya aja den!"
"Tidak bi tidak bisa, karna istri saya minta harus saya yang masak." ucap Janpilan
"Tapi tolong ajarin Janpilan ya bi." ucap Janpilan sembari mengeluarkan bahan bahan dari kulkas.
Bibi Amina membantu Janpilan memasak sop permintaan Riyanti. Tampak aroma.masakan Janpilan sangat wangi dan menggiurkan selera. Janpilan langsung memasukkan sop buatannya kedalam rantang agar segera dibawa kerumah sakit untuk dicicipi oleh Riyanti.
"Masakannya sepertinya enak den." ucap bibi Amina memuji masakan Janpilan
"Iya Bi mudah mudahan istri saya suka ya bi "
"Iya den mudah mudahan non Riyanti menyukainya. Tapi sepertinya non Riyanti pasti menyukainya den soalnya kan Aden masaknya dengan cinta." ucap bibi Amina sambil nyengir
"Iya dong bi!" Janpilan masaknya dengan cinta." ucap Janpilan sambil cengengesan.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya Morata yang baru ceritanya seru deh yuk kepoin juga cerita
" Mama muda"
__ADS_1