
Di rumah pribadi milik Janpilan, Riyanti tampak sibuk membereskan semua barang barang miliknya. Karena sebelumnya Janpilan dan Riyanti sudah mengambil barang milik Riyanti yang ada di kos Riyanti sebelumnya.
Janpilan ikut membantu Riyanti membereskan barang-barangnya.
"Maaf ya mas!" mas jadi repot deh."ucap Riyanti kepada suaminya.
"Tidak apa-apa sayang!" kan sudah kewajiban kita saling membantu selaku suami istri!"
"Oh ya, Apa barang-barang kamu sudah semua ada disini?"
"Sepertinya sudah Mas!"
"Mas sudah lapar belum?"
"Iya Mas sudah mulai lapar!"
"Ya sudah ditunggu ya Mas supaya Riyanti siapin dulu!" ucap Riyanti sambil beranjak dari tempat duduknya menuju dapur.
Tetapi Riyanti tidak menemukan bahan makanan yang bisa diolah ada di sana. yang Ada hanya telur dan nasi seadanya. Mungkin karena sudah kurang lebih Tiga minggu, Janpilan tidak berada di dalam rumah pribadi miliknya, sehingga Bibi tidak menyiapkan bahan makanan di dalam kulkas.
"Aduh tidak ada apa-apa, Padahal Mas janpilan sudah lapar!"gumam Riyanti di dalam hati. Ia pun memutar otaknya untuk mengolah makanan agar bisa mereka santap dengan lezat.
Riyanti memutuskan untuk memasak nasi goreng seadanya.r
Riyanti menggunakan bumbu yang tersisa di dalam kulkas.
"Terpaksa aku memasak nasi goreng apa adanya." gumam Riyanti di dalam hati. Karena dirinya tidak ingin suaminya merasa kelaparan.
Iya pun berusaha memasak nasi goreng dengan bumbu seadanya.
"Mudah-mudahan Mas janpilan menyukainya"
"Maaf ya Mas aku hanya bisa menyediakan ini." gumam Riyanti di dalam hati sambil mengulek bumbu yang ada.
Setelah kurang lebih 30 menit bergelut di dalam dapur, Riyanti pun selesai memasak nasi goreng untuk mereka berdua. Riyanti menghidangkannya di atas meja makan. Dan membuat dua cangkir teh manis.
Setelah Riyanti menghidangkan masakannya diatas meja makan, Riyanti memanggil janpilan yang terus saja mengerjakan pekerjaannya membereskan barang-barang milik Riyanti.
"Mas nanti saja kita lanjutkan,lebih baik kita makan dulu yuk!"ajak Riyanti kepada suaminya
"Kamu masak sayang?" bukannya bahan makanan tidak ada di kulkas?"
"Iya sih mas!" Memang bahan makanan tidak ada yang bisa diolah di kulkas. Adanya tinggal telur 2 butir. Akhirnya Riyanti hanya bisa memasak nasi goreng ini saja!" tidak apa-apa kan Mas?"
"Tidak apa-apa sayang!"ucap Janpilan sembari duduk didekat Riyanti dengan telaten Riyanti melayani suaminya layaknya seperti yang dilakukan ibu Anjani kepada almarhum ayah dari Riyanti.
"silahkan mas!"ucapan Riyanti mempersilahkan Janpilan menyicipi nasi goreng apa adanya.
"Dengan bumbu seadanya saja masakanmu enak banget sayang." ucap Janpilan sembari terus menyantap nasi goreng yang ada di hadapannya. Dan tidak Berapa lama nasi goreng itu pun ludes tanpa sisa.
__ADS_1
"Kamu lapar banget ya Mas?"
"Memangnya kenapa sayang?"
"Kok cepet banget siap makannya?"
"Habis nasi goreng buatan kamu enak banget!"
"Enak bagaimana orang bumbunya kurang begitu?"
"Enak dong buktinya nih habis tanpa sisa kurang malah!"kata Janpilan kepada Riyanti.
Kemudian Riyanti pun menghabiskan nasi goreng yang ada di hadapannya.Ia menikmati nasi gorengnya.
"Oh ya Sayang nanti kita ke supermarket dulu ya untuk belanja bahan makanan!"ucap Riyanti kepada Janpilan.
Janpilan menatap istrinya dengan seksama. ia ingin sekali melahap Riyanti tetapi karena kondisinya tidak memungkinkan sehingga Janpilan mengurungkan niatnya.
Janpilan merogoh dompet yang ada di saku celananya dan memberikan Riyanti dua buah Card gold dan black.
"Ini Sayang gunakan ini untuk keperluan mu dan keperluan kita di rumah."ucap Janpilan sembari memberi kartu gold dan black yang baru ia keluarkan dari dompetnya kepada Riyanti.
"loh Mas kok diberikan ke Riyanti?"
"Iya dong sayang!" karena mulai hari ini kamu yang akan mengatur keuangan rumah tangga kita."ucap Janpilan sembari mengembangkan senyumnya.
"Tidak ada yang berlebihan sayang gunakan sebaik mungkin."
Riyanti pun menerima card pemberian Janpilan
"Terima kasih Mas!"Mas sudah percaya sama Riyanti mudah-mudahan Riyanti dapat menjalankan dan mengatur keuangan rumah tangga kita dengan baik ."
"Iya sayang, Mas yakin kok sama kamu!"ucapkan Janpilan sambil langsung memeluk Riyanti
"Jadilah pendamping hidupku sampai akhir hayatku."ucap janpilan sambil mengelus punggung Riyanti.
"Riyanti akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Mas. Tetapi bantu Riyanti ya Mas!"kan Mas tahu sendiri Riyanti belum memiliki pengalaman apa-apa."
"Iya sayang Mas tahu itu kok."
"Mas sangat bersyukur memiliki istri secantik dan sebaik kamu."
"Riyanti juga merasa bersyukur memiliki suami setampan dan sebaik kamu Mas!"
Pasangan suami-istri itu sama-sama menikmati sikap manis mereka terhadap pasangannya masing-masing
"Mas besok sudah masuk kantor belum?"
"InsyaAllah sudah sayang!"
__ADS_1
"Kalau ke kampus?"
"Dari kantor dulu baru ke kampus agak sorean.
"Memangnya kenapa sayang?"
"Bagaimana dengan skripsi Riyanti Mas?"
"Nanti akan Mas bantu kamu!"
"Bukan itu maksudnya Mas!"
"Terus apa sayang?"
Riyanti kan masih harus masuk ke kampus, apa mas tidak malu orang-orang kampus mengetahui Riyanti yang menjadi istri mas?"
"Mengapa harus malu sayang ?"justru masih bangga."
Riyanti hanya diam tidak menjawab apa yang dikatakan suaminya.
Karena esok harinya dia harus pergi ke kampus untuk menyelesaikan studinya sembari ingin menyusun skripsinya.
"Riyanti belum siap melihat tatapan sinis orang-orang terhadapnya karena sudah menikah kepada sang pemilik kampus sekaligus dosen yang dikenal mahasiswa terkenal killer.
"Aduh aku harus bagaimana bisa-bisa aku jadi bahan bully-an di kampus" Gumam Riyanti di dalam hati sambil kuatir. Tetapi Riyanti tidak menunjukkan rasa kuatirnya kepada Janpilan. Ia pun langsung membereskan piring bekas makan mereka.
"Biarkan saja sayang kan ada bibi!"
"Tidak apa-apa Mas!" biar Bibi bisa mengerjakan yang lain!"ucap Riyanti sendiri Langsung membereskan piring bekas makan mereka dan langsung mencucinya.
"Kamu memang belum berubah walau sudah menjadi istri orang kaya seperti ku kamu tetap mau mengerjakan apa yang patut nya harus kamu kerjakan." itu yang membuat aku semakin jatuh cinta kepadamu." gumam Janpilan di dalam hati sambil memperhatikan istrinya menyuci piring di wastafel.
Janpilan tidak tahan menunggu istrinya. Ia pun langsung memeluk istrinya dari belakang saat mencuci piring membuat Riyanti sedikit terganggu.
"Mas tunggu dulu!" Riyanti masih nyuci piring." Riyanti memutar badannya agar dirinya dapat melihat wajah tampan suaminya.
"Ayo dong sayang ini kan bukan tugas kamu!" ucap Janpilan berusaha membujuk istrinya agar segera masuk ke dalam kamar.
"Tunggu sebentar Sayang!" tinggal dikit lagi kok kelar." Ucap Riyanti kepada suaminya.
Riyanti langsung menyelesaikan piring cuciannya. Ketika ia sudah menyelesaikannya, Ia pun menghampiri suaminya yang lagi duduk di kursi meja makan.
"Mas kok tidak sabaran banget sih!"
"lagi Riyanti sudah bau loh, belum mandi juga?" kan lebih baik mandi dulu baru istirahat!" ujar Riyanti kepada suaminya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓🙏🙏💓🙏💓🙏
__ADS_1