Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
JANPILAN KESAL


__ADS_3

"Tapi Naira masih ingin di sini Kak, jadi lebih Kakak dan Mas Randy pulang lebih dulu. karena Naira masih ingin disini.


"Tidak bisa!"


"Ibu sudah mengkawatirkan mu, kakak tidak mau melihat ibu bersedih karena tidak melihat kehadiranmu di sana.


Jadi sekarang juga Kamu harus bersiap kembali ke Jakarta.


"Tapi ini udah hampir maghrib Kak!


"Habis salat magrib kita langsung berangkat. Jangan banyak komentar kakak tidak terima penolakan. ujar Janpilan kepada Naira. Membuat Naira tidak dapat membantah kakak iparnya.


Setelah selesai salat magrib Naira, Janpilan dan Randy pun kembali ke Jakarta malam itu juga. Sebenarnya naira sedikit khawatir karena mereka melakukan perjalanan malam hari. Tetapi dengan adanya Randy di sampingnya membuat Naira sedikit lega. setidaknya Randy dapat melindungi mereka.


"Kak Kenapa sih kita harus pulang malam ini juga?


"Tidak bisa apa besok pagi saja?


"Kakak kamu sudah menunggu kita di rumah. apalagi dengan ibu yang sangat mengkhawatirkanmu. Makanya lain kali jangan berpergian kemana-mana jika belum berpamitan kepada ibu.


"Apa kamu tahu rasa kuatir Ibu kepadamu Setelah dia tidak melihat kamu di rumah?


Naira menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau ibunya sangat mengkhawatirkan dirinya. Padahal niatannya agar ibu Anjani tidak tidak larut dalam kesedihan ketika Naira meminta untuk kembali ke kampung berziarah ke makam sang ayah.


"Jadi lain kali sebelum bertindak itu harus terlebih dahulu dipikirkan apa efeknya. Untung saja ada Randy yang membantu melacak keberadaan kamu. Kalau tidak Ibu sudah terus menangis histeris hanya karena memikirkan kamu."ucap Janpilan sedikit kesal kepada Naira.


"Melacak?


"Iya!"Randy yang melacak keberadaan kamu sehingga kami mengetahui kamu ada di mana.


"Bagaimana caranya Mas?


"Itu tidak perlu kamu ketahui, itu rahasia dari pihak Kepolisian."potong Janpilan agar tidak memberitahu kepada Naira bahwasannya Randy mengetahui keberadaan Naira dari GPS ponsel Naira.


"Memangnya Kakak Janpilan sempat melapor ke polisi?

__ADS_1


"Bukan hanya sempat, tapi sudah melaporkan langsung kepada pihak Kepolisian. Untungnya ada Randy yang menangani dengan sigap makanya kami langsung mengetahui keberadaan kamu di mana. Kalau tidak kakak tidak tahu lagi Bagaimana tangis ibu mencari keberadaan kamu.


Mendengar penuturan dari Janpilan Naira semakin merasa bersalah kepada Ibu Anjani. Ia merutuki dirinya sendiri yang tidak berpamitan terlebih dahulu kepada Ibu Anjani.


"Maafkanlah Naira Kak!"


"Kamu tidak perlu meminta maaf kepada kakak Tetapi lebih baik kamu minta maaf kepada ibu dan Riyanti dan juga calon suami kamu ini."


"Calon suami?


"Jangan berlagak bodoh Naira, kamu pikir Randy melamar kamu main-main. Jangan pernah berpikiran Randy melamar kamu hanya untuk main-main.


Tetapi Randy serius ingin menikahi Mu. jadi lebih baik kamu persiapkan dirimu untuk menikah minggu depan.


"Minggu depan?


"Serius? Naira tidak salah dengar kak?


"Tidak kamu tidak salah dengar, semua sudah dipersiapkan tinggal kamunya aja untuk mempersiapkan diri.


"Memangnya mas tidak akan menyesal menikahi Naira yang masih bersifat kekanak-kanakan?


Randy menggelengkan kepalanya. Apapun kamu siapapun kamu yang pasti mas sangat sayang dan cinta sama kamu. Jadi Mas mohon jangan pernah berpikir kalau Mas ingin menikahi kamu hanya untuk menutupi kebohongan kita dari teman-teman Mas.


"Bagaimana bisa mencintai Naira sementara kita baru saja kenal.


"Cinta bisa tumbuh dari pandangan pertama Nai, Mas salah satunya mencintaimu dari pandangan pertama." ucap Randy.


Entah karena faktor kecapekan akhirnya Naira tertidur .


"Bro.... sepertinya Naira tertidur di bangku kemudi!" ucap Randy yang melihat Naira tertidur dari kaca spion.


"Waduh sepertinya hari ini dia kecapekan sehingga bocah kecil ini tertidur." gerutu Janpilan. Kemudian Janpilan meminta Randy Untuk menghentikan mobilnya.


"Bro lebih baik kamu pindah ke belakang biar saya yang nyetir, kasihan Naira tertidur seperti itu."ujar Janpilan kepada Randy agar Randy pindah duduk di bangku penumpang dan menemani Naira di sana.

__ADS_1


Randy membaringkan tubuh Naira, agar tubuh Naira tidak merasa pegal. Kepala Naira diletakkan di pangkuan Randy. Randy menatap wajah calon istrinya dengan seksama. Ia mengembangkan senyumnya ketika memperhatikan wajah imut istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya.


"Dasar bocah, bisa bisanya kamu memporak porandakan hatiku. Entah pesona apa yang kamu miliki sehingga aku sangat cinta dan sayang sama kamu." gumam Randy dalam hati. sembari terus mengelus rambut Naira.


Ia benar benar terpesona akan kecantikan natural yang dimiliki Naira. Bukan tidak banyak wanita yang mengejar wajar Randy selama ini. Tetapi entah mengapa pilihan Randy jatuh kepada bocah yang ada dihadapannya. ya itukah namanya cinta. Tidak tahu kapan datang dan tidak memandang umur. Rasa itu mengalir begitu saja dan membuat hati gelisah jika tidak melihat orang yang sangat kita cintai dan sayangi


Perlahan, tapi pasti Randy sudah memantapkan hatinya untuk segera menikahi Naira. Bahkan persiapan pernikahan sudah rangkum delapan puluh persen. Tinggal Naira yang sepertinya agak ragu kepada Randy.


Keraguan Naira terhadap Randy itu hak wajar. karna pertemuan mereka termasuk singkat. Ia benar benar belum percaya sepenuhnya kepada AKBP Randy.


Setengah melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam, Mereka pun tiba di Jakarta tepatnya pukul jam 10.30 malam. Hari sudah larut malam sehingga jalanan di ibukota mulai sepi. Hal itu membuat perjalanan mereka lumayan lancar.


"Akhirnya kita sampai juga!"ucap Janpilan sembari membuka pintu mobil miliknya. sementara Randy memilih untuk tidak membangunkan Naira. Ia menggendong tubuh mungil calon istrinya masuk ke dalam rumah.


Melihat pemandangan romantis itu Ibu Anjani langsung menatap Randy dan Naira dengan intens. Ibu Anjani meminta kepada Randy untuk membawa Naira langsung masuk ke dalam kamar.


sebelumnya, ibu Anjani yang mendengar suara mobil Janpilan masuk ke halaman rumah, langsung bangkit dari pembaringannya dan langsung menghampiri Janpilan.


Setelah membaringkan tubuh Naira di atas tempat tidur yang biasa Naira tempati, Randy pun berlalu dari kamar itu dan menghampiri ibu Anjani. Sementara Janpilan sudah terlebih dahulu masuk ke kamar untuk melihat istri dan anak-anaknya.


"Kalian kok malam banget sampainya nak? tanya ibu Anjani kepada Randy. Randy pun mengembangkan senyumnya Ia pun menceritakan segala apa yang mereka lakukan di kampung halaman Naira.


Hal itu membuat Ibu Anjani sedikit tidak percaya akan tingkah Naira.


"Sebenarnya Apa alasan Naira pergi ke kampung dan tidak memberitahu ibu?


"Menurut penuturan naira, Ia sangat merindukan sosok ayahnya dan ia berniat untuk ziarah makam ayahnya.


Naira memilih tidak memberitahu kepada Ibu agar ibu tidak larut dalam kesedihan ketika ibu juga ikut ke sana. Dan Naira juga tidak ingin membuat Riyanti bersedih karena tidak dapat ikut berziarah ke makam ayahnya.


sebenarnya tidak ada yang aneh sih dalam sikap Naira cuman sepertinya Naira ingin pergi sendirian kesana. Cuma salahnya, Naira tidak pamit sama ibu dan riyanti dan juga Janpilan.


Bersambung.....


sambil menunggu novel ini up yuk mampir juga ke karya baru Emak" Terjerat cinta duda arogant"

__ADS_1



__ADS_2