Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
GA BOEING 737


__ADS_3

"Ada apa sebenarnya ma? mengapa putri kita itu mendadak meminta kita datang ke Jakarta?


"Mama juga kurang tahu pa," lebih baik kita segera berangkat. Mama takut Linda memiliki masalah besar di sana. Sehingga Linda meminta kita agar segera berangkat ke Jakarta ucap Ibu Sania kepada Pak Burhan.


Ibu Sania sengaja tidak memberitahukan kepada Pak Burhan mengenai rencana pernikahan Linda. Karena ia takut Pak Burhan akan marah besar kepada Linda. Dan pak Burhan tidak mau ikut pergi ke Jakarta.


Setelah selesai bersiap-siap Ibu Sania dan Pak Burhan pun langsung berangkat dengan menggunakan taksi online dari rumah sederhana milik mereka menuju bandara Kualanamu. Sekitar 40 menit dalam perjalanan Mereka pun tiba di bandara Kualanamu dan langsung melakukan check-in agar mereka tidak ketinggalan pesawat.


Di sepanjang perjalanan Pak Burhan terus bertanya kepada Ibu sania, Mengapa tiba-tiba Putri semata wayang mereka meminta mereka segera datang ke Jakarta. Padahal dalam pemberitaan mereka mengetahui kalau kawasan Jakarta dilanda banjir.


"Ada apa sebenarnya ma? Mengapa Mama sepertinya menyembunyikan sesuatu kepada Papa?" tanya Pak Burhan kepada Ibu Sania.


"Mama juga tidak tahu karena Linda tidak memberi tahu apa-apa kepada Mama. Yang Ibu tahu Linda sudah mengirimkan nomor registrasi tiket pesawat untuk kita dan mengirimkan sejumlah uang untuk uang saku kita." ucap ibu Sania


"Tapi dari mana Putri kita memiliki uang sebanyak itu? apalagi dia hanya karyawan rendahan di perusahaan tempat Linda bekerja. Paling juga gajinya hanya 4 juta. Kamu tahu biaya kehidupan di Jakarta tidak sedikit untuk dia. uang kosnya saja sudah berapa dan uang makannya? ucap Pak Burhan menghitung hitung biaya pengeluaran kehidupan Linda semasa di Jakarta.


"Papa Tenang saja percaya aja sama Putri kita. Mama yakin kok Putri kita tidak melakukan hal yang macam-macam." ucap Ibu Sania kepada Pak Burhan agar Pak Burhan tidak terlalu mengkhawatirkan Linda. Setelah melakukan check-in, Mereka pun duduk di ruang tunggu sembari menunggu pesawat take off dari bandara Kualanamu menuju Jakarta.


Pak Burhan pun membuka sosial media miliknya. Dan mencari tahu berita tentang keadaan banjir di Jakarta yang menyatakan kalau banjir di kota Jakarta sudah surut. Hal itu membuat Pak Burhan sedikit lega setidaknya mereka tiba di Jakarta banjir yang melanda Jakarta sudah surut.


"Syukurlah gumam Pak Burhan tetapi masih bisa didengar oleh ibu Sania.


"Ada apa pa?


"Banjir yang melanda kota Jakarta sudah surut dan cuaca di sana sudah mulai cerah." ucap Pak Burhan kepada ibu Sania.


"syukurlah kalau begitu berarti perjalanan kita nanti tidak ada kendala." ucap Ibu Sania kepada Pak Burhan.


"Panggilan...... panggilan," kepada seluruh penumpang GA Boeing 737 segera akan berangkat diharapkan segera naik ke dalam pesawat." Panggilan itu terdengar jelas di telinga oleh ibu Sania dan pak Burhan sehingga mereka Langsung beranjak dari tempat duduknya mengikuti para penumpang yang kebetulan satu pesawat dengan mereka.


15 menit kemudian pesawat yang ditumpangi oleh ibu Sania dan Pak Burhan pun take off dari Kuala namu ke bandara soekarno-hatta. Selama kurang lebih 2 jam mereka di dalam pesawat. Ibu Sania dan Pak Burhan pun sudah tiba di bandara soekarno-hatta di sana sudah ada Linda dan juga Reihan menjemput kedatangan kedua orang tua Linda.


flesh back

__ADS_1


Karena sebelumnya setelah banjir surut Linda dan Reihan sudah keluar dari gedung Himalaya Group.


"Mas kata Mama mereka sudah berangkat terus bagaimana menjemput mereka? karena mereka sama sekali belum mengetahui alamat kost Linda.


"Sudah sekarang kita jemput mereka. itu aja kamu kok pusing sih sayang!"


Linda menghela napas panjang. Ia tidak mengerti jalan pikiran dari calon suaminya yang ingin menikahi dirinya secepat mungkin.


"Ya sudah kalau begitu kita langsung berangkat saja. Nanti mama sama papa kamu kecarian ujar Raihan kepada Linda.


"Tapi Mas apa Mas sudah membicarakan pernikahan kita kepada keluarga Mas?


"Masalah itu tidak perlu kamu khawatir kan semua sudah mas tangani


"Apa mereka menyetujuinya?


"Setuju atau tidak kan Mas yang menjalaninya sama kamu."


"Jangan ngomong seperti itu mas. Hidup ini berumah tangga bukan cuman kita berdua saja tetapi kita juga hidup di dalam lingkungan keluarga." ucap Linda kepada Reihan membuat Reihan langsung mengembangkan senyumnya melihat ke arah Linda.


"Mas kok senyum sih?


"Lah ditanya malah senyum."


"Memangnya Mas harus ngapain sayang? masa mas harus menangis."


"Ngak gitu juga kali mas," tapi setidaknya kasih tahu kek Bagaimana respon keluarga Mas. Setelah Mas memberitahu rencana pernikahan kita."


"Kan sudah mas bilang kamu tidak perlu mengkhawatirkannya biar itu menjadi urusan Mas."


'Ah terserah Mas aja deh males ngomong sama mas karena selalu ada aja jawabannya. Reihan pun langsung tertawa ngakak Sembari menyetir mobilnya Ia pun sepertinya merasa bahagia berada di dekat Linda.


flash off

__ADS_1


Linda dan Raihan pun menunggu kedatangan Pak Burhan dan juga Ibu Sania.


"Mas kira-kira Mama sama Papa masih lama tidak ya?


"10 menit lagi mereka sudah tiba sayang kamu tenang saja."


"Kok Mas tahu?


"Perjalanan melalui jalur udara dari kota Medan ke Jakarta hanya memakan waktu 1 jam 45 menit.


"Oh iya ya." ucap Linda sambil langsung menepuk jidatnya.


"Kamu ini bagaimana sih sayang? kamu yang orang Medan tetapi kamu tidak mengetahui Berapa lama perjalanan udara dari kota Medan ke Jakarta." ucap Reihan sambil nyengir.


"Namanya juga Linda lupa mas.'


"Ya sudah sembari menunggu kedatangan Papa sama mama, kita minum dulu yuk" ajak Reihan.


"Tapi masih minum kopi di bandara mahal Lo, soalnya Linda sudah pernah kapok."


"Kapok gimana sih maksudnya?


"Masa Linda hanya meminum secangkir kopi kecil harganya delapan puluh lima ribu!"ucap Linda sambil nyengir


"Kok kapok sih harga cuman segitu? Mas kira tadi harganya satu miliar.


"Jangan sekate-kate dong Mas ngomongnya Linda ngeluarin lima ribu saja sudah berpikir secara Mas tahu sendiri biaya kehidupan Linda berapa sebulan selama kuliah di kota Jakarta dikirimkan Emak sama papa?'


"Memangnya kamu perbulannya dikirim berapa?


"Untuk biaya kost lima ratus ribu biaya untuk uang kuliah sudah langsung dibayar 1 tahun dan biaya sehari-hari hanya dikirimkan sama papa sekitar dua juta lima ratus ribu Jadi totalnya tiga juta rupiah itu untuk biaya kehidupan Linda sehari-hari. Dan uang itu sudah dengan biaya tak terduga sewaktu kuliah termasuk fotocopy dan juga buat makalah."


"Makanya aku dan Riyanti sering kasbon di kantin Mang karim. Ketika kami sudah kehabisan uang. Linda sama Riyant tidak jauh berbeda. Kehidupan kami hanya beda beda tipis saja. Riyanti orang yang pintar Ia pun membiayai kehidupan kuliahnya sehari-hari karena bekerja di cafe Pak Kaspar.

__ADS_1


Bersambung.....


hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2