Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Dokter Devan


__ADS_3

Riyanti kembali keruangannya, setelah bertemu dengan pak Andruw yang merupakan yayasan kampus. Heriyanto yang melihat Riyanti keluar dari ruang Dekan, menghampiri Riyanti.


"Hai kakak ipar!"


Riyanti tidak menjawab, dia terus saja berjalan menuju ruangan. Hal itu memuat Heriyanto kesal karna tidak digubris oleh Riyanti.


"Hei!" wanita bar bar kamu tuli ya?"


Riyanti menoleh dan menatap Heriyanto dengan tatapan tajam.


"Ada apa?" kamu mau ngatain aku?" kalau kau memanggilku hanya untuk mengatai ku, lebih baik tidak perlu aku bicara sama kamu. Aku malas berdebat sama orang sepertimu. Ucap Riyanti dengan nada yang meninggi.


"Tidak aku hanya ngucapin selamat sama kamu."


"Untuk apa?"


"Karna kamu berhasrat mendapat beasiswa!"


"Oh!"


"Kok kamu hanya oh saja?"


"Terus aku haru ngapain?"


"Setidaknya senang kek!"


kesenangan itu tidak harus diumbar dihadapan orang, di hati saja juga sudah cukup." ucap Riyanti sambil meninggalkan Heriyanto.


"Ih ini manusia dingin banget sih sama gue!" gumam Heriyanto.


Sementara Dokter Devan yang penasaran dengan sosok Riyanti, berniat untuk menemui Riyanti di kampus. Karna alamat kos Riyanti, dokter Devan tidak mengetahuinya.


****


Dokter Devan menghubungi Linda setelah Dokter Devan tiba di kampus Gunadarma.


Kring...


kring...


kring...


Ponsel Linda bergetar, Linda melihat dilayar ponselnya Dokter Devan yang menghubunginya. Linda menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Ya hello kak!"


"Kamu dimana dek?"


"Dikampus kak!"


"Kamu masih ada kelas ngak?"


"Ini sudah kelar!" tinggal nunggu Riyanti, dia tadi dipanggil Dekan ke kantor mengenai mahasiswa nya.


"Oh kakak sudah ada di parkiran mau ketemu sama kalian."


"Oh tunggu sebentar ya ka!"


****


Riyanti dan Linda Menghampiri dokter Devan yang sudah menunggu mereka di parkiran.


"Hai kak!" tumben datang ke kampus Linda?"


"Iya!" pengen saja, gimana kabar kamu Riyanti?


"Apa kamu baik baik saja?"


"Alhamdulillah baik Dokter!" sahut Linda sambil mengebangkan senyumnya. Membuat Dokter Devan semalam terpesona melihat kecantikan alami Riyanti.


"Oh iya kalian sudah makan belum?"

__ADS_1


"Belum!" jawab Linda dengan cepat membuat Riyanti tidak sempat menjawab pertanyaan dari dokter Devan.


"Kalau begitu kita makan yuk!" ajak dokter Devan berniat membawa Riyanti dan Linda kesebuah cafe dekat kampus.


"He he he!" kakak tau saja aku sudah lapar." ucap Linda sambil cengengesan.


"Oh iya kamu naik apa tadi Lin?"


"Aku naik motor kak!"


"Kalau kamu naik apa Rin?"


"GL dok!"


"GL itu apa?


"Goyang lutut." ucap Riyanti sambil cengengesan.


"Oh kalau begitu kita bareng saja, biar Linda nik motor." ujar dokter Devan


"Iya Rin!" kamu naik mobil kak Devan saja, biar aku yang naik motor." sahut Linda.


Dokter Devan membuka mobil, agar Riyanti dapat masuk kedalam mobil.


"Silahkan Rin!" ucap dokter Devan mempersilahkan Riyanti duduk di samping kemudi. Kemudian dokter Devan langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju cafe didekat kampus.


Tanpa Riyanti sadari, Pak Janpilan sudah melihat Riyanti masuk kedalam mobil dokter Devan, membuat pak Janpilan terbakar api cemburu.


"Siapa lagi laki laki itu?"


"Apa dia kekasih Riyanti sehingga Riyanti tidak menerima cinta ku? dan selalu dingin denganku?" Padahal aku sudah merubah penampilan ku." gumam pak Janpilan.


"Berat sekali sih kalau cinta bertepuk tangan." gumam pak Janpilan. Ia menghubungi nomor ponsel Riyanti.


Tut...


Tut ..


Tut...


"Siapa?" tanya Dokter Devan


"Dosen!"


"Kenapa tidak diangkat?"


"Malas berdebat!"


"Kok bisa?"


"Dosen nya reseh."


"Tidak boleh begitu, siapa tau penting!" angkat saja." ujar Dokter Devan.


Riyanti mengangkat ponselnya


"Ya hello pak!"


"Kamu dimana?"


"Di cafe dekat kampus?"


"Sama siapa?"


"Sama Linda!"


"Sama Linda apa saja laki laki itu?"


"Apaan sih?"


"Lebih baik kamu jujur!"

__ADS_1


"Iya pak saya sama Linda dan Dokter Devan."


Dag dig dug jantung pak Janpilan terasa mau copot ketika mengetahui Dokter Devan ada bersama Riyanti. Pak Janpilan menyusul Riyanti ke cafe, clingak clinguk pak Janpilan mencari Riyanti. Ia melihat sosok Riyanti sedang bercanda tawa bersama dokter Devan dan Linda.


"Hai sayang!" ucap pak Janpilan sambil mencium pipi Riyanti, membuat Riyanti sangat terkejut.


"Pa....pak Janpilan, kok bisa ada disini?"


"Mencari tulang rusukku yang main pergi begitu saja tanpa pamit." ucap Pak Janpilan sambil langsung duduk disamping Riyanti.


Melihat interaksi antara Riyanti dengan Janpilan, membuat Dokter Devan kesal.


"Anda siapa ya?" tanya Dokter Devan


"Oh maaf saya lupa memperkenalkan diri saya


"Kenalin, saya calon suami Riyanti sekaligus Dosen Riyanti." ucap pak Janpilan memberi salam kepada dokter Devan.


"Serius, Rin?" dia calon suami kamu?"


Riyanti tidak menjawab, ia hanya diam. Dia tidak mau mempermalukan pak Janpilan dengan mengatakan kalau pak janpilan berbohong. Hingga Riyanti lebih memilih diam.


"Saya minta maaf sudah mengganggu makan siang kalian, tapi aku hanya ingin bersama calon istriku." ucap Janpilan penuh percaya diri.


Mendengar pengakuan pak Janpilan, Linda ternganga."Serius pak! kalian sudah mau married?" tanya Linda.


dibalas dengan senyuman dari pak Janpilan. Sementara Riyanti hanya terbengong sama sekali tidak berkomentar apa apa."


"Aku pamit dulu ya Rin, Lin soalnya ada pasien yang ingin kakak tangani." kata dokter Devan karna sudah tidak sanggup melihat Janpilan yang sangat agresif kepada Riyanti.


Lalu dokter Devan berlalu dan membayar bill yang mereka pesan. Dokter Devan berlalu dari cafe dengan membawa kekecewaannya.


"Rin...." kamu pulang bareng siapa? tanya Linda


"Sama saya pulangnya." ucap pak Janpilan


"Benaran Rin?"


Riyanti menganggukkan kepalanya, ia ingin meminta penjelasan dari pak Janpilan.


"Mengapa pak Janpilan tiba tiba datang menghampiri mereka ke cafe dan mengaku ngaku sebagai calon suaminya.


"Ya sudah deh!" gue pulang dulu, gerah gue lihat kalian berdua." ucap Linda sambil langsung beranjak dari Tempat duduknya.


"Aku duluan ya Rin!" ucap Linda dan pergi menuju parkiran motor nya.


***


"Apa maksud Bapak mengaku ngaku didepan dokter Devan, kalau bapak itu calon suami saya?" tanya Riyanti dengan nada kesal dan tatapan tajam


"Tidak ada!" kan saya calon suami kamu?"


" Ya Ampun pak!" kan sudah berapa kali Riyanti katakan sama bapak, Riyanti tidak ingin kalau bapak itu menjadi anak durhaka dan tidak menurut apa kata orang tua." ucap Riyanti.


"Emang siapa yang durhaka? dan siapa yang tidak menurut Sama orang tua?


"Aduh jangan ke anak kecil dong pak!" sudah tua juga kan!"


"Papi sudah setuju kok dengan hubungan kita?"


"Ngak mungkinlah!"


"Kenapa tidak mungkin?"


"Bagaimana dengan Tante Mira?"


"Masalah mami, itu sudah urusan saya."


"Tapi pak!"


"Tidak ada tapi tapi, kemarin kamu bilang karna kita tidak dapat restu dari mami sama papi, sekarang papi sudah merestui kita, jadi sudah tidak ada alasan lagi kan?" ucap Pak Janpilan sambil langsung mengecup bibir manis Riyanti membuat Riyanti terkejut dan merona. Apalagi pak Janpilan melakukannya di tempat umum.

__ADS_1


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2