
Ketika Janpilan memberitahu kalau toko perhiasan itu adalah miliknya membuat Riyanti sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau toko yang mereka kunjungi adalah milik suaminya sendiri.
"Mas beneran itu toko milik Mas?
"Bukan milik Mas sayang tapi milik kita! sahut Janpilan sambil mengembangkan senyumnya.
Riyanti pun semakin tercengang ketika dirinya mengetahui kalau suaminya ternyata benar-benar kaya raya. Padahal selama ini ia tidak mengetahuinya sama sekali dan isi dari kartu yang diberikan oleh jantilan kepada Riyanti merupakan balck card unlimited atau tanpa batas.
"Mulai sekarang Tolong kamu manjakan dirimu dengan kartu yang Mas berikan sayang, untuk apa Mas bekerja kalau kamu tidak menikmati hasil dari kerja Sumi kamu ini." ucap Janpilan kepada istrinya.
"Iya mas, mas Tenang aja nanti akan Riyanti habisin uang mas agar Mas puas!"
"Ia dihabisin juga tidak apa-apa Nanti tinggal cari lagi.Sahut Janpilan.
"Tapi Mas kan capek cari uangnya jangan dihabisin ah, ucap Riyanti sambil cengengesan.
Setelah tiba di parkiran mobil. Janpilan dan Riyanti langsung masuk kedalam mobil milik Janpilan. kemudian Ia pun melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju rumah pribadi mereka.
"Sayang Mas harap acara wisuda nanti kamu harus tampak perfect.
"Memangnya kenapa sayang?
"Karena Mas akan memperkenalkan kamu kepada semua orang yang ada di kampus bahwasanya kami itu istriku. Agar mereka yang memiliki hati terhadapmu tidak memiliki harapan lagi. ucap Janpilan sambil cengengesan.
"Ah mas bisa aja mana ada laki-laki yang mau sama Riyanti sudah hamil seperti ini
" Mas ingin membuktikan kepada mereka bahwa mas cinta banget sama kamu.Tidak sepeti mahasiswa mahasiswi gosipkan.
"Maksud mas gosip gimana?
"Iya mereka mengatakan kalau mas tidak mencintai kamu, bahkan mereka menuduh mas menikahi kamu karna mas menghindari perjodohan yang mami dan papi lakukan. Jadi mas mau nunjukin kalau gosip yang tersebar di kampus itu tidak benar.
"Memangnya Serius Mas cinta banget sama Riyanti
"Iya dong sayang mas sangat cinta sama kamu.
Obrolan Riyanti dengan Janpilan terpotong karena suara deringan ponsel milik Riyanti terdengar jelas di telinga mereka. Riyanti yang melihat ponselnya berdering langsung mengangkat ponselnya Yang ternyata yang menghubungi dirinya adalah Linda
"Halo assalamualaikum Lin?
"Waalaikumsalam lo lagi di mana?
__ADS_1
"Lagi di jalan!"
"Kamu tidak datang ke kampus idak?
"Memangnya kenapa?
"Besok kita jiar wisuda hari Sabtu nanti. Kamu datang kan?"
"Entahlah bisa datang atau tidak tergantung dapat ijin dari suami. kan istri saleha setiap pergi harus dapat ijin dari suami."imbuh Riyanti
"Datang dong Rin .....tidak asik Kalau tidak ada Lo bareng kita."
"Iya lo doain aja gue bisa dan dapat ijin dari suami gue yang paling tampan sejagat bumi ini." puji Riyanti
"Hello nyonya Janpilan bin Andruw yang terhormat, masa sih kamu tidak bisa ikut. Seorang nyonya besar kampus tidak bisa ikut Jiar, apalagi gue tau kamu itu peraih nilai tertinggi di sejagat kampus." puji Linda.
"Sok tau Lo."
"Ya tau lah Linda gitu loh...yang super duper kepo kalau menyangkut kehidupan Lo."dan ingat gue akan paksa pak dosen untuk ngijinin Lo datang besok, gue tidak akan terima jika pak dosen tidak memberi lo ijin, akan gue kutuk suami Lo tampan selamanya." ucap Linda sambil ngakak.
"Ah sudah ribet ngomong sama lo....
"Hei Rin.....kalau Lo tidak datang,,,,dan Tuh dosen tidak ngasi ijin ke Lo!" kami tidak akan segan segan untuk culik Lo dari Pak dosen." ucap Japet dan Ricardo dalam sambungan telepon selulernya sambil ngakak.
"Sudah ah Nanti lagi kita bahas lagi, capek gue ngomong sama kalian." ucap Riyanti sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Riyanti menatap suaminya. ia ingin sekali meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke kampus esok harinya.
"Kok kamu lihatin mas seperti itu sayang?
"Bisa ya Mas besok Riyanti pergi ke kampus?"
"Tapi kondisi kesehatan kamu belum memungkinkan sayang."
"Sudah tidak apa-apa kok mas!" Riyanti Sudah mendingan kok, kan ada mas yang jaga Riyanti di sana, ucap Riyanti kepada Janpilan.
Janpilan menghela napas panjang. Ia pun berpikir sejenak. Janpilan juga tidak ingin teman-teman Riyanti menganggap dirinya diktator kepada istrinya.
"Ya sudah besok kamu Mas izinkan pergi ke kampus tapi tidak luput dari pantauan Mas.
"Iya Mas !" Mas Terima kasih ya ucap Riyanti sambil langsung mencium wajah tampan suaminya.
Tanpa terasa Mereka pun tiba di rumah.
__ADS_1
Janpilan langsung keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di garasi. Janpilan membukakan pintu untuk Riyanti dan langsung menggendong Riyanti masuk ke dalam rumah. melihat pemandangan itu bi Amina mengembangkan senyumnya.
Ia bersyukur kehidupan majikannya begitu bahagia.
"Semoga kalian bahagia untuk selamanya." doa Bi Amina dalam hati. Asisten rumah tangga Janpilan yang paling lama mendampingi Janpilan sejak kecil.
Janpilan langsung membawa Riyanti masuk ke dalam kamar.
Janpilan memasangkan perhiasan yang mereka beli sebelumnya dari toko perhiasan milik mereka lebih tepatnya bukan membeli tapi mengambil.
"Sini sayang biar mas pasangkan untuk kamu.
"Loh perhiasannya untuk Riyanti Mas?
"Jadi untuk siapa lagi sayang?" tidak memungkinkan perhiasan ini mas beli untuk orang lain atau wanita lain selain kamu."ucap Janpilan.
Riyanti cemberut ketika suaminya mengatakan wanita lain.
"Riyanti tidak akan terima Jika masih ada disini wanita lain." ucap Riyanti sembari mengelus dada bidang suaminya.
"Tidak akan pernah ada wanita lain disini selain dirimu sayang." sahut Janpilan meyakinkan hati Riyanti sambil memasangkan perhiasan yang mereka beli dari toko perhiasan milik mereka.
Sejujurnya Janpilan sudah lama ingin memberikan perhiasan itu kepada Riyanti. Tetapi ketika Janpilan mengajak Riyanti bepergian, Rianty selalu menolak dengan alasan ada tugas kampus.
"Cantik dan perfect ucap Janpilan ketika melihat istrinya memakai perhiasan yang ia kenakan.
"Terima kasih banyak Mas." ucap Riyanti kepada Janpilan sembari langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang suaminya. Ia mengecup bibir ranum suaminya membuat suaminya begitu bahagia dengan sikap manis Riyanti.
Janpilan membalas kecupan itu, perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga Riyanti membuka mulutnya agar Janpilan dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Riyanti lebih leluasa. Merasa kekurangan oksigen Janpilan melepaskan pegutannya dari Riyanti.
Kemudian ia kembali mengecup Riyanti hingga jenjang leher Riyanti.
" Mas bisa dilakukan tapi pelan-pelan nya!" kasihan bayi kita di dalam Kalau Mas kasar melakukannya." ujar Riyanti kepada Janpilan. Merasa mendapat lampu hijau dari istrinya Janpilan menggendong tubuh mungil Riyanti naik ke atas tempat tidur. dan memberikan kecupan kecupan di leher jenjang Riyanti.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yuk mampir ke karya Morata yang baru ceritanya pastinya seru loh.
__ADS_1