
Kenapa lo tiba-tiba terdiam biasanya lo main ngerocos aja." ucap Randy kepada Naira tetapi Naira sama sekali tidak menjawab dan memilih meninggalkan ruang rawat inap Riyanti. Naira pun berniat pergi ke kantin yang berada di rumah sakit untuk sekedar menenangkan hatinya yang ditatap oleh ibu Anjani dengan tatapan tajam.
"Bisa-bisa gue kena omel lagi tuh sama ibu."
"Gawat nih gue keceplosan, tanpa memperhatikan keberadaan ibu di sana."gumam Naira dalam hati.
Tiba-tiba pemilik kantin pun datang menghampiri Naira
"Maaf Neng, mau makan atau mau minum apa?
"Saya mau minum saja deh Pak, Saya ingin teh manis dingin aja biar hatiku adem."
"Memangnya hati Neng lagi panas?
"Sepertinya begitu sih Pak!"
"Ya sudah deh neng bapak buatin teh manis dinginnya dulu agar hati Eneng yang cantik ini ini menjadi adem, se adem wajah cantik Neng."goda pemilik kantin kepada Naira membuat Naira sedikit mengembangkan senyumnya.
Kemudian pemilik kantin pun berlalu dari hadapan Naira untuk membuat teh manis dingin pesanan Naira. Tiba-tiba tanpa Naira sadari ternyata Randy mengikuti Naira ke kantin.
"lo kenapa tiba-tiba terdiam tadi? Biasanya Lo tidak pernah diam kalau lihat gue."ucap Randy yang tiba-tiba datang menghampiri Naira membuat Naira sedikit terkejut melihat kehadiran Randy di sana.
"Maaf om, om Ngapain di sini?
"Kamu lucu deh, ini kan tempat umum jadi bebas dong Siapa saja yang datang ke sini.
"Bebas sih, tapi ngapain juga harus Satu meja denganku. lebih baik om cari meja yang lain deh, Naira tidak nyaman.
Tiba-tiba bapak si pemilik kantin pun datang menghantarkan teh manis dingin memiliki Naira. Tetapi sebelum meminumnya Randy sudah langsung menyambar dari tangan si pemilik kantin. Dengan tidak merasa bersalah Randy langsung meminum teh manis dingin milik Naira.
"Kok sembarangan banget sih minum minuman orang, itu kan minuman Naira kenapa om yang minum?
"Oh jadi itu teh manis dingin pesanan kamu? Maaf gue langsung minum, soalnya gue sangat haus." ucap Randy kepada Naira tanpa merasa bersalah.
Naira tidak menjawab ia hanya terdiam dan mengutak-atik ponselnya. Membuat Randy merasa heran mengapa tiba-tiba sikap Naira berubah seketika.
"Kamu kenapa Bocah tengil?
"Bukan urusan Om!"
__ADS_1
"Ya tidak sih, cuman aneh aja melihat kamu yang biasanya kamu selalu ngerocos menjawab saya.
"Sudah malas berdebat dengan om, yang iyanya Naira yang selalu disalahin orang-orang, karena melawan orang tua ke Om."
"Jadi kamu benar-benar ngatain gue tua!
"Gue nggak ngomong gitu, lebih baik Om sadar aja." ucap Naira sembari ingin berdiri dari tempat duduknya. Tetapi Randy sudah menahan nya terlebih dahulu.
"Temanin gue minum ya!" gue sudah pesan minuman lagi kok.
"Maaf Om untuk saat ini Naira tidak mau berdebat.
"Memangnya kamu nemenin gue minum harus berdebat ya?
Naira menggelengkan kepalanya. Ia pun menatap Surya dengan tatapan penuh tanya
" Si om kenapa sih? Kok tumben meminta gue minum bersama dia?" tanya Naira dalam hati.
Naira pun kembali duduk di tempat duduknya semula.
"Ada apa om?
"Memangnya Om mau ngobrol apa sama Naira
"Nai coba Jawab dengan jujur Apakah memang saya sudah terlihat tua banget ya!"
"Kalau boleh jujur sih sebenarnya Om tidak tua-tua banget sih kelihatan masih terlihat muda dan tampan." ucap Naira sembari mengembangkan senyumnya membuat lesung pipi Naira terlihat jelas di mata Randy.
"Manis juga ini bocah, lesung pipinya membuat dia Semakin manis." gumam Randy di dalam hati sembari terus menatap Naira.
"Oh iya kamu baru lulus SMA kan?
"Iya Om!"
"Rencananya Kamu melanjut ke mana?
"Belum tahu sih Om cuman maunya Naira seperti kak Riko, jika Naira lulus seleksi saat ujian masuk STAN.
"Oh iya Om, kok datang ke rumah sakit memakai dinas?
__ADS_1
"Iya tadi saya habis tugas langsung ke rumah sakit.
"Jadi Om tugas tadi?
"Iya Nai!"
"Kok om mau sih jadi seorang polisi? padahal harta kekayaan Om banyak."
"Randy menatap nayra dengan tatapan penuh arti.
"Awalnya Saya ingin mengabdikan diri saya sebagai seorang pengayom masyarakat dengan menjadikan saya menjadi seorang polisi. Apalagi setelah kejadian yang menimpa adik perempuan saya membuat saya semakin bertekad untuk mengambil profesi sebagai polisi.
"Memangnya apa yang terjadi kepada adik perempuan om?
"lalu Rendy pun menceritakan segala sesuatunya yang terjadi terhadap keluarganya. pada saat itu Randy berada di luar kota sedangkan Raihan masih sekolah. adik perempuannya tinggal bersama ibu dan asisten rumah tangga mereka di rumah. Sedangkan ayah dari Randy sedang berada di kantor.
Siang itu memang siang yang mencekam bagi keluarga Himalaya. Kawanan perampok pun masuk ke rumah mereka hingga adik perempuan Randy diperkosa dan semua harta kekayaan yang ada di rumah mereka raib diambil oleh kawanan perampok. Sementara Ibu Aliana dan asisten rumah tangga mereka sudah diikat dengan tali dan mulut ditutup, keadaan saat itu cukup tragis.
Setelah perampok itu memperkosa adik perempuan Randy, Mereka pergi begitu saja meninggalkan Ibu Aliana, asisten rumah tangga dan adik perempuan Randy begitu saja. pelecehan yang dialami adik perempuan Randy membuat jiwa adik perempuan Randy menjadi terguncang. Dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Kedua orang tua Rendy begitu terpukul melihat putri mereka meninggal secara tragis. Begitu juga dengan Randy dan Reihan
Hal itu membuat kondisi kesehatan kondisi kesehatan ibu Iriana menjadi drop. Dan ketika Tuan Himalaya membawa Ibu Iriana ke rumah sakit, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan akhirnya kedua orang tua Randy pun meninggal dunia. Hal itulah yang mengakibatkan Rendy enggan untuk menikah sebelum Reihan menikah dengan wanita yang ia cintai. Randy ingin tetap menjaga Rehan.
Mendengar cerita dari Randy, Naira langsung terdiam. Naira tidak menyangka masa lalu keluarga Randy begitu tragis.
"Maafkan Naira Om, sudah jahil selama ini sama Om tanpa mengetahui masa lalu keluarga om yang pahit."ucap Naira merasa bersalah kepada Randy yang telah mengatainya tidak laku laku.
"Tidak apa-apa namanya juga kamu belum mengenal saya dan lagian itu kejadiannya sudah lama kok."
"Jadi karena itu om sampai sekarang belum menikah?
Randy menganggukkan kepalanya pertanda tebakan dari Naira benar adanya.
"Tapi sekarang sudah sewajarnya Om mencari pendamping Hidup. Kan tidak selamanya Om harus hidup sendiri seperti ini, apalagi kak Reihan sekarang sudah menikah.
"Saya juga ingin nya seperti itu Nai, tetapi mana ada wanita yang mau menikah dengan umur saya yang sudah kepala empat."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1