
Pasti kamu tidak mengetahui kan Mengapa Mas melakukan itu kepada kamu?
Linda menggelengkan kepalanya pertanda dirinya benar-benar tidak mengetahui Mengapa saat itu Reihan selalu meminta Linda lembur dan mengerjakan pekerjaan yang tidak sepatutnya anda kerjakan.
"Itu karena mas ingin dekat dengan kamu, Karena Mas saat itu sudah mulai menyukai character dan sifat kamu ceplas-ceplos
"Mengapa mas tidak melirik wanita yang lebih cantik? itu pasti pertanyaan dihatimu. iya kan sayang?
Linda menganggukkan kepalanya pertanda tebakan Reihan benar adanya.
Makanya lain kali kalau mas bercanda jangan ambil hati dong. Kan kasihan bayi kita yang ada didalam sini nanti, ngambekan." ucap Reihan sembari mengelus perut Linda yang masih rata. kemudian Reihan berpamitan kepada Linda karna saatnya Reihan harus segera pergi ke kantor.
****
Pagi yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi . Naira terbangun dari tidurnya.
"Huyaemmm" Naira bergeliat, ia melihat jam yang ada dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Ya ampun sudah jam delapan ternyata!" semua ini gara gara drakor itu." ucap Naira merutuki dirinya telah menyesal menonton drama Korea sampai larut malam.
Ia bangkit dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia takut kalau Randy nanti terlalu lama menunggunya.
"Ah lebih baik aku sekarang mandi, nanti keburu mas Randy datang menjemput ku." gumam Naira dalam hati sambil berjalan kekamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Naira langsung memakai pakaian yang biasa ia gunakan jika bepergian.
Setelah Naira melihat pantulan tubuh dan wajahnya di cermin yang ada dikamarnya, ia memoles sedikit bedak dan lipstik yang tipis di bibirnya membuat kecantikan Naira semakin mempesona, dipandang setiap kaum Adam . Naira keluar dari kamarnya menuju ruang makan berniat untuk sarapan.
"Masih ingat bangun dek?" tanya Janpilan berniat menjahili adik iparnya.
"Kakak ada ada saja!" ngak lihat apa Naira sudah rapi dan cantik seperti ini?" ngak seperti kakak sudah tua tapi tingkah seperti bocah manja aja sama kak Riyanti.
"Manja sama istri kakak kan tidak apa apa!" ucap Janpilan sambil menjulurkan lidahnya membuat Naira semakin kesal.
"Ka Rin!" kakak gimana sih hadapin suami kakak yang tingkah seperti bocah ini?" ucap Naira sambil cengengesan.
"Husss!" kalian ini kalau sarapan, sarapan dulu dong!" ucap ibu Anjani karna melihat tingkah kedua adik ipar dan kakak ipar itu sudah seperti kucing dan tikus.
"Ini nih Bu!" ka Damar terus saja jahil sama Naira apalagi ka Janpilan selalu manggil Naira itu bocil, padahal Naira sebentar lagi juga akan menikah sama mas Reihan." ucap Naira mengadu sama ibu Anjani.
"Kalian ini terus saja seperti anak kecil!" ingat tuh umur sebentar lagi juga kamu akan menikah." ucap Ibu Anjani kepada Naira dan Janpilan
"Sayang belain aku mas mas dong!" ucap Janpilan meminta pembelaan dari istrinya Riyanti
__ADS_1
"Mas sendiri yang cari gara gara." ucap Riyanti membuat Janpilan memanyunkan bibirnya.
Riyanti yang tidak tega melihat suaminya terpojok, langsung mengecup bibir ranum suaminya dihadapan Naira dan juga ibu Anjani. hal itu membuat Naira semakin kesal melihat pasangan suami istri itu.
"Trimakasih adikku yang cantik!" gara gara kamu kakak dapat morning kiss dari istri mas yang paling cantik dan kece badai." ucap Janpilan
"Huhh....dasar bucin!" ucap Naira sambil menjulurkan lidahnya
"Siapa yang lebih bucin kakak apa Randy? yang selalu mengantar jemput kamu, sudah seperti ojek langganan." ucap Janpilan
"Iya dong!" namanya cintanya mas Randy hanya untuk Naira seorang." ucap Naira dengan percaya diri.
"Kalian ini dari tadi terus berantem lebih baik habiskan sarapan kalian!" ucap ibu Anjani yang sedari tadi melihat putra dan putrinya saling ejek."
"Ayo dimakan ngoceh terus dari tadi!" ucap ibu Anjani sambil menghabiskan sarapan pagi yang ada dihadapannya.
Tiba tiba klakson mobil Randy terdengar jelas ditelinga Naira. Naira senyum sumringah karna calon suaminya yang ia tunggu sudah datang menjemputnya.
"Sayang...." mas berangkat dulu ya!" ucap Janpilan kepada Riyanti sambil mengecup kening Riyanti
"Iya mas hati hati dijalan." ucap Riyanti sambil memperbaiki dasi Janpilan yang miring sedikit.
"Dasar Bucin" ucap Naira sambil memberi salam kepada ibu Anjani dan Riyanti untuk berpamitan, karna Randy sudah menjemputnya. Mereka ingin mengadakan foto prewedding
****
"Yuk kita berangkat nanti kita telat." ujar Randy sambil langsung membuka pintu mobil tepatnya disamping kemudi.
"Tante!" Randy dan Naira pamit dulu."ucap Randy sambil memberi salam kepada ibu Anjani
"Ya sudah hati hati dijalan ya!" jaga putri Tante ." sahut ibu Anjani sembari mengembangkan senyumnya.
"Itu sudah pasti Tante !" sahut Jack sambil langsung masuk kedalam mobil dan duduk di bangku kemudi.
Jack memasang sabuk pengaman untuk Naira membuat seruan nafas Randy terasa ditelinga Naira
"Aduh jangan gini dong mas!"
"Kenapa sayang?"
"Napas mas bikin aku merinding." ucap Naira sambil langsung terkekeh
"Mau yang lebih lagi tidak?"
__ADS_1
"Tidak!" nanti aja kalau sudah halal!" sahut Naira sambil mengebangkan senyumnya.
"Mas jadi ngak sabar halalin kamu sayang." ucap Randy sambil langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju ke lokasi foto prewedding
"Mas apa benar mas benar benar mencintai dan menyayangi Naira dengan tulus?
"Kenapa harus ditanya lagi sayang, pasti kamu sudah tau jawabannya.
"Sekarang tinggal kamunya sayang!" kamu cinta ngak sama mas?"
"Cinta dong malah cinta bangat." ucap Naira tanpa rasa malu mengakui cintanya kepada Randy. Padahal selama ini Naira selalu gengsi mengakui cintanya kepada Randy
"Serius sayang?"
"Iya suamiku sayang!" ucap Lita sambil langsung mencium pipi kekasihnya.
Randy senyum sumringah karna akhirnya Naira mengakui cintanya kepada Randy.
"Mas benaran cinta tidak sama Naira ?"
"Tentu dong sayang!" malah mas sangat cinta sama kamu melebihi rasa cinta mas pada diri mas sendiri." ucap Randy sambil mengembangkan senyumnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit. nayra dan Randy tiba di lokasi yang sudah ditentukan oleh fotografer untuk melakukan foto prewedding pernikahan mereka.
"Mas beneran di sini lokasinya?
"Sepertinya iya sayang karena fotografernya memberi tahu alamatnya di sini ucap Randy sembari menunjukkan alamat yang dikirimkan oleh fotografer itu kepada Randy.
"Iya sepertinya lokasinya memang benar di sini tetapi fotografernya di mana ya Mas?
"Mungkin sebentar lagi dia akan datang."sahut Randy sembari meraih tubuh Naira ke pelukannya. Seakan dirinya sangat takut Naira akan meninggalkan dirinya dari sana.
Tiba-tiba sang fotografer pun datang menghampiri nayra dan Randy.
"Selamat siang komandan!"sapa sang fotografer yang merupakan teman Randy sesama anggota Kepolisian.
"Maaf sudah membuat komandan menunggu!"
"Tidak masalah Lagian kamu juga baru sampai kok."
"Bagaimana Apa komandan sudah siap melakukan foto prewedding nya? saya sudah langsung membawa perias dan beberapa Apa pakaian yang cocok digunakan untuk foto prewedding."ucap sang fotografer sambil langsung menunjukkan beberapa pakaian kepada Randi. Tetapi sang fotografer menganjurkan kepada Randy agar Randy menggunakan baju dinas untuk sesi foto prewedding yang formal.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏