Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
FOTO GALERI DAN PESAN WHATSAPP


__ADS_3

Banyak dari antara mahasiswa mahasiswi yang belum mengetahui kalau Riyanti dan pak Janpilan sudah menikah, sehingga orang orang yang belum mengetahui Janpilan dan Riyanti sudah menikah mengisahkan pertanyaan besar dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh pak janpilan saat di kantin. Apalagi seluruh penghuni kampus mengetahui kalau Janpilan dosen yang terkenal killer sejagat universitas begitu dekat dengan mahasiswinya sendiri.


"Mas lepasin ah malu dilihatin mahasiswa lain mas." ucap Riyanti sambil berusaha melepaskan tangan Janpilan dari tangannya.


"Kenapa harus malu sayang?" kamu itu istri aku."


"Iya mas!" tapi ini kampus bukan dirumah atau ditempat umum lainnya. Apa mas tidak malu dilihatin mahasiswa mas sendiri?" ucap Riyanti .


"Tidak."


"Ngapain juga harus malu menggandeng istri sendiri." ucap japilan sembari tetap menggandeng tangan Riyanti tanpa perduli dengan pandangan orang orang.


Setelah tiba di depan ruangan pak Janpilan, Riyanti masuk keruang Janpilan berniat untuk istirahat. Sementara pak Janpilan kembali mengajar di kelas lain. Sambil menunggu Janpilan selesai mengajar Riyanti membaringkan tubuhnya diatas sofa yang ada diruang Janpilan. Riyanti mengotak Atik posel milik Janpilan yang diberikan Janpilan kepada Riyanti untuk menghilangkan kebosanan Riyanti.


Riyanti mencoba membuka akun sosial media milik Janpilan. Janpilan sengaja tidak mengunci akun social medianya agar Riyanti dapat menggunakan ponsel miliknya. Riyanti mencoba membuka akun Facebook milik Janpilan. Alangkah terkejutnya Riyanti ketika membuka akun Facebook milik Janpilan. Ia melihat foto-foto yang ada disana hanyalah foto Riyanti dan juga suaminya sendiri. Tidak ada foto orang lain di sana.


"Kapan mas Janpilan fotoin aku saat seperti ini?" gumam Riyanti dalam hati, ketika dirinya menemukan fotonya sewaktu masak dan juga nyuci piring sembari dipeluk Janpilan dari belakang.


"Siapa yang Foto in Ya?" kan mas Janpilan lagi peluk aku." gumam Riyanti karna dirinya penasaran foto itu ada di akun Facebook Janpilan.


Kemudian Riyanti juga membuka foto-foto galeri yang ada di ponsel janpilan. Ia juga menemukan foto-fotonya banyak di sana. Tetapi ada satu foto yang mencuri perhatian Riyanti.


"Foto siapa ini?" gumamnya ketika melihat foto seorang wanita bersama janpilan di sana. sekilas dia kesal, melihat suaminya berfoto bersama wanita lain. Riyanti tidak mau berpikir negatif terlebih dahulu sebelum bertanya kepada Janpilan


Pikirannya melayang ke mana mana. Ia takut Janpilan bermain di belakangnya. Mengingat Janpilan seorang pengusaha dan banyak digemari Wanita.


"Siapa dia Mas?"


"Apakah kamu sudah bermain dibelakangku?"


pertanyaan dengan pertanyaan timbul di benak Riyanti. Riyanti mulai gelisah niat hati untuk istirahat. Tetapi ia tidak bisa memejamkan matanya hanya karena melihat sebuah foto seorang wanita bersama janpilan.


"Rasanya aku belum siap jika Mas janpilan memiliki wanita lain selain aku." gumam Riyanti di dalam hati.


"Ya ampun apa yang aku pikirkan Kenapa pikiranku terus tertuju ke foto ini?"tanya Riyanti di dalam hati. Kemudian Riyanti membuka akun whatsapp Milik Janpilan yang melihat kontak yang ada di sana. Beberapa chat masuk dari grup dosen dan dari rekan bisnis Janpilan.


Riyanti hanya membaca saja. Dia melihat chat yang masuk ke WhatsApp suaminya. Kembali Riyanti dikejutkan dengan sebuah chat dari seorang wanita yang mengatakan kalau wanita itu sangat merindukan janpilan.


"Siapa sebenarnya wanita ini?" tanya Riyanti semakin penasaran. Ia ingin berniat menghubungi nomor WhatsApp yang ada di sana. Tetapi ia takut janpilan akan marah.


Riyanti memberanikan diri untuk menyalin nomor ponsel wanita itu ke ponsel miliknya Agar suatu hari nanti Riyanti bisa melacak siapa wanita itu.

__ADS_1


"Ada apa ini kenapa mas janpilan tidak pernah cerita kepadaku tentang wanita ini?"tanya Riyanti kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba pintu terbuka dari luar Janpilan masuk ke ruangan. Ia melihat Riyanti sama sekali seperti tidak istirahat dan memiliki berpikiran yang banyak.


"loh Kamu bukannya tidur Sayang?"


"Tidak mataku tidak bisa tidur." jawab Riyanti kentus


"Kenapa tidak bisa tidur bukannya tadi kamu bilang kamu sudah ngantuk dan pengen istirahat?"


"Tiba-tiba saja tidak bisa tidur!" ucap Riyanti masih dengan nada ketus.


"Mas sudah siapkan? Kita pulang yuk." Riyanti Sudah malas di sini."


"Ya sudah tunggu sebentar ya sayang!"


Riyanti hanya diam dia tidak menjawab, Tetapi Riyanti sudah mulai berjalan keluar dari ruangan Janpilan


"Cepat Mas ini udah sore banget nih Nanti keburu macet." ucap Riyanti. Janpilan bertanya-tanya dalam hati Mengapa istrinya begitu ketus berbicara terhadap nya. Padahal Ia merasa Tadinya baik-baik saja. Tidak ada masalah di antara mereka.


Janpilan keluar dari ruangannya dan langsung mengunci pintu ruangan. ia pun berusaha mengejar Riyanti yang sudah lebih dulu berjalan menuju parkiran. Janpilan terus bertanya dalam hati. Ia merasa Riyanti menyembunyikan sesuatu darinya. Karena Riyanti tidak pernah bersikap seperti itu dengannya. jika tidak ada masalah di antara mereka.


"Ada apa lagi sih ini?" tanya Janpilan dalam hati sambil berusaha mengejar Riyanti. Riyanti bersandar di samping mobil milik Janpilan sebelum Janpilan tiba. Janpilan membuka pintu mobilnya, Riyanti angsung masuk tanpa berkomentar apa-apa.


"Tidak apa-apa lagi males aja!"


"Jangan begitu dong Sayang kalau ada apa-apa ya dibicarakan saja sama mas."


"Tidak ada apa-apa l!" kan udah saya bilang tadi tidak ada apa-apa."ucap Riyanti dengan nada ketus


Janpilan menggelengkan kepalanya. Ia pun melajukan mobilnya menuju rumah yang mereka tempati. Di perjalanan Riyanti meminta janpilan untuk menghentikan mobilnya.


"Berhenti Mas di sini."


"ngapain sayang?"


"Berhenti aku bilang!"


Janpilan pun menghentikan mobilnya. Riyanti langsung turun dari mobil dan menuju penjual rujak yang ada di tenda biru.


"Mang rujaknya dua porsi ya!"

__ADS_1


"Eh Neng Riyanti sama siapa Neng?"


"Sama dosen lah mang ."


"Wah kok bisa?"


"Bisa dong Mang."


"Ya sudah ditunggu ya Neng." ucap penjual rujak yang ada di pinggir jalan, langganan Riyanti dengan Linda.


Janpilan pun ikut turun!" Ia heran melihat istrinya terus ketus terhadapnya dan tiba-tiba Riyanti meminta diturunkan di pinggir jalan hanya untuk membeli rujak.


"Ini Neng rujaknya."


"Berapa mang?"


"Biasa Neng dua puluh ribu."


"Ini mang uangnya." ucap Riyanti sembari langsung memberikan uang pecahan dua puluh ribu kepada penjual rujak yang ada di tenda biru.


"Terima kasih ya Neng jangan bosan-bosan mampir ke sini." ujar penjual rujak itu.


"Iya mang, itu pasti kan rujak mamang enak."ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya. Kemudian rianti kembali masuk ke dalam mobil diikuti oleh Janpilan.


"Kok banyak banget rujaknya sayang segitu habis?"


"Habis!" takut ya uang Mas habis aku makan?"


"Kok ngomongnya gitu?"


"Tuh tanya kenapa aku beli rujak sebanyak ini


"Iya Mas heran saja kenapa kamu tiba-tiba beli rujak sebanyak itu.


"Pengen aja!" nanti uang Mas aku ganti kalau Riyanti sudah kerja.


"Kok ngomong gitu lagi sih sayang?" kan sudah dari awal mas bilang uang Mas itu uang kamu."ucap Janpilan


Riyanti hanya diam, dia tidak menjawab sama sekali. Ia melahap rujak yang sudah dibelinya.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2