Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
JANPILAN MERASA DIABAIKAN


__ADS_3

Terlihat pemilik butik itu terpana melihat kecantikan alami yang dimiliki oleh Naira. disamping raut wajahnya yang menawan dan terlihat masih sangat muda, membuat pemilik butik itu menatap dengan tatapan penuh tanya. seolah mereka tidak percaya jika Naira calon mempelai wanitanya.


"Apa kau serius dia yang menjadi mempelai wanitanya? tanya salah satu pegawai yang bekerja di butik itu kepada rekannya juga.


"Sepertinya iya, karena sebelumnya sewaktu mengadakan fitting baju, wanita itu juga yang datang ke sini bersama AKBP Randy.


"Tapi aku seolah tidak percaya, Karena Wanita itu masih sangat muda dan Sepertinya dia anak sekolahan. Paling juga dia hanya berumur 18 tahun. Sementara kamu tahu sendiri bukan kalau AKBP Randy sudah berumur 40 tahun. Tapi mengapa wanita ini mau kepada AKBP Randy yang umurnya layaknya sebagai ayahnya? bisik-bisik antar pegawai butik itu pun terdengar oleh AKBP Randy. Tetapi dia tidak ambil pusing akan hal itu. Malah Randy melemparkan senyumnya kepada mereka.


"Mas, Bagaimana menurut Mas gaunnya, apa cocok untuk Naira? tanya Naira dengan nada manja kepada Randy.


"Kamu cantik banget sayang, dan cocok menggunakan gaun itu. Mas menyukainya.


"Apa kau serius Mas?


"Iya sayang!" sahut Randy sembari langsung mengecup kening Naira di hadapan karyawan butik yang sedang berbisik berisik tentang pasangan kedua calon pengantin itu.


Randy sengaja mengumbar kemesraan di hadapan pegawai butik itu, karena dirinya gerah dengan bisik-bisik mereka yang mengatai Naira wanita bodoh. Karena mau menikah dengan Randy yang terpaut umur sangat jauh kepada Naira.


Bagaimana AKBP Randy yang terhormat Apakah anda merasa puas dengan hasil kinerja Butik Kami? tanya pemilik butik itu kepada Randy.


Randy mengembangkan senyum manis kepada pemilik butik itu. Yang merupakan butik langganan tante Mira.


"Hasilnya cukup memuaskan. Sesuai Dengan permintaan istri saya. Tapi apakah saya bisa mengatakan sesuatu kepada Anda Nyonya


Maudy?


"Silakan Pak Randy yang terhormat? kami siap menerima kritik dan saran dari anda.


"Apa kau memperbolehkan karyawan Mu untuk mengatai pelanggan mu? tanya Randy sembari menatap kedua pegawai yang bekerja di butik itu dengan tatapan tajam.


"Maksudnya apa ya Pak Randy?tanya Tante Maudy karna tidak paham akan apa.yang dikatakan oleh Randy.

__ADS_1


"lebih baik Anda bertanya kepada karyawan anda, Bagaimana sikap mereka dalam melayani pelanggan.


"Oh iya Berapa totalnya Nyonya Maudy?


"Totalnya 60 juta!" mendengar nominal 60 juta Naira langsung membulatkan matanya dan menatap gaun yang di sudah dibungkus peper bag itu, sambil menggelengkan kepalanya. seolah dirinya tidak percaya dengan harga gaun yang begitu fantastis menurutnya.


Randy langsung menyerahkan Black card miliknya kepada pemilik butik. Setelah melakukan pembayaran Randy langsung menggandeng tangan Naira keluar dari butik menuju mobil miliknya.


"Mas!"gaun pengantinnya kok mahal banget?


"Itu tidak seberapa sayang, sudah tidak perlu bertanya mengenai harga itu tidak masalah bagi Mas. Yang penting kamu merasa puas dan bahagia."


Naira menggelengkan kepalanya ia tidak habis pikir dengan pola pikir Randy yang menghabiskan uangnya dengan sekejap untuk keperluan pernikahan mereka. Yang menurut Naira itu merupakan pemborosan. Ia dapat membayangkan yang enam puluh juta itu dapat digunakan untuk biaya semester dua tahun sekali gus. Padahal di dalam benak Naira dia tidak menginginkan hal kemewahan seperti itu yang dia inginkan hanya cinta dan kasih sayang dari Randy.


Di dalam mobil Naira terus saja mengoceh karena dirinya melihat Randy dengan mudahnya mengeluarkan dana besar hanya untuk gaun pengantin miliknya.


"Mas hanya ingin yang terbaik untuk kamu, mas tidak ingin membuat kamu kecewa.


Gaun itu cocok untuk Ratunya Randy Himalaya. harga segitu belum seberapa. Kamu tenang saja aku tidak akan jatuh miskin hanya karena membeli gaun dengan harga yang tidak seberapa itu." ucap Randy kepda Naira membuat Naira mendengus kesal melihat suaminya sangat boros menurutnya.


"Bukan sombong!"Mas hanya ingin yang terbaik untuk istri mas.


"Terserah deh, ngomel juga tidak ada gunanya. toh mas dilakukan juga. lebih baik Naira diam bukan uang Naira juga kok yang habis. Kan uang suamiku yang akan aku habiskan nanti."ucap Naira sambil terkekeh.


"Kamu habisin juga tidak apa-apa!"Mas bekerja hanya untuk kamu dan anak-anak kita kelak. Jadi kamu jangan kuatir. Jangan pernah Kamu berpikir Saya hanya mengharapkan gaji dari bertugas sebagai dinas Kepolisian. Tetapi dengan perusahaan yang aku miliki menghidupi mu Dan anak-anak kita kelak kamu tidak perlu kwatir. sebelumnya Mas sudah memikirkannya semua.


Di tempat lain Janpilan sedikit kesal kepada Riyanti karena malam itu janpilan sangat menginginkan sentuhan dari istrinya. Tetapi Riyanti memilih tidur bersama Putra dan putrinya. Tanpa ia sadari suaminya sudah sangat menginginkan dirinya.


"Mas kamu kenapa?


Janpilan tidak menjawab, ia hanya diam dan melirik Riyanti seketika.

__ADS_1


"Mas Kamu kenapa sih? tanya Riyanti kembali sembari mendekati Janpilan


"Kalau Riyanti ada salah, tolong katakan Mas jangan seperti ini Mas jangan ngediamin Riyanti.


Janpilan menatap Riyanti dengan intens.


"Mas ayo dong katakan sesuatu, kalau Riyanti ada salah lebih baik Mas berterus terang jangan seperti ini. Riyanti paling tidak bisa mas Diamin." ucap Riyanti sambil Langsung mencium wajah tampan suaminya.


"Semenjak adanya Alex dan Alexa kamu sudah tidak memperhatikan Mas lagi. Apakah kau tidak mencintai suamimu ini lagi apa kau sudah bosan melihat suami tua kamu ini? pertanyaan itu sontak membuat Riyanti terkejut.


"Kok mas mengatakan seperti itu? tanya Riyanti karna Riyanti bingung akan pertanyaan suaminya.


"Karena semenjak ada Alex dan Alexa kamu tidak pernah bersikap romantis lagi kepada mas, padahal mas juga butuh diperhatikan dari istri mas sendiri. Kamu sangat berubah sayang."Ucap Janpilan berterus terang kepada Riyanti bahwasanya dirinya juga ingin diperhatikan oleh istrinya.


Riyanti tidak menyadari akan hal itu. kesibukannya untuk menjaga Alex dan Alexa membuat dirinya terkadang lupa harus memperhatikan suaminya juga.


"Riyanti minta maaf Mas, Riyanti tidak sengaja melakukan hal seperti itu. Riyanti kira mas tidak akan mempermasalahkan hal itu.


Mulai sekarang Riyanti akan mencoba lebih percaya kepada Baby sister. Agar Riyanti tidak terlalu sibuk dengan Alex dan Alexa dan Riyanti dapat memperhatikan Mas juga. ucap Riyanti sembari langsung memeluk Janpilan.


"Kau serius sayang!"


Riyanti menganggukkan kepalanya Ia pun kembali mengecup bibir manis suaminya. yang selama ini diharapkan oleh Janpilan dari sosok istrinya.


"Kecupan hangat dari istrinya membuat janpilan langsung senyum sumringah mendapat kecupan hangat dari Riyanti


****


"Pi....."Sepertinya kita harus segera mempersiapkan pesta pernikahan Randy secepatnya. Mungkin karena, pernikahan Randy sudah tinggal menghitung hari Mami tidak mau kalau pernikahan Randy kekurangan suatu apapun. Mami sudah menganggap Randy sebagai anak kandung Mami sendiri. jadi tolong bantu mami ya pi." ujar tante Mira kepada Om Andruw agar Om Andruw ikut serta membantu tante Mira mempersiapkan pernikahan Randy.


Padahal sebelumnya Randy sudah meminta kepada tante Mira agar tidak terlalu menyibukkan diri, untuk mempersiapkan pernikahannya. Tetapi tante Mira tidak percaya begitu saja kepada EO yang menangani pesta pernikahan Randy. Sehingga tante Mira ikut turun tangan untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan saat Akad nikah dan resepsi pernikahan Randy dan Naira kelak.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2