Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Kedokter


__ADS_3

Riyanti meninggalkan pak Janpilan. Riyanti langsung menuju kelasnya. Dipikiran Riyanti masih terngiang-ngiang pernyataan serius pak janpilan yang ingin melamarnya. Riyanti bingung harus berbuat apa!" di sisi lain ia sudah nyaman jalan dengan Pak Janpilan. Tetapi di satu sisi orang tua Janpilan yang tidak menyukainya membuat dirinya mengurungkan niatnya untuk menerima Pak Janpilan.


Tiba-tiba Linda datang menghampiri Riyanti


"Kamu dari mana?" Dekan mencarimu


"Untuk apa Dekan mencariku?


"Aku juga tidak tahu!"


yang pasti kamu disuruh segera ke ruangan Dekan.


Jantung Riyanti terasa copot, Riyanti tidak tahu masalah apa sehingga Dekan memanggil dirinya.


"Ada apa ya Kok Dekan memanggilku?"


"Kesalahan apa yang aku perbuat lagi sehingga DekaN memanggilku?"pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Riyanti. Kemudian dengan langkah gontai Ia pun berjalan menuju ruang Dekan.


tok


took


toook


Pintu ruangan diketuk Riyanti.


"Masuk?" ucap Dekan dari dalam ruangan


"Selamat siang Pak?" Apa Bapak memanggil saya?"tanya Riyanti sopan.


"Silakan duduk Riyanti!"


"Baik pak!" sahut Riyanti sambil duduk dihadapan Dekan.


"Ada apa Pak?" Bapak memanggil saya?"


"Begini Riyanti, pihak kampus menginginkan kamu yang akan mewakili kampus in untuk mengikuti kuis antar kampus sekota Jakarta


"Tapi apa harus saya Pak?"


"Karena menurut pihak kampus kamulah yang layak mengikutinya!


Riyanti terdiam!" Riyanti takut pihak kampus kecewa terhadap nya.Apalagi Riyanti bisa menjadi bahan tertawaan di hadapan orang-orang khalayak ramai. Yang mempunyai kebiasaan buruk tidak bisa menahan kentutnya.


"Aduh bagaimana ini!" aku bukan takut bersaing mengenai ilmu pengetahuan, tetapi aku takut sewaktu mengadakan kuis itu, kentut ku akan keluar begitu saja membuat orang-orang menertawakanku dan membuat pihak kampus otomatis menjadi malu." gumamnya dalam hati.


Riyanti pun sangat bingung antara menerima atau tidak. Tetapi jika Riyanti tidak menerima apa yang menjadi keputusan pihak kampus, Riyanti takut kalau nilai mata kuliahnya akan terancam. Apalagi Riyanti ingin sekali cepat selesai menyelesaikan studinya.


"Maaf Pak Tapi tolong berikan saya waktu untuk memikirkannya, sembari aku mempelajari materi materi yang akan dipertanyakan nanti." ucap Riyanti kepada Dekan.


Riyanti berharap ada seseorang yang menggantikan dirinya.Riyangi tidak ingin membuat malu pihak kampus.


Dengan langkah gontai Riyanti keluar dari ruang Dekan dan kembali ke kelasnya.


"Kamu kenapa Riyanti ?'


"Dekan menyuruhku untuk mengikuti kuis yang diselenggarakan antar kampus di Senayan Jakarta.


"Terus menurut kamu bagaimana?"


"Aku bingung Lin!"

__ADS_1


"Kenapa harus bingung?"


"Aku takut pihak kampus kecewa kepada aku


"aku yakin kok dengan kemampuanmu Rin !"


"Masalahnya bukan di situ Lin!"


"Terus masalahnya dimana?"


"Aku tidak bisa menahan kentut ku, jadi aku takut mengadakan kuis nanti kentut ku keluar dan membuat malu pihak kampus kita."ucap Riyanti sendu.


Linda terdiam, ia tahu memang kalau sahabatnya itu memiliki kebiasaan buruk yang tidak bisa menahan kentutnya.


"Ya sudah kita cari dokter yang bisa menangani kasus kamu ini." ucap Linda


"Tapi aku tidak memiliki uang cukup untuk melakukan itu Lin!"


"Kamu tenang saja, aku akan membantumu soalnya saudaraku ada yang bekerja sebagai dokter dia pasti bisa membantumu. ucap Linda memberi harapan kepada Riyanti.


"kamu serius Lin?"


"Iya serius lah!"


"Kalau kamu mau kita sekarang kesana!"


"Boleh eh Memangnya tempatnya tidak jauh?"


"Tidak!"


"kita bisa jalan kaki tidak? soalnya aku sudah tidak ada uang untuk ongkos. Soalnya gajiku bulan kemarin sudah habis membayar uang semester.


"Oh iya ya!" aku lupa Memangnya motor kamu sudah bagus Lin?"


"Sudah dong!"sahut Linda sambil menarik tangan Riyanti keluar dari ruangan menuju parkiran motornya agar mereka segera ke dokter untuk memeriksakan Mengapa Riyanti bisa memiliki kebiasaan buruk seperti selama ini yang dirasakan Riyanti.


"Ayo naik Rin"


Riyanti pun langsung naik ke motor matic memiliki Linda.


"Sudah Rin?"


"Sudah!" tarik sis


"Semangkok ah mantap jawab Linda sambil Mereka pun tertawa diatas motor membuat orang-orang yang mereka melintasi pun merasa heran.


10 menit kemudian dengan menggunakan motor matic Linda pun mereka tiba di praktek dokter keluarga Linda.


Linda langsung memberhentikan motornya tepatnya di depan ruang praktek saudaranya.


"Sus dokter Devan ada?"


"Ada Non tapi masih ada pasien yang masih diperiksa.


"Tolong bilangin Linda mencari!"


"Baik non?"


Suster itu berlalu dan masuk ke ruangan kerja Dokter Devan.


Kemudian setelah memeriksa pasien yang ada di ruang dokter Devan, Devan keluar untuk menghampiri Linda

__ADS_1


"Ada apa Lin?" Kok tumben datang ke klinik kakak?"


"Yang pasti ada penting loh kak!


"Kamu sakit?"


"Tidak


"Terus kamu mau ngapain adikku chubby?"


"Ada sesuatu hal yang ingin linda tanyakan kepada kakak, Kakak ada waktu tidak?"


"Iya kebetulan pasien sudah selesai Kakak periksa.


"Ayo masuk!"ujar dokter Devan kepada Linda dan juga Riyanti.


Tiba di ruangan Dokter Devan, Linda pun menceritakan maksud dan tujuannya datang menemui nya.


"Jadi bagaimana Kak Apa Kakak bisa membantunya?"


"Sebenarnya itu tidak sulit hanya pola makan saja yang diatur, dan istirahat yang cukup


"Maksud kakak?"


"Itu terjadi karena Riyanti sering telat makan, sehingga yang menguasai perut Riyanti angin yang jahat. Syukur kalau itu keluar, kalau itu tidak keluar maka bisa berakibat Patal. Satu hal lagi yang harus diingat jangan terlalu banyak memakan cabe, Karena perut Riyanti sudah tidak tahan." Dokter Devan pun mengajari Sharma cara untuk menahan kentut jika harus itu dilakukan.


"Coba pola makanmu Kamu atur, pasti angin tidak akan merajalela di perutmu


dan jika kamu memakan sesuatu jangan terlalu banyak cabe karena itu bisa mengundang sakit perut." Ucap dokter Devan kepada Riyanti berharap Riyanti melakukan apa yang ia katakan.


"Baik dokter saya akan melakukannya!" ucap Riyanti kepada dokter Devan.


"Tetapi karena kamu bilang kamu akan mengadakan kuis dua hari lagi, maka Untuk itu saya akan memberikan obat kepada kamu agar tidak masuk angin dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa." ucap Dokter Devan sambil menuliskan resep kepada Riyanti.


Mendengar solusi dari dokter Devan, Riyanti pun mengembangkan senyumnya. Riyanti berharap metode yang diberikan dokter Devan berhasil membuat dirinya tidak mempermalukan kampus saat mengadakan kuis antar kampus di Jakarta.


"Mudah-mudahan metode ini berhasil ya Lin?


"Iya aku juga berharap demikian agar orang-orang tidak selalu mengolok-olok mu Dan kamu mampu menunjukkan bahwasanya kamu itu pintar dan otak jenius.


"Aku juga berharap kamu memenangkan kuis nanti agar Rossi tidak selalu meremehkan mu ."


"Doakan saja yang terbaik Lin!" Aku harap kamu juga ikut men support ku.


"Itu pasti aku lakukan Rin!" kamu kan sahabat terbaikku ucap linda.


Setelah berkonsultasi dengan dokter Devan, Riyanti dan Linda pun berpamitan pulang. entah Mengapa Devan sangat tertarik dengan Riyanti dengan paras wajah yang cantik , tinggi yang ideal bodinya yang okey rambut panjang tergerai membuat dokter Devan begitu terpesona melihat Riyanti.


Kak kami pamit dulu ya."ucapkan Linda


"Iya kalian hati-hati di jalan


"Dokter Terima kasih sudah membantu saya.'


"Sama-sama!" semoga berhasil ucap dokter Devan


Riyanti pun memberi salam kepada dokter Devan membuat hati Dokter Devan menjadi menghangat.


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2