Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Pertikaian


__ADS_3

Ketika Riyanti dan Rian tiba di cafe milik Pak Kaspar, Riyanti begitu terkejut melihat sosok Pak Janpilan di sana. Dengan santai mencicipi keripik singkong dan juice pokat yang sudah disuguhkan Pak kaspar.


"Eh Neng Riyanti sudah datang?"sapa Pak Kasper


"Maaf Pak!" apa saya telat?"


"Tidak nak!" bapak aja yang kecepatan membuka cafenya." kata Pak Kaspar kepada Riyanti sambil tersenyum.


Riyanti berpamitan kepada Rian agar dirinya bisa langsung mengerjakan pekerjaannya. Ia sudah melihat pak kaspar tampak sibuk menggoreng ayam dan juga ikan lele yang pesan pelanggan.


dengan gesit Riyanti langsung membuat juice pesanan di meja yang pojok paling depan. Ia sama sekali tidak menyapa Pak Janpilan disana. Karena ia tidak ingin memperpanjang masalah.


"Maaf Rian Kamu mau minum apa?"


"Aku Juice jeruk aja Rin!"


"Sebentar ya aku buatin!" ucap Riyanti sambil meninggalkan Rian.


dengan cekatan Riyanti langsung membuat jus jeruk untuk Rian. Beberapa menit kemudian Ia pun langsung menyuguhkan juice itu kepada Rian tanpa ia sadari Pak janpilan terus memperhatikan gerak gerik Riyanti.


"Mau pesan apa Mas?"tanya Riyanti kepada pelanggan yang baru tiba di cafe pak Kaspar.


"Pecel lele nya 2 dan minumnya air mineral saja.


"Okey ditunggu ya Mas?"ucap Riyanti ramah kepada pelanggan mereka. Riyanti seolah-olah tidak mengetahui kehadiran Pak janpilan di sana. Hal itu membuat Pak janpilan semakin dilanda kesal.


Untuk sekedar berinteraksi kepada Riyanti, Pak pak Janpilan pun kembali memesan makanan.


"Neng coba tanya Bapak yang disana Sepertinya iya mau pesan lagi!"ucap ucap pak Kaspar kepada Riyanti.


Riyanti enggan menolak perintah pak Kaspar mau tidak mau ia harus menghampiri Pak janpilan yang duduk di pojok paling depan.


"Selamat sore Pak Mau pesan apa ya?"tanya Riyanti sopan.


"Juice jeruknya satu dan ayam penyet nya satu."Ucap pak Janpilan sambil menatap sendu wajah cantik ruanti


"Okey ditunggu sebentar ya Pak!"ucap Riyanti kepada Pak janpilan formal sama seperti kepada pelanggan lainnya.


Pak Janpilan tiba-tiba menarik tangan Riyanti tanpa memperdulikan Rian melihat pak Janpilan menarik tangan Riyanti."


"Maaf Pak Ada yang bisa saya bantu lagi?"tanya Riyanti berusaha menetralisir jantungnya.


"Kamu tidak mengenal saya?"tanya Pak janpiilan.


"Maaf Pak saya di sini bekerja kalau ada masalah pribadi tolong diselesaikan di luar jam kerja saya?" ucap Riyanti tegas.


"Tapi saya ingin berbicara kepada kamu!"


"Ini Bapak sudah berbicara kepada saya!"


"Bukan begini maksudnya!"


"Terus mau bagaimana lagi?"


"Saya ingin berbicara kepada kamu sesuatu hal yang penting yang harus kamu ketahui. ucap pak Janpilan Semakin kesal.


"Maaf Pak saya masih bekerja, Saya tidak mau dipecat karena saya terlalu banyak mengobrol sama pelanggan di sini. Karena kalau saya dipecat Saya mau makan apa di Jakarta ini?" orang tua saya orang tidak mampu. karena hanya dari sinilah saya mengandalkan hidup dan bisa kuliah." ucap Riyanti sambil langsung meninggalkan Pak janpilan.


Tetapi Pak Janpilan Terus mengikutinya ke dapur cafe milik Pak Kaspar.


Hal itu membuat Pak Kaspar heran

__ADS_1


"Neng!" kalau ada masalah ya, toh diselesaikan jangan menghindar!"Ucap pak kaspar kepada Riyanti.


"Tidak kok pak!" tidak ada masalah." dia dosen saya.


"Bapak tahu dia itu dosen kamu, tapi Sepertinya kalian ada masalah!"


"Menurut Riyanti kami tidak ada masalah Pak!" entah menurut dia."ucap Riyanti


Ya sudah cepat kerjakan pekerjaanmu habis itu kamu temui kembali pria itu kasihan dia sudah menunggumu sedari tadi di sini." Ucap pak Kaspar.


"Biarin aja lah Pak!" siapa nyuruh dia nungguin saya di sini."


"Tidak boleh begitu nak."


"Iya Pak sebentar lagi selesai kok ini." ucap Riyanti sambil langsung mengerjakan pekerjaannya.


sementara Rian yang sudah selesai minum juice buatan Riyanti, ia berniat kembali ke rumahnya.


"Pak berapa?


" Lima belas ribu mas"Ucap pak kaspar


lalu Rian memberikan uang pecahan limapuluh ribu kepada Pak kaspar


"Mas tidak ada uang pas nya?"


"Ya sudah Pak!" baliknya nanti titip sama Riyanti saja." ucap Rian.


Ryan pun berpamitan kepada Riyanti


"Rin aku cabut ya!" takutnya kemalaman


"Ya sudah kamu hati-hati ya."


"Sama-sama ucap Riyanti sambil melambaikan tangannya.


Kemudian setelah Riyanti selesai mengerjakan pekerjaannya Ia pun menemui pak Janpilan sesuai apa yang dikatakan Pak Kaspar kepadanya.


"Ada apa Pak?"


"Tolong jelaskan sama saya ada hubungan apa kamu dengan Rian?"pertanyaan itu kembali dilontarkan pak Janpilan kepada Riyanti.


"Saya tidak ada hubungan apa-apa sama dia Pak!" kan sudah dari kemarin saya bilang kalau saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Ryan!"


"Tidak mungkin kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan Rian, sedangkan kamu saja tertawa bercanda ria di tempat kos mu ketawa begitu lepas tiba sewaktu saat bersama saya kamu sama sekali hanya diam dan menjawab saya ya atau tidak, kamu tidak pernah bercanda kepda saya m, sama seperti yang kamu lakukan terhadap Rian.


Riyanti hanya diam!" dia bingung darimana pak Janpilan mengetahui dirinya sama Rian berada di kosnya.


"Apa karena penampilan saya sehingga kamu seperti ini kepada saya?"


"Maksud bapak?"


"Maksud saya apa karena saya kurang modis dan cupu sehingga kamu tidak menganggap saya sama sekali?"


"Sepertinya tidak ada pengaruh sampai ke situ dan jangan selalu mengada-ngada pak."


"Terus apa yang harus aku lakukan?"


"Maksud Bapak apasih?


"Sudah kalau kamu tidak mengerti!" Riyanti pergi meninggalkan pak Janpilan begitu saja di tempat duduknya. Iya kembali ke dapur untuk mencuci piring, Tampak cafe sudah semakin ramai.

__ADS_1


Hal itu membuat Riyanti semakin sibuk lalu-lalang melayani pelanggan.


pak Janoilan sejujurnya tidak tega melihat Riyanti harus bekerja sampai tengah malam. sehingga ia berniat untuk memberikan beasiswa kepada Riyanti.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, pelanggan sudah banyak yang berpulangan dan cafe milik pak kaspar akan segera tutup.


Riyanti dengan cekatan membereskan segala sesuatu yang harus dibersihkan. Sebelum pulang Pak Kaspar memberikan sebuah amplop berwarna putih yang berisikan uang kepada Riyanti.


Karena tanggal gajian Riyanti sudah tiba.


"Neng ini gaji kamu bulan ini!"ucap pak Kaspar sambil memberikan amplop putih itu


"Terima kasih banyak Pak!"


"Kasbon saya berapa Pak!"


"Sudah tidak perlu dipikirkan


"loh tidak bisa begitu dong Pak


"Kamu bulan ini dapat bonus karena pelanggan kita ramai."Ucap pak kaspar kepada Riyanti


"Serius nih pak?"


"Iya ya Bapak serius."


"Terima kasih banyak Pak. Ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya. Ia tidak mengetahui kalau pak Janpilan masih setia menunggunya di parkiran.


Ketika Riyanti keluar dari kafe berniat kembali ke kostnya, Tangannya langsung ditarik janpilan masuk ke dalam mobil milik pak Janpilan.


"Apa-apaan sih Kak kok main tarik-tarik aja


"Naik?"


"Emangnya kita mau kemana?"


"Aku capek Aku ingin istirahat."


"Saya tahu kamu capek Makanya saya mau ngajak kamu istrihat.


"Iya kan kos saya dekat di sini pak."


"Saya tahu!"


Pak Janpilan melajukan mobilnya melewati kost Riyanti.


"Pak kita mau kemana?kost Riyanti udah kelewatan loh!'


Pak janpilan hanya terdiam, Iya terus saja melanjutkan mobil miliknya sampai ke rumahnya.


Hal itu membuat Riyanti sangat terkejut.


"Ini rumah siapa Pak?


Pak janpilan hanya terdiam dan terus menarik tangan Riyanti


"Riyanti menatap rumah besar yang megah dan cantik itu."Ini rumah siapa sih?" gumam Riyanti di dalam hati.


Ketika mobil Pak Janpilan tiba di gerbang rumah miliknya, seorang scurity langsung membuka gerbang dengan lebar agar mobil pak janpilan bisa masuk dengan leluasa.


bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2