
Ibu Anjani Sudah menghidangkan beberapa macam makanan yang sudah ia masak sebelumnya. Berharap Riyanti dan juga Janpilan makan dengan lahap. Apalagi Ibu Anjani mengetahui kalau Riyanti sedang mengandung dan perlu asupan gizi yang cukup. Sehingga Ibu Anjani lebih banyak memasak sayuran dan juga bahan-bahan makanan yang cocok untuk ibu hamil.
Setelah melakukan ritual mandinya Riyanti dan Janpilan pun menghampiri Ibu Anjani. Mereka merasa tidak tega jika membiarkan masakan ibu Anjani begitu saja, tanpa mereka santap. Padahal sebelumnya Riyanti dan juga Janpilan sudah makan di kantin mang Karim bersama teman temanya. Untung saja Riyanti tidak makan banyak di sana. Sehingga dirinya masih bisa mengisi perutnya dengan masakan ibu Anjani.
Setelah berada di ruang makan, Riyanti dan juga Janpilan pun langsung duduk berdampingan dengan Riyanti sementara Naira dan juga Ibu Anjani duduk di depan Janpilan juga Riyanti.
Dengan telaten ibu Anjani pun melayani putrinya. padahal seharusnya Riyanti lah yang melayani Ibu Anjani. Tetapi ibu Anjani sengaja melakukan hal itu karena Putrinya dalam keadaan hamil.
Ibu Anjani benar-benar sangat menyayangi Riyanti, ia tidak ingin kekurangan apapun kepada putrinya.
Setelah selesai memakan beberapa macam makanan yang sudah dihidangkan oleh ibu Anjani, Riyanti pun memilih untuk Langsung istirahat. Mengingat dirinya sudah merasa sangat kenyang. Setelah memakan masakan yang dihidangkan oleh ibu Anjani.
"Mas Riyanti duluan masuk kamar ya." ucap Riyanti kepada suaminya sembari langsung mengelus perutnya.
"Tunggu sayang!" Biar mas bantu." ucap Janpilan sembari langsung menggandeng tangan istrinya.Ibu Anjani yang memperhatikan menantunya begitu perhatian kepada Riyanti mengembangkan senyumnya.
"Syukurlah menantuku sangat perhatian kepada putriku." gumam Ibu Anjani di dalam hati sembari membereskan piring bekas makanan mereka.
"Sudah Bu!" biarkan bibi saja yang membereskan kan ini." ucap asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Janpilan.
"Sudah Bi, tidak apa-apa lebih baik Bibi mengerjakan yang lain saja!" Lagian kalau badan saya hanya duduk, tidur, badan saya terasa sakit. Karena pada saat di kampung sudah terbiasa bekerja di ladang. ucap ibu Anjani kepada Bi Amina.
"Mas Riyanti kenyang Bangat nih." ucap Riyanti sambil mengelus perutnya yang sudah buncit.
Janpilan menghampiri Riyanti. Janpilan ikut-ikutan mengelus perut buncit Riyanti sembari berbicara kepada anak yang ada di dalam kandungan Riyanti.
Ketika Janpilan mengelus dan berbicara Dengan bayinya yang ada perut Riyanti, Bayi yang ada di dalam rahim Riyanti seolah mengerti kalau Janpilan menyapanya.
"Hai anak papi....." baik baik didalam ya, jangan Buat mami kewalahan." ucap Janpilan berbicara sembari mengelus perut Riyanti. membuat Riyanti terkekeh dengan tingkah suaminya yang berbicara kepada perut Riyanti.
****
Keesokan harinya Di Himalaya group Linda tampak sibuk dengan dengan tugas yang diberikan atasan kepadapnya membuat Linda sampai tidak ingat istirahat makan siang. Sementara Japet sudah menunggu Linda keluar dari ruangannya berharap Linda dapat makanan siang bareng di kantin kantor Himalaya group.Tetapi setelah menunggu beberapa menit, Linda tak kunjung keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Hal itu membuat japet mondar mandir di depan ruang kerja Linda. Tanpa japet sadari, Ricardo memperhatikan tingkah japet yang sedari tadi mondar Mandir di depan ruang kerja Linda. Ricardo menghampiri japet.
"Hei Bro ...."
"Hai....!" sahut japet
"Lo ngapain mondar mandir disini?"
"Gue lagi nungguin Linda, tapi Linda tak keluar keluar dari ruangannya." ucap Japet.
"Mungkin Linda sudah keluar duluan!"
"Tidak mungkin,karna sedari tadi gue sudah berada disini. Tapi Linda tak kunjung keluar dari ruangannya.
"Memangnya ada apa?"
"Tidak apa apa, hanya tidak enak aja makan sendiri.
"Ya sudah kita makan bareng yuk!' kebetulan gue juga belum makan." ucap Ricardo.
"Coba aja masuk keruanganya. ujar Ricardo kepada Japet.
Hingga japet pun memberanikan diri untuk membuka ruangan kerja Linda. Ia melihat Linda masih sibuk berkutat di depan laptopnya.
"Lin ....." ini sudah jam istirahat loh, dan sudah waktunya untuk makan siang tapi kamu Kok belum keluar untuk makan siang?
"Padahal gue sudah nungguin lo sedari tadi di depan ruanganmu,eh malah kamu masih asik di sini berkutat dengan laptop mu. Apa kamu tidak lapar?
Linda hanya menghela nafas panjang. Ia memperhatikan jam yang ada di pergelangan Tangannya, sudah menunjukkan pukul satu siang.
Hal itu membuat dirinya langsung beranjak dari tempat duduknya berniat untuk makan siang.
"Yuk kita makan ini sudah terlambat nanti jam istirahat keburu habis." ujar Japet kepada Linda.
__ADS_1
"Gue jadi lupa nih makan siang!" habis banyak banget pekerjaan yang diberikan Bos kepadaku sehingga aku melupakan jam makan siang." ucap Linda kepada japet dan juga Ricardo.
"Tidak apa-apa!" Ayo kita ke kantin nanti jam istirahat keburu selesai ujar Ricardo. Mereka pun berlalu dari ruangan kerja Linda menuju kantin yang berada di kawasan Himalaya group . Setelah tiba di sana Linda, japet dan juga Ricardo langsung memesan makanan yang gampang untuk disajikan. Agar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyajikannya.
Apalagi waktu yang mereka miliki sudah mepet.
Setelah penjaga kantin sudah menghidangkan makanan pesanan mereka, Linda Langsung menyantap makanan itu dengan sekejap sampai ludes. Membuat japet dan juga Ricardo memperhatikan Linda makan dengan buru-buru menggelengkan kepalanya.
"lo pelan-pelan dong lin makannya!" nanti keselek loh." ujar Japet
"Gimana mau tidak buru-buru, ini jam istirahat sudah mau kelar, Nanti Pak Bos marah melihat saya tidak berada di ruangan ku." ucap Linda kepada kedua sahabatnya.
"Sudah lo Tenang saja!" Lagian lo terlambat makan siang karena mengerjakan tugas yang diberikan Pak pos kan?" ucap Ricardo kepada Linda dibalas anggukan dari Linda.
"Sudah deh tidak perlu buru-buru. lebih baik kamu makan santai saja." ucap Japek. Tetapi Linda sudah keburu menghabiskan makanannya.
" Gue pamit duluan ya!" Soalnya takut disemprot sama tuh Bos singa jantan itu." ucap Linda sambil nyengir.
"Ngak asik banget sih lo Lin!" sedari tadi kami menunggu kami, justru Kamu mau ninggalin kami." ucap Ricardo kepada Linda.
"Maaf ya gue enggak tahu kalian nungguin gue makan siang!" maklum gue hanya terus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai karyawan rendahan seperti gue. Harap maklum aja ya gush!" ucap Linda kepada kedua sahabatnya membuat kedua sahabatnya pun langsung terkekeh.
"Jangan merendah gitu Lin!" kita sama-sama pegawai rendahan sama-sama makan gaji kok, ucap Ricardo dan juga japet
"Terima kasih banyak untuk kalian karena kalian selalu ada untukku disaat aku membutuhkan kalian." ucap Linda
"Sama-sama!" lagian sudah sewajarnya kita saling berbagi. Namanya juga sahabat, iya kan?" ucap Ricardo menimpali bahasanya kepada japet dibalas anggukan dari japet.
"Berapa Mbak?ucap Japet sembari mengeluarkan uang pecahan seratus ribu rupiah dari dompetnya .
"Bayar masing-masing aja deh !" tidak perlu mentraktir, soalnya kan kita sama-sama makan gaji kok di sini." ucap Linda sembari mengeluarkan uang pecahan limapuluh ribu dari saku celananya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih kakak 🙏🙏🙏🙏🙏🙏