Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
ASAL TUDUH


__ADS_3

Ketika Riyanti membalikkan badannya ia terkejut melihat kehadiran om Andruw dan tante Mira di sana.


"Om dan tante ada disini?" ucap Riyanti sambil tertunduk malu.


"Jangan panggil om dan tante lagi dong kami ini kan calon mertua kamu ucap Tante Mira kepada Riyanti agar Riyanti merubah panggilannya kepada mereka.


"Terus Riyanti harus panggil apa Tante?"


"Panggil mami saja!" sama seperti Janpilan "


"Baik tante!"


"Jangan tante lagi dong!"


Riyanti agak sungkan memanggil tante mira dengan panggilan baru nya.


"Kamu suka manjat?"


"Kok Mami nanya seperti itu?"


"Tadi Mami lihat kamu loh jago manjat!"


Riyanti menundukkan kepalanya ia tersipu malu. Riyanti tidak mampu menatap kedua calon mertuanya.


"Sudah tidak perlu malu!" justru Mami salut sama kamu Semuanya serba bisa. Masak juga pintar di kuliahan juga kamu jago Mami salut sama kamu nak!" ucap Tante Mira sambil meraih tubuh Riyanti ke pelukannya.


"Maafin mami selama ini Mami sudah menilaimu buruk!" ucap tante Mira kepada


Riyanti


"Tidak apa-apa Mam namanya juga Mami belum mengenal Riyanti itu sudah biasa tak kenal maka tak sayang, kenal baru sayang."ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya ke arah tante Mira.


Melihat interaksi tante Mira dengan Riyanti Janpilan mengembangkan senyumnya. ia bersyukur tante mira sudah benar-benar menerima rianti menjadi menantunya. Bahkan Janpilan. tidak pernah terpikir kalau tante mira benar-benar menerima Riyanti sebagai menantu dengan tulus. Tetapi ketika melihat interaksi antara tante mira dengan Riyanti. Janpilan merasa kalau tante mira benar-benar menerima Riyanti.


Ya sudah sarapan sudah siap, lebih baik kita sarapan, dan setelah sarapan kita pergi menikmati indahnya alam kampung sini." ucap Riyanti yang ingin memperkenalkan kampung halamannya kepada keluarga Janpilan sebelum kembali ke Jakarta.


suasana tampak ramai mereka sarapan di ruang makan yang ukurannya hanya kecil tetapi bisa menciptakan hidup rukun dan damai.


Janpilan dan keluarganya menikmati masakan bu Anjani begitu lahap. Padahal selama ini mereka sering makan di restoran mahal.


"Maaf ya Bu... Pak.... hanya ini yang bisa kami hidangkan. maklumlah ini di desa tidak seperti kehidupan di kota metropolitan yang Semuanya serba lengkap.


"Tidak apa-apa Bu!" ini justru masakan yang terlezat Saya rasa daripada makan di restoran bintang lima." ucap Janpilan


"Jangan bercanda seperti itu nak!" tidak mungkin masakan kampungan seperti ini lebih lezat dibandingkan masakan restoran bintang lima." ucap Ibu Anjani kepada Janpilan

__ADS_1


"Memang benar kok Bu!" lihat dari semalam Janpilan makanya di sini nambah terus, bisa bisa Janpilan tambah gemuk nih." ucap Janpilan sambil mengembangkan senyumnya dan melirik kearah Riyanti.


"iya bisa bisa Mami juga tambah gemuk nih apalagi Riyanti nanti sudah ada di rumah kita masakannya enak banget. Puji tante Mira girang


"Oh iya Bu!" berarti Riyanti turunan dari ibu dong pintar masak." ucap Janpilan kepada Ibu Anjani


"Tidak perlu harus pintar masak tetapi niat tulus dan rasa cinta yang membuat masakan itu menjadi lebih enak. yang penting bumbunya lengkap."ucap Ibu Anjani kepada Janpilan dan keluarganya.


"Terima kasih Bu!" di keluarga ini Janpilan banyak mendapat pelajaran bahwa hidup sederhana bukan berarti tidak bahagia. Hidup bergelimang harta bukan berarti bahagia juga. sejujurnya Janpilan sangat salut dengan keluarga ini. Hidup sederhana tetap harmonis dan juga rukun dan damai.


"Hanya hati dan cinta kasih sayang yang kami punya di keluarga ini." karena harta sama sekali kami tidak memilikinya. Cinta tulus yang kami miliki membuat kami hidup rukun dan damai. Kami hanya berserah kepada yang maha kuasa di kehidupan kami ini. mengingat papanya Riyanti sudah lama meninggalkan kami.


Hidup Riyanti sudah susah. Riyanti harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya dan juga kehidupannya sehari-hari. Karena Ibu tidak memiliki uang untuk biaya kuliah Riyanti. Untuk membiayai kehidupan kami sehari-hari juga Ibu sudah kewalahan.Apalagi harga panen di kampung ini sangat rendah.


Mendengar penuturan dari ibu Anjani, Janpilan begitu iba Melihat keluarga Riyanti, Ia pun berjanji ingin membantu biaya sekolah adik-adik Riyanti.


"Janpilan janji membantu biaya sekolah adik adik!" ucap Janpilan kepada Ibu Anjani


"Tidak perlu nak!" biaya sekolah mereka sudah ditanggung dari pemerintah karena kedua adik Riyanti Alhamdulillah mendapat beasiswa karena berprestasi. ucap Ibu Anjani membuat keluarga Janpilan semakin salut.


Ibu masih mampu memberikan nafkah kepada mereka walau hanya sekedar apa adanya. kalau masalah biaya sekolah Ibu tidak memikirkannya lagi karena prestasi yang mereka dapatkan sehingga Ibu tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya sekolah mereka.


"Wah luar biasa keluarga ini!" gumam Janpilan dalam hati.


Setelah sarapan pagi selesai, Riyanti berniat mengajak keluarga Janpilan berkeliling kampung untuk sekedar melihat keindahan kampung halaman Riyanti. Apalagi di sana terdapat aliran sungai yang begitu indah dan jernih.


"Kamu serius sayang?" kita kesana yuk Sebelum pulang ke Jakarta ucap Janpilan kepada kekasihnya Riyanti.


"Mam janpilan pergi dulu ya sama Riyanti


"Kemana nak?"


"Ke suatu tempat mami mau tau aja urusan anak muda!"


"Ya sudah pulangnya jangan lama-lama ya Soalnya hari ini juga kita harus pulang ke Jakarta ucap Tante Mira kepada Janpilan .


"Iya mam!"Janpilan tahu kok.


Janpilan dan Riyanti berlalu dari hadapan kedua orang tua mereka. Ia pun berjalan menelusuri kampung halaman Riyanti. Tiba-tiba Ibu Komairah datang menghampiri Riyanti waktu berjalan santai berkeliling kampung.


"Eh nak Riyanti sama siapa Nak?"tanya ibu Komairah sedikit kepo.


"Oh kenalin Bu ini calon suami Riyanti ?"


"Apa calon suami?"

__ADS_1


"Memangnya kamu mau menikah Riyanti kamu kan masih kuliah?"


"Alhamdulillah iya Bu acara pernikahannya 2 minggu lagi?"


"Kok buru-buru seperti itu?" apa jangan-jangan Kamu hamil?"


"Ibu jangan asal nuduh?" tipis Janpilan untuk melindungi harga diri kekasihnya.


"Terus kalau tidak hamil Mengapa pernikahannya buru-buru?"


"Karena saya takut kehilangannya!" saya sangat sayang dan cinta kepadanya."


Ibu Komairah terdiam sambil memperhatikan Body Riyanti dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tetapi tidak yang mencurigakan di tubuh Riyanti.


"Kalau begitu kami pamit dulu Bu assalamualaikum!" ucap Riyanti sambil berlalu dari hadapan Bu komairah. sejujurnya Riyanti juga kesal mendengar apa yang dikatakan Ibu komairah. Tapi karena kekasihnya langsung menepis omongan dari ibu Komairah membuat Riyanti merasa sedikit tenang.


"Itu ibu-ibu mulutnya tidak bisa dijaga ya!"ucap Janpilan kepada Riyanti.


Tiba-tiba Ibu Rosita menghampiri Riyanti


"Nak Riyanti mau kemana nak?


"Jalan-jalan keliling kampung Bu?.


"Siapa teman kamu ini?"


"Dia calon suami Riyanti Bu!"


"Kamu mau menikah nak?"


"Insyaallah dua minggu lagi Bu acaranya!"


"Ya Allah Padahal ibu berencana untuk menjodohkan kamu kepada Putra ibu."ucap Ibu Rosita kepada Riyanti.


"Ibu bisa aja!"


"Iya loh nak Riyanti!


Riyanti hanya mengembangkan senyumnya melihat Ibu Rosita yang mengharapkan dirinya menjadi menantunya.


"Mungkin belum jodoh Bu! jawab Riyanti kepada Bu Rosita ramah.


"Iya ya!" semoga acara pernikahan kalian lancar tanpa kekurangan sesuatu apapun dan keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah. ucap Ibu Rosita sambil mengembangkan senyumnya ke arah Janpilan dan juga Riyanti.


bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2