Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MAKAN MALAM


__ADS_3

Naira memilih tidak memberitahu kepada Ibu agar ibu tidak larut dalam kesedihan ketika ibu juga ikut ke sana. Dan Naira juga tidak ingin membuat Riyanti bersedih karena tidak dapat ikut berziarah ke makam ayahnya.


Sebenarnya tidak ada yang aneh sih dalam sikap Naira cuman sepertinya Naira ingin pergi sendirian kesana. Cuma salahnya, Naira tidak pamit sama ibu dan Riyanti dan juga Janpilan. ucap Randy untuk membela Naira.


"Oh iya bu kalau begitu Randy pamit pulang dulu. Pamit Randy kepada ibu Anjani


"Ini sudah malam nak Rendy, lebih baik kamu menginap saja di sini. Besok pagi kamu dinas langsung dari sini. Kamu membersihkan diri saja dulu dan istirahat di kamar tamu. Tapi sebelumnya Kalian sudah makan, apa belum?


"Kami sudah makan dari rumah tante Bu." sahut Randy sambil mengembangkan senyumnya kepada ibu Anjani.


"Iya Kalian sudah makan dari rumah Tante, tapi kan perjalanan dari kampung ke Jakarta bukan dekat. Pastinya kalian sudah lapar. lebih baik habis membersihkan diri, kalian makan terlebih dahulu. Ibu akan menyiapkan makan malam untuk kalian. Ujar Ibu Anjani kepada Randi membuat Randy tidak bisa menolak apa yang dikatakan oleh ibu Anjani.


Sementara Janpilan yang sudah selesai membersihkan diri dan sekedar menyapa putra dan putri kembarnya, Ia pun kembali Turun ke bawah menghampiri Randy dan juga Ibu Anjani. Ia ingin bercerita panjang lebar kepada Ibu Anjani dan membicarakan masalah pernikahan Randy dan juga Naira agar segera dipercepat.


Kalian lebih baik makan dulu, Nanti kalian masuk angin. Perjalanan kalian cukup jauh dari kampung ke sini." ujar Ibu Anjani kepada Janpilan yang dibalas anggukan mantap dari Janpilan. Kemudian Janpilan pun berlalu ke ruang makan. Sementara Randy yang baru selesai melakukan ritual mandi nya pun ikut menghampiri Janpilan yang sedang berada di ruang makan.


Terlihat hidangan makan malam sudah tersedia di sana. Karena sebelumnya ibu Anjani sudah menghidangkannya dibantu oleh asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Janpilan


"Bagaimana perjalanan kalian apa ada hambatan?" tanya ibu Anjani memecahkan keheningan.


"Alhamdulilah perjalanan kami berjalan dengan lancar.


"Bagaimana suasana di kampung? Ibu sangat merindukan kampung itu. Banyak kenangan bersama ayahnya Riyanti di sana.


"Apa yang dilakukan Naira di kampung? tanya Ibu Anjani kepada Randy


"Menurut penuturan tante, Setelah tiba di kampung, Naira pergi berziarah ke makam Ayah kemudian Naira bertemu bersama teman-temannya.


Bahkan Naira juga bermain di kali. Jujur Randy suka bermain di sana.ucak Randy. setelah berbicara panjang lebar dengan Randy, ibu Anjani berpamitan untuk kembali istrihat dikamarnya.


"Ya sudah kalau begitu, ibu pamit dulu, Soalnya Ibu sudah mulai ngantuk. kalian lanjutkan aja makan kalian. selesai makan Kalian juga perlu istirahat."ujar Ibu Anjani kepada Randy dibalas anggukan mantap dari Randy


Semetara Naira sudah tertidur lelap dikamar.


"Sepertinya Naira juga pasti, lapar. Tapi aku tidak tega harus membangunkannya." ucap Randy kepada Janpilan.


"Ya daripada dia kelaparan lebih baik dibangunkan saja bro, kasihan dia."


"Kalau dia marah gimana dong?


"Ya Ellah itu aja takut, paling cuman bilang "Aku hanya kwatir dengan kesehatan kamu." kan tinggal bilang gitu. Itu aja kok repot." ucap Janpilan.


Tapi kan Lo tau sendiri gimana Naira, bisa bisa gue kena repet tujuh hari tujuh malam." sahut Randy sambil cengengesan. Tiba tiba Naira keluar dari kamar sembari mengucek matanya.


"Mas ....mas Randy.... Naira lapar." ucap Naira sambil berjalan sempoyongan.


"Ya Allah baru saja di omongin sudah nongol tuh anak, ucap Janpilan sambil menoleh kearah Naira yang baru keluar dari kamarnya. sedangkan Randy langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Naira.

__ADS_1


"Ada apa sayang?


"Aku lapar mas, kok kalian tega bangat ngak bangunin Naira, padahal Naira juga lapar." Hua.....Hua..Hua" tangis Naira. Membuat Randy sangat terkejut dengan aksi Naira yang begitu menggemaskan.


Bukan mas tidak mau bangunin kamu sayang, tapi mas lihat kamu sedang tidur, jadi mas tidak tega membangunkan kamu.


"Tapi kan Naira juga lapar bukan cuman kalian saja yang lapar." gerutu Naira,


"Iya deh Ayo kita makan." ucap Randy sembari menuntun Naira duduk di kursi yang ada dirumah makan.


"Naira sudah lama tidur ya mas?


"Hummm, lumayan semanjak kita diperjalanan menuju Jakarta.


"Hah....emang ini sudah di Jakarta? tanya Naira belum sepenuhnya sadar dari alam mimpinya.


"Iya sayang, Kita sudah di Jakarta sayang." sahut Randy sambil memberikan makanan untuk Naira.


Naira kembali mengucek matanya, agar kesadarannya kembali pulih setelah dirinya tertidur pulas Beberapa jam.


"Ayo dimakan dulu sayang, katanya lapar " ujar Randy sembari memberikan suapan ke mulut Naira.


Naira Langsung membuka mulutnya ketika Randy memberikan suapan kepada Naira.


"Enak tidak sayang?"


"Kok kamu tau sih?


"Ya tau lah, ini kan resep turun temurun kami, oh iya mas, ibu dimana? kok tidak kelihatan.


Ibu sudah istrahat sayang, kasihan dia. Dia sudah sedari tadi menunggu kamu, eh kamu malah tidur pulas.


"Emangnya ia ya mas?


"Kok mas tidak bangunin Naira?


"Mas tidak tega ganggu tidur kamu. Lagian ibu yang memintaku untuk tidak mengganggu tidurmu.


"Memangnya kita Sampai jam berapa Mas?


"Sudah larut malam jam 10.30.


"Sekarang sudah jam berapa?


"Jam 1 dini hari."


"Mas Kenapa belum tidur?

__ADS_1


"Baru siap mandi habis itu makan deh,


"Berarti Naira saja dong nggak mandi di sini?"


Randy langsung mengembangkan senyumnya. "Mandi tidaknya kamu, tidak masalah bagi Mas tetap aja kamu cantik.


"Sudah tidak usah menggombal, Naira tidak suka di gombal.


"Memangnya siapa yang menggombal?


"Itu tadi Mas ngapain?


"Mas tidak gombal, sayang memang benar kok." ucap Randy.


Melihat interaksi antara Randy dan Naira, Janpilan langsung segera menghabiskan sisa makanannya. Dia tidak ingin mengganggu momen kebersamaan Naira dan Randy. Janpilan ingin Naira dan Randy semakin dekat sebelum pernikahan mereka berlangsung.


Janpilan ingin Naira menyesuaikan diri dan lebih mengenal Randy. Ia tidak ingin pernikahan mereka gagal. Apalagi dengan umur Naira yang masih belia, membuat Janpilan sedikit kwatir. Tetapi Janpilan yakin kepada Randy bahwa Randy mampu, menerima Naira apa adanya. Karena sebelumnya pun Naira tidak pernah menutup nutupi sikap manis terhadap Randy.


Jathilan berlalu masuk ke dalam kamar menemui istrinya Riyanti.


"Apa kalian sudah makan Mas? tanya Riyanti yang baru terbangun dari tidurnya.


"Sudah sayang, Maaf sudah mengganggu tidurmu."


"Tidak apa-apa!" seharusnya Riyanti yang meminta maaf kepada mas. Karena Riyanti tidak menyiapkan makan malam untuk mas dan juga Randy.


"Tidak sayang, kamu pasti sudah lelah hari ini mengurus kedua putra-putri kita. jadi lebih baik kamu istirahat. biarkan mas yang menjaga kedua putra-putri kita."


"Apa Naira juga ikut pulang?


"Iya sayang, Naira sedang makan bersama Randy. Mas sengaja meninggalkan mereka agar mereka bisa mengenal satu sama lain sebelum pernikahan mereka berlangsung.


"Memangnya Naira sudah setuju menikah dengan Randy mas?


"Sepertinya dia sudah setuju tapi jiwa kekanak-kanakan dia yang membuat dirinya enggan untuk mengatakan ia. Tapi ketika dirinya terbangun tadi Mas sudah melihat ada cinta dimatanya kepada Randy.


"Baguslah kalau begitu, asalkan Randy bisa menghadapi sikap dan tingkah laku Naira yang kekanak-kanakan. Aku tidak mau ke rumah tangga mereka gagal. jadi menurut aku biarkan Dulu mereka saling mengenal sebelum pernikahan mereka berlangsung.


"Tidak, pernikahan mereka akan diadakan minggu depan!"


"Minggu depan?


"Iya!" pernikahan mereka harus diadakan minggu depan karena mas tidak ingin Naira berubah pikiran lagi. Mas yakin kalau Randy mampu membahagiakan Naira. Karena Mas tahu betul siapa Randy. Ucap Janpilan kepada Riyanti.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2