Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Riyanti sakit


__ADS_3

Akhirnya Riyanti gak jadi kuliah lagi pada hari ini, Dia memutuskan pulang ke kos Setelah dari cafe. Pak Janpilan menawarkan untuk mengantar pulang, Riyanti tolak dengan tegas


"Saya antar pulang ya,"tawar Pak Janpilan kepada Riyanti dan Linda


"Nggak usah Pak terima kasih."baiknya Bapak jaga jarak sama saya!"


Janpilan hanya mengangguk dan memandang kepergian Riyanti dengan tatapan kasihan.


"Bolos lagi Rin?"tanya Linda


"Hmmm"


"Aku bolos juga nggak Rin?"


"Terserah kamu Lin."


"Ikut boleh saja deh."


Riyanti hanya mengedikkan bahu menanggapi pernyataan Linda yang menurutnya sangat Tidak penting itu. Kepala Riyanti rasanya pusing hanya dalam satu hari semuanya jadi berantakan.


puuuut


puuuut....


Riyanti sudah nggak peduli kesialan tersebut keluarnya di mana, bahkan semua orang yang mendengarnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala bahkan ada yang memandang jijik melihatnya.


"Kamu kentut kira-kira dong Rin!"protes Linda


"Kenapa?"tanya Riyanti ketus


"Aku ada di belakangmu."


"Salah sendiri."


"Yaelah salah lagi."


Tiba di kost pun semua teman-teman yang ditemuinya pun hanya ketawa-ketawa aja melihat Riyanti.


"Parah sih kamu Rin cowok pun KO,"ledek Ida saat bertemu Riyanti di depan pagar.


Sementara Riyanti hanya diam terus melanjutkan langkah menuju kamarnya, rasanya ingin cepat-cepat memeluk guling dan melupakan semua yang terjadi. Benar-benar ingin menghilang dari muka bumi dan turun lagi ke bumi menjadi seorang pendekar wanita yang memberantas kejahatan di dunia ini.


"Khayalan sialan!"gumam Riyanti di dalam hati


"Kenapa Rin?"ternyata Linda masih mengikuti Riyanti dari belakang


"Kamu masih ngikutin aku?"


"Iyalah!"


"Emang kamu nggak pulang Lin?"


"Kamu nyuruh aku pulang Rin?"


"Iya,'jawab Riyanti sambil memegang kepalanya.


"Ya udah kalau kamu nyuruh pulang, aku pulang aja deh eh,"ucap Linda sambil berbalik badan bersiap pulang.


"Ya Allah,"gumam Riyanti sambil menghela nafas panjang


Krieet


Riyanti membuka pintu kamarnya dan langsung merebahkan diri di atas kasur yang empuk yang sudah menemaninya selama 3 tahun


puuut


puuut


puuut


Kembali gas di dalam perut Riyanti berebut keluar mencemari udara kamar yang pengap.


"Serah Lo udah mau keluar sekarang,"umpat Riyanti.


"Semua karena kentut sialan yang pada tak tahu tempat."


"Sekarang sudah kan kalau pada mau keluar."


"Ayok."


"Ayok."Riyanti sambil memaksakan kentutnya untuk keluar.


puuut


Brooot


"Ah lega juga akhirnya."gumam Riyanti kemudian terlelap di atas kasurnya


****

__ADS_1


Riyanti terbangun karena dengan ponselnya yang tidak berhenti berbunyi sedari tadi, entah siapa yang memanggilnya. Dari tadi semua panggilan ditolaknya namun tampaknya sang penelpon tidak menyerah sampai panggilan dijawab


"Ya halo,'jawab Riyanti pelan sambil menahan


"Kamu di mana?"terdengar suara berat seorang laki-laki di seberang telepon


"Di kost"


"Saya perlu bicara sama kamu!"


"Bicara aja Pak."


Ternyata Pak Janpilan lah yang menelepon Riyanti


"Enggak bisa ditelepon


"Ya udah."


"Saya mau ketemu!"


"Tidak bisa Pak!"


"Kenapa?"


"Saya capek Saya ngantuk,"balas Riyanti sambil mematikan panggilan telepon dan melanjutkan tidurnya.


kring


kring


kembali suara telepon mengganggu tidur Ryanti.


"Ya."


"Saya di depan kostmu."


"Ya nggak apa-apa."


"kamu keluar sekarang."


"Gak bisa saya mau tidur."


puuut


puuut....


sebelum Riyanti matikan panggilan telepon suara kentutnya ya sudah lebih dahulu keluar


kring


kring


"Pak, pak, Sejak kapan aku Jadi Bapak kamu?"teriak suara perempuan di ujung telepon


"Oh Ibu ya berarti."jawab Riyanti asal sangking ngantuknya


"Aku Linda Rin."


"Ada apa Lin."


"Aku belum ngerjain tugas pak Rohdian, nyontek ya besok.


"Hmmm,"jawab Riyanti sambil mematikan panggilan telepon.


"Pak rohdian siapa ya?"gumam Riyanti sebelum kembali terlelap dalam mimpinya untuk menjadi pendekar.


Belum sempat rianti melanjutkan mimpinya menjadi pendekar saat ini gangguan berasal dari pintu kamarnya.


tok


took


toook


"Riyanti,"Panggil suara lembut dari luar sana


"Riyanti"


"Riyanti,"Panggil suara di luar semakin kencang


"Krieet


"Iya,"jawab Riyanti sambil membuka pintu


"Ada yang cari kamu di depan,"beritahu Mala salah satu teman kost Riyanti yang paling kalem


"Aku ngantuk Mala, usir saja."


"Nggak sopan Rin,"nasehat Mala

__ADS_1


"Bilangin saja aku tidur dan nggak mau diganggu ya, please mohon Riyanti pada mala dan mendapat anggukan dari Mala


"Thanks ya mal


"Iya sama-sama."


"Izinkan aku tidur dengan tenang Ya Allah."ujar Riyanti sambil mengangkat tangannya berdoa.


baru merebahkan diri di atas pembaringan dan mengambil posisi enak. Saat ini giliran serangan internal dari tubuhnya terutama bagian perutnya yang berontak untuk diisi


kerucuk


kerucuk


kerucuk....


suara perut rianti sepertinya para cacing-cacing sedang berdemo minta diisi dengan mie instan atau nasi padang. Riyanti duduk dengan kesan


"Huuh..... sialan lapar pula jam segini,"gumamnya sambil memegang perutnya yang terus menjerit minta untuk diisi


"Sabar woi, sabar!"teriak Riyanti kepada perutnya


****


puuut


puuut


puuut


suara kentut yang terus beriringan terdengar dari kamar Riyanti. Sedangkan sang penghuni kamar masih meringkuk dalam selimutnya Karena tiba-tiba suhu tubuhnya naik dan kepala yang cenat cenut.


Hari sudah pukul jam 10 namun Riyanti belum beranjak dari pembaringannya


"Rin!"suara seseorang memanggil Riyanti dari luar yang bisa dipastikan itu suara Linda


"Krieet


Linda masuk ke kamar Yanti yang masih berantakan


"Kamu belum bangun Rin??"tanya Linda panik


Riyanti hanya menggeleng lemah


"Kamu sakit?"


"Iya,"jawab Riyanti parau


"Terus gimana dong tugas pak Rohdian?"tanya Linda bukan khawatir melihat kondisi Riyanti yang Linda malah panik karena belum mengerjakan tugas pak Rohdian.


Riyanti hanya menggeleng pelan dan kembali masuk kedalam selimutnya.


"Rin Ayo dong gimana tugas pak Rohdian?"


jam 11 lho jadwalnya "rengek Linda


"Kamu nyontek japet aja Lin."


"Kamu kan tahu Rin japet sering salah salah."


"Minta Rossi aja


"Enggak bakalan dikasih kan dia musuh bebuyutan kamu."


"Kamu kerjain sendiri Lin."


"Aku nggak ngerti Rin "


Riyanti hanya menggeleng melihat tingkah Linda yang selalu abay dalam mengerjakan tugas kuliah. Selalu nyontek sama Riyanti kalau begadang menonton drakor tahan ngerjain tugas gak tahan.


Rin kamu nggak kuliah?"tanya Linda saat melihat jam sudah menunjukkan 10.30 namun Riyanti belum ada tanda-tanda mau siap-siap berangkat kuliah Apa lagi mengerjakan tugas. Linda panik nggak mungkin dia setiap hari ikut riyanti bolos kuliah


"Enggak kayaknya Lin."


"kok kamu nggak bilang dari tadi sih?"sungut Linda


"Kenapa?"


kan aku bisa ke kampus duluan nyari contekan tugas pak Rohdian!"ucap Linda sambil berdiri mengambil tasnya dan bersiap berangkat ke kampus sendirian


"loh kok aku yang salah,bingung Riyanti


"Iyalah kalau kamu bilang dari tadi aku udah selesai nih tugasnya,"Bela linda sambil berlalu dari kosnya Riyanti


"Dasar nggak ada akhlak,"gerutu Riyanti sambil menutup pintu kamarnya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga ke karya outhor yang lain ceritanya seru loh



__ADS_2