Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Teman baru


__ADS_3

Peiss.....


Suara desisan persis ban sepeda kehilangan anginnya memecah keheningan antara Riyanti dan Ryan.


Ryan memandang tak percaya ke Riyanti, sedangkan Riyanti pura-pura sibuk membolak-balikkan halaman buku yang dipegangnya.


"Kamu kentut?"bisik Ryan


Riyanti hanya diam pura-pura fokus ke buku yang sedang dibacanya.


"Enggak usah sok serius kamu lihat tuh.....buku kamu aja kebalik!" tegur Ryan


Riyanti baru sadar dengan cepat membalikkan bukunya kemudian memandang Rian sambil tersenyum.


"Peace," Riyanti sambil mengacungkan kedua jarinya."


"Kamu emang unik ya!" jawab Rian


"Kenapa?"


"Kamu cantik tapi kentut sembarangan."


"Kentut kan ngak memandang wajah."


"Iya maksudnya kamu nggak bisa nahan gitu ya?"


"Suka kelepasan."


"Astaga enteng banget kamu ngomong."


"Aku serius!"


"Kamu kok nggak ada jaim jaim nya sih!"


"Buat apa?"


"Biasakan cewek apalagi dengan wajah cantik kayak kamu kan banyak jaim nya."


"Gak penting."


"Fix gue suka sama kamu."


"Maksud kamu?"plotot Riyanti


"Iya aku suka cewek karakter kayak kamu gak jaim jaim yang bikin kesel."


"Oh oh."


"Tapi kamu juga ngeselin sih."


"Biarin."


"Iya suka diam-diam kentut!"


"Kentut aku nggak diam Kok!"


"Oh iya kamu kalau kentut bersuara jadi semua orang pada tahu."Ryan nampak terkekeh sedangkan Riyanti hanya diam sambil merengut


"Kamu sendiri?"tanya Rian karena sejak tadi melihat Riyanti hanya sendiri.


"Ngak."


"Terus?".


"Kan sama kamu bego!"


"Oh iya!"


kring


kring


kring


Suara ponsel yang berasal dari tas Riyanti menjerit-jerit minta segera disambut. Riyanti sibuk mencari ponselnya yang hingga mengeluarkan semua isi tasnya. Saat ketemu panggilannya sudah dimatikan.


"Nah ini dia."gumam Riyanti


"Haas,"baru saja mau menjawab panggilan sudah putus . Rian hanya memperhatikan Riyanti sambil geleng-geleng kepala.


"Mau dijawab eh dimatikan ya udahlah nggak bakalan aku telepon balik!"Riyanti


"Kenapa nggak ditelepon balik?"tanya Ryan penasaran


"Ngak ada pulsa!jawab Riyanti cuek. Rian hanya tertawa mendengarnya.


"Nih pakai telepon aku saja!" tawar Rian sambil menyodorkan ponselnya.


"Thanks,"tolak Riyanti


"Kenapa?


"Nanti juga dia bakal telepon lagi kok."

__ADS_1


"Kalau gitu minta nomor HP kamu dong."Rian berkata sambil menyodorkan ponselnya ke Riyanti.


"Buat apa?"


"Buat pesan makanan!"jawab Ryan sedikit kesal


"Oke dengan antusias Riyanti memberikan nomor HP nya kepada Rian.


"Done!"teriak Riyanti, sambil mengembalikan ponsel Rian.


"Kok tulisnya cafe Pak kaspar?"tanya Rian penasaran


"Iya itu nomornya cafe Pak kaspar kalau mau pesan makanan "


"Oh my God."gumam Ryan sambil menepuk dahinya


"Kenapa?"


"Aku minta nomor hp-mu Riyanti!"


"Buat apa?"


"Buat disimpan Siapa tahu suatu saat aku butuh."


"Kalau butuh makanan ke nomor Pak caspar saja."


"AllahuAkbar."


"Ngak cuman pecel lele ada di sana, ada ayam goreng, bebek goreng, nasi goreng, dan mie goreng rasanya dijamin enak deh harganya mahasiswa banget promo Riyanti.


sedangkan Rian hanya garuk-garuk kepala mendengar.


"Aku minta nomor hp kamu Rin!" mari kita berteman ucap Ryan kesal melihat keluguan Riyanti.


"Oh sini!"


Riyanti kembali mencatat nomor kontaknya di ponsel milik Rian.


"Nih,"cerahnya kembali ponsel milik rian


"Nah gitu dong dari tadi."


kemudian Ryan mencoba mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada Riyanti namun hanya centang satu abu-abu.


"Aku ada kirim wa ke nomor kamu" beritahu Rian kepada Riyanti


"Aku nggak punya kuota jawab Riyanti datar.


"Allahuakbar makhluk apa yang disamping hamba mu ini ya Allah ucap Ryan frustasi


"Kamu bego yang aku maksud!"Teriak Rian


"Kenapa lagi dengan aku?"tanya Riyanti sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Nggak apa-apa kamu nggak kenapa-kenapa ucap Ryan pasrah


"Rin!"Panggil Ryan


"Hummm


"Jadi yang kamu punya apa?"


"Maksudnya?"


"Pulsa nggak punya, kuota juga nggak punya."


"Ini aku punya jawab Riyanti sambil mengacungkan ponsel bututnya kepada Rian.


"Gimana kalau kuliah ada info-info penting kalau kamu nggak punya kuota?"


"Ya Pasti ada yang beritahu."


"Simple banget hidup kamu ya?"


"Begitulah ngapain dibuat susah."


"Emang kenapa kamu nggak mau beli pulsa dan kuota?"


"Bukan gak mau."


"Terus?"


"Nggak punya uang buat belinya!"


"Serius Rin."


"Serius gue belum gajian.!"


"Dari tadi kamu nggak pernah serius sih Rin!"


"Aku serius minggu depan aku baru gajian."


"Kamu di sini tinggal sama siapa?"

__ADS_1


"kost!"


"Terus kalau kamu nggak punya uang kamu mau makan kayak mana?"


"Aku cuma nggak punya uang Rian, bukan nggak punya tangan!" bentak Riyanti.


"AllahuAkbar."kembali Ryan hanya bisa garuk-garuk kepala.


"Maksud aku kamu beli makan dari mana Kalau nggak punya uang Riyanti?"lanjut Ryan


Keduanya memang baru kenal beberapa menit yang lalu namun tampaknya keduanya bisa membawa diri hingga bisa akrab itu.


Di kos masih ada stok makanan, kalau di kampus Aku lapar bisa kasbon di kantin Mang Karim, dan Kalau malam aku kerja aku bisa makan di warung pak caspar jawab Riyanti datar.


"Emang kamu stop apa di kos?"


"Kamu udah kayak sensus kesejahteraan penduduk yang akan kasih bantuan sih." Jawab Riyanti kesal


sementara Ryan hanya tertawa.


"Aku penasaran aja orang seperti kamu bisa survive kayak gitu sih."


"Kenapa?"


"Iya Kalau lihat dari penampilan kamu nggak mungkin hidup kamu, sesimpel ini."


"Emang penampilan aku berlebihan ya?"


"Nggak sih."


"Orang make up juga kagak, cuman aku memantaskan aja apa yang aku pakai.


"Iya benar Kamu itu cantik nya natural." puji Rian


"Nggak usah muji!" pulsa aja aku nggak ada apa lagi duit buat ngasih kamu."


"Ha ha ha." sontak Ryan tertawa


"Aku itu biasanya sih habis gajian aku akan stop Indomie beras garam dan minyak goreng.


"itu aja?


"Iya yang penting keempat bahan itu ada di kos aku nggak bakal mati."


"Emang minyak goreng buat apaan?"


"Buat nasi goreng ditambahi tabur garam, kalau lapar Pasti enak!" jawab Riyanti cuek


"Aku nggak percaya!"


"Kku nggak minta kamu percaya!"


"Aku serius Rin.....aku nggak bodo bodo amat deh yang mau kamu karang-karang cerita."


"Aku nggak bohong, buat apa aku bohong."


"Tapi nggak mungkin kan?"


"Serius kamu datang aja ke kos Bu Reni namanya tempat aku kost Kost ibu Reni kalau kamu nggak percaya."


"Aku belum yakin sih!"


"Buat apa juga gue bohong, nggak ada untungnya."


"Iya deh!' sahut Rian pasrah


kring


kering


kring


Kembali suara ponsel Riyanti menjerit-jerit dengan cekatan Riyanti menggeser tombol jawab pada ponsel yang masih tergeletak di atas meja.


"Benarkan di telepon lagi aku!" Riyanti


"Riyanti kamu di mana?"teriak suara di seberang sesaat setelah Riyanti menggeser tombol jawab.


"Riyanti menggeser ponselnya menjauh dari telinganya karena suara Linda membuat sakit telinganya.


"Rin!" ulang Linda saat Riyanti belum juga menjawab pertanyaannya.


"Perpus!"


"Ngapain


"Ngepel


"Kok kamu sekarang udah jadi tukang pel perpus Rin?"tanya Linda penasaran.


bersambung........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga kekarya teman outhor ceritanya seru loh.



__ADS_2