
Ketika Linda bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi, Reihan melihat bercak darah yang ada diatas sprei tempat tidur. Pertanda dirinyalah yang merebut kesucian dari Linda Ia pun mengembangkan senyumnya. "Wanita yang luar biasa, ia mampu menjaga kesuciannya di umurnya yang sudah menginjak 23 tahun." gumam Reihan di dalam hati.
Reihan merasa bangga dengan dirinya mendapatkan Wanita yang masih suci. Padahal diantara banyak wanita yang sudah ia tiduri, Bahkan di umur wanita yang menginjak hanya 16 tahun tidak pernah dirinya menemukan wanita yang masih suci. Hanya Lindalah yang Reihan merebut kesuciannya. membuat Reihan semakin membulatkan tekadnya untuk segera menikahi Linda.
Linda berjalan masuk ke kamar mandi.Ia me yang amat sakit di bagian sensitif miliknya. Hal membuat dirinya sedikit kewalahan untuk berjalan.
"Auh.....sakit." keluh Linda yang masih dapat didengar oleh Reihan membuat Reihan langsung bangkit dari tempat Reihan langsung menghampiri Linda.
"Kamu tidak apa-apa?
"Auh.....sakit bangat kalau jalan."ucap Linda kepada Raihan.
"Maafkan saya sudah membuat kamu kesakitan." ucap Reihan kepada Linda
"Sudahlah tidak ada gunanya lagi semuanya sudah terlanjur. Coba bapak lihat dulu dari balkon apa banjirnya sudah surut apa belum soalnya Linda ingin langsung pulang ke kosan."ucap Linda sedikit ketus kepada Reihan.
"Iya!" tapi kamu tidak apa-apa?
"Bagaimana bisa bapak bilang saya tidak apa-apa, Bapak sudah merebut kesucianku."ucap Linda membuat Reihan semakin merasa bersalah. Linda pun meminta Reihan untuk melihat situasi di luar untuk memastikan banjir di luar gedung sudah surut atau tidak.
Ketika Reihan melihat situasi di luar, Ia pun melihat banjir masih menggenangi kota Jakarta. Yang mana situasi kota Jakarta masih dilanda hujan. Tetapi tidak selebat semalam lagi.
"Sayang...... banjirnya masih tinggi jadi kamu tidak boleh pulang sekarang." ucap Reihan
mendengar kata-kata sayang yang keluar dari mulut Reihan membuat Linda sedikit heran, mengapa tiba-tiba Bos songongnya memanggilnya dengan sebutan sayang.
Linda keluar dari kamar mandi sembari sudah memakai pakaiannya yang sudah iya pungut sebelumnya.Karna pakaian berserakan dilantai akibat adegan panas yang mereka lakukan malam itu.
"Bapak yakin banjirnya masih tinggi?
"Iya sayang..... banjirnya masih tinggi."sahut Reihan membuat Linda semakin tidak percaya ketika bosnya memanggilnya dengan sebutan sayang.
__ADS_1
"Eh tunggu dulu!" kok bapak manggil saya seperti itu?
"Seperti apa?
"Tidak tidak apa-apa." ucap Linda gugup sembari berjalan kearah balkon untuk memastikan situasi di luar gedung pencakar langit yang mereka tempati.
Ketika Linda sudah melihat situasi di luar,yang ternyata Ia memang benar kalau situasi kota Jakarta masih lumpuh total karena dilanda banjir.
"Terus kita harus bagaimana dong Pak masa kita harus tetap disini?"
"Ya harus bagaimana lagi mau tidak mau kita harus disini. Tidak mungkin juga kita menerobos banjir setinggi itu. Yang ia nya kita tidak sampai di rumah melainkan kita nyampe ke laut." ucap Rehan.
Linda menghela napas panjang. Perutnya sudah mulai keroncongan membuat dirinya tidak mampu berkata-kata. Linda pergi ke pantry. Berniat untuk mencari makanan yang bisa di konsumsi untuk ganjal perut. Untungnya di sana masih ada sisa nasi yang dimasak oleh office boy yang bekerja di kantor Himalaya Group.
"Alhamdulillah masih ada nasi sisa di rice cooker." gumam Linda di dalam hati sembari langsung mengeluarkan nasi yang ada di rice cooker. Linda pun memutar otaknya agar dapat mengolah makanan itu menjadi makanan yang lezat dan dapat dikonsumsi untuk mengganjal perutnya.
Tetapi ketika dirinya melihat isi dalam kulkas tidak ada sedikitpun bumbu di dalam kulkas untuk dapat mengolah nasi menjadi makanan yang lezat. Sehingga mau tidak mau Linda menyendok nasi sisa yang ada di rice cooker ke dalam piring. Yang kebetulan di sana ada tersisa sedikit garam.
"Pasti pak bos lapar juga!"tapi bagaimana mungkin Pak Bos mau makan nasi seperti ini biasanya pak bos juga memakan makanan yang lezat." gumamnya dalam hati.
Sehingga dirinya mengurungkan niatnya untuk menawari Reihan memakan nasi sisa yang ada di dalam rice cooker. Tetapi ia pun kembali ke ruang kerja Reihan Dengan membawakan nasi yang ada di piringnya bercampur garam.
"Apa itu? tanya Rehan
"Nasi."
"Dari mana?
"Dari pantry kebetulan ada di rice cooker nasi sisa semalam.
"Terus kamu makan makannya pakai apa?
__ADS_1
"Pakai garam."
"Hah.....h ucap Reihan sedikit heran melihat Linda yang dapat makan nasi dengan hanya di bumbui garam.
"Habis mau bagaimana lagi, tidak ada yang bisa dimakan di sini sementara perutku sudah keroncongan. Daripada aku harus mati kelaparan. Mau tidak mau aku harus memakan ini." ucap Linda sambil nyengir.
Linda pun mendengar suara cacing bergemuruh di perut Raihan. Cacing-cacing di perut Rehan sudah berdemonstrasi meminta untuk diisi.
"Pak Bos lapar juga?
"Kalau mau ini kita bagi dua, hitung-hitung ganjal perut, Kalau tidak diisi bisa sakit nanti."
"Tapi makanan itu tidak bergizi."
"Tidak perlu memikirkan bergizi atau tidak yang penting perut terisi. Daripada harus mati kelaparan."ucap Linda kepada Reihan.
Cacing-cacing di perut Reihan tidak bisa diajak kompromi. Mau tidak mau Reihan juga memakan nasi yang dibumbui garam oleh Linda.
"Nih sendoknya, kebetulan Linda bawa dua kok. Karena Linda tahu kalau bapak juga membutuhkan nasi ini." ucap Linda kepada
Reihan. Reihan hanya menatap Linda dengan tatapan yang penuh arti. Ia merasa bangga kepada Linda karena selama ini Reihan menganggap Linda rendah. Yang ternyata ia salah menilai kalau Linda tidak serendah yang ia pikirkan.
"Sudah Pak, tidak perlu malu dimakan saja nanti sakit loh." ujar Linda kepada Reihan
Pertama Reihan menyendok makanan itu dan memasukkan kedalam mulutnya. Reihan sedikit terasa asing baginya. Karena seumur hidupnya Rehan, tidak pernah memakan nasi hanya dibumbui garam. Bahkan Reihan jarang sekali makan nasi untuk sarapan pagi hanya roti dan juga susu yang biasa ia makan ketika di pagi hari.
Akhirnya Reihan dan Linda makan nasi sepiring berdua dengan hanya di bumbui garam. Kemudian Reihan pun berusaha untuk menghubungi asistennya. Tetapi ketika dirinya menghubungi asistennya sambungan telepon selulernya tidak tersambung.
"Gimana sih ini kok Jarot dihubungi tidak bisa!"gumam Reihan.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏