Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KESAL


__ADS_3

Akibat Randy tidak tidur satu malaman, Randy terlihat ngantuk saat bertugas di kantor. Sehingga dirinya pun ditegur oleh salah satu rekan kerjanya.


"Kamu kenapa Ran?


"Entah kenapa satu malam saya tidak bisa tidur,


"Memangnya Apa yang kamu pikirkan sehingga kamu tidak bisa tidur? tanya rekan kerjanya yang merupakan satu pangkat dengan Randy.


"Tolong Jawab dengan jujur apa saya memang sudah terlihat seperti Om Om ?


"Kok kamu tiba-tiba nanya seperti itu? tanya AKBP Ferry kepada AKBP Randy


"Entahlah ada seorang gadis tengil memanggil saya Om, jadi perasaanku bahwa aku itu sudah sangat tua. Memangnya sudah kelihatan banget ya kalau aku sudah tua? tanya Randy kepada AKBP Ferry.


"Menurut saya sih belum, tapi kenapa wanita itu ngomong seperti itu kepada kamu?


"Karena aku belum menikah.


"Makanya bro, lebih baik kamu cari pendamping hidup sekarang. Mau sampai kapan kamu melajang? ucap AKBP Ferry kepada Randy membuat Randy pun semakin pusing, curhat kepada teman satu profesinya yang ikut meminta dirinya untuk segera melepaskan masa lajangnya.


Sementara di tempat lain, Riyanti dan juga Ibu Anjani baru tiba di rumah. Ibu Anjani terlihat emosi melihat Naira terlalu banyak bicara di kediaman Om Andruw. Apalagi ketika Naira berdebat dengan AKBP Randy. Membuat Ibu Anjani pun mengomel kepada Naira.


Naira tertunduk tak mampu melihat kearah Ibu Anjani.


"Kamu ini seperti tidak diajarkan sopan santun saja. Apa kamu pernah Ibu ajari berbicara tidak sopan kepada orang yang lebih dewasa? ucap Ibu Anjani kepada Naira setelah Janpilan dan Riyanti masuk ke kamar untuk istirahat.


"Tidak bu, tapi Kak Randy sendiri yang mengusikku. Tadi Naira manjat pohon mangga di sana, berniat untuk mengambil mangga yang sudah terlalu matang. Lalu setelah aku mengambil buah mangga itu aku mau makannya di atas pokok mangga. Tetapi kak Randy tiba-tiba nongol di sana dan mengomel. Kami pun menjadi berdebat, hingga Kak Randy melempari Naira dengan bekas batu mangga yang Naira gigit. Makanya Naira terjatuh." ucap Naira kepada Ibu Anjani.

__ADS_1


"sudah lain kali kamu jangan melakukannya lagi, Ibu tidak akan mentolerir kamu jika kamu melakukan kesalahan yang sama." ucap Ibu Anjani sembari berlalu meninggalkan nayra berniat untuk istirahat.


"Kok Ibu jadi nyalahin aku sih? gumam Naira di dalam hati. iya pun menjadi kesal mengingat tingkah konyol Randy terhadapnya.


"Dasar perjaka tua, gara-gara dia gue jadi kena omel deh sama ibu." umpat Naira di dalam hati.


Kemudian Naira pun masuk kedalam kamarnya Naira berniat untuk membersihkan diri. lima belas menit di dalam kamar mandi, kata-kata ibu Anjani terngiang-ngiang di otak Naira. Naira merasa tidak bersalah kepada Randy. Tetapi ibu Anjani selalu menyalahkan nya berbicara tidak sopan kepada yang lebih tua. Padahal niat Naira pada awalnya hanya ingin bercanda kepada AKBP Randy.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Ia pun memakai pakaian tidur yang biasa ia gunakan. Kemudian Naira ingin menuangkan unek-uneknya di akun sosial media miliknya yang berlambang biru. Naira memposting segala isi hatinya di dalam akun sosial milik pribadinya yang berlambang biru.


Hingga komentar dari beberapa orang sahabatnya pun, mengatakan kepada Naira, kalau Naira tidak boleh terlalu membenci seseorang. Mereka beranggapan kalau nayra terlalu membenci AKBP Randy maka suatu saat bisa bisa mereka akan menjadi Jodoh.


Hal itu membuat Naira semakin kesal, Ia pun kembali membalas komentar para sahabat-sahabatnya di sana.Dan menepis apa yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya.


"Kalau begini nyesal gue curhat di FB gue" gerutu Naira di dalam hati. Ia pun langsung mematikan ponselnya dan meraih bantal guling yang ada di atas ranjang miliknya berniat ingin langsung tidur.


"Ah lebih baik gue baca novel saja, daripada mata gue tidak bisa tidur seperti ini." gumam Naira dalam hati sembari kembali meraih ponselnya yang diletakkan di sembarang tempat.


Keesokan paginya Riyanti terbangun dari tidurnya. Riyanti sudah merasakan sakit yang amat dahsyat di perutnya. Hingga jeritan keluhan pun terdengar jelas di telinga Janpilan. Janpilan langsung terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya sudah meringis kesakitan.


"Kenapa Sayang Mana yang sakit?tanya Janpilan


"Mas......perut Riyanti sakit banget." ucap Riyanti kepada Janpilan


"Kenapa bisa begitu sayang?


"Riyanti juga tidak tahu Mas, tapi Riyanti seperti ingin buang air besar. Tetapi setelah Riyanti pergi ke kamar mandi, sama sekali tidak ada." ucap Riyanti memberitahu kepada suaminya. sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


Janpilan berniat membawa Riyanti langsung ke rumah sakit. Tetapi Riyanti menolak. Tiba-tiba air ketuban Riyanti pun keluar hingga Janpilan pun panik dan berteriak memanggil Ibu Anjani dan Naira.


"Ibu.... tolong Bu teriak Janpilan sembari langsung menggendong tubuh Riyanti masuk ke dalam mobil. Ibu Anjani yang melihat air ketuban Riyanti sudah keluar langsung mempersiapkan popok bayi yang akan digunakan di rumah sakit.


Suara jeritan Riyanti meminta tolong kepada suaminya. Hal itu membuat janpilan merasa kasihan kepada Riyanti. Janpilan meminta sopir untuk segera melajukan mobil ke arah jalan raya menuju rumah sakit yang terdekat.


lima belas menit dalam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah sakit Janpilan langsung berteriak minta tolong kepada dokter dan juga suster yang bertugas di rumah sakit, Agar segera menangani Riyanti. Ia sudah merasa tidak tega melihat Riyanti yang sangat kesakitan.


Dokter dan suster langsung berlari membantu Janpilan dan membawa Riyanti masuk keruang bersalin. Janpilan gelisah dan kwatir melihat istrinya kesakitan.


"Mas .....aku sudah tidak sanggup lagi." keluh Riyanti sambil meringis kesakitan.


"Bertahanlah sayang....demi anak kita dan demi mas, Mas sangat mencintaimu sayang." ucap Janpilan sembari mengecup kening Riyanti.


Dokter memeriksa posisi bayi Riyanti . Tetapi dokter menggelengkan kepalanya, pertanda Riyanti tidak dapat melahirkan secara normal.


"Maaf pak ketubannya sudah banyak yang keluar, jadi kami takut bayinya kekeringan apalagi tenaga ibu Riyanti kurang memadai kalau dipaksakan melahirkan normal. Jadi kami sarankan agar ibu Riyanti melahirkan secara Caesar." kata dokter kepada Janpilan


"Lakukan yang terbaik buat istri dan anak saya dokter, Saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka." Sahut Janpilan memohon kepada dokter yang menangani Riyanti.


" Baik pak kami akan berusaha semaksimal mungkin" sahut dokter sambil langsung mempersiapkan, alat alat medis untuk operasi.


Setelah mendapat persetujuan dari Janpilan, dokter dan suster membawa Riyanti masuk keruang operasi agar Operasi melahirkan Riyanti segera dilakukan. Janpilan yang berada diluar ruang operasi sudah mondar mandir. Ia gelisah dan kwatir akan kondisi Riyanti dan juga anaknya.


"Ya Allah selamatkan lah istri dan anak hamba." Doa Janpilan dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2