Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
JANPILAN GALAU


__ADS_3

Pesanan merekapun sudah dihidangkan oleh pegawai cafe. Linda langsung mempersilahkan Riyanti dan Pak Janpilan untuk menyantap makanan pesanan mereka.


"Silahkan dimakan Rin pak dosen!" tidak usah dipikirkan Linda hanya keceplosan saja ucap Linda merasa bersalah karena dirinya asal ngomong di hadapan pak Janpilan tanpa memikirkan perasaan Janpilan


"Tidak apa-apa kamu tenang saja." ucap Janpilan sambil mengembangkan senyumnya. Mereka pun menyantap makanan yang sudah dihidangkan pegawai Cafe. setelah selesai menyantap makanan Riyanti dan pak Janpilan pun berpamitan pulang kepada Linda.


"Oh iya Lin!" ini udah sore kami pulang dulu ya!"


"Oh iya nggak apa-apa, aku juga mau pulang kok."ucap Linda sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Oh ya Lin kamu bawa motor tidak?"


"Bawa kok kamu tenang saja!"


"Terima kasih Ya Lin!" atas traktirannya!"


"Sama-sama Paling juga kapan-kapan Aku minta traktirin kamu!"ucap Linda sambil cengengesan.


"Iya nanti kapan-kapan kalau Aku sudah punya duit."


"Pasti punya duit lah, kamu kan dapat suami kaya." bisik Linda tepat ditelinga Riyanti.


"Itu kan uang suami Aku bukan uang Aku!" ucap Riyanti setengah berbisik di telinganya Linda.


"Sayang uang Mas itu, Uang kamu juga dong!"ucap Janpilan karena Janpilan dapat Mendengar pembicaraan antara Linda dengan Riyanti.


"Mas apa-apaan sih!"


"Kan kamu bilang uang suami kamu bukan uang kamu, Mas ini suami kamu sayang jadi apa yang ada sama Mas itu milik kamu juga." ucap Janpilan sambil merangkul tubuh Riyanti.


Riyanti hanya mengembangkan senyumnya ia sangat bersyukur memiliki suami pengertian seperti Janpilan. Ketika mereka tiba di parkiran, Linda langsung berpamitan kepada Riyanti dan juga pak Janpilan


"Pak dosen.....Rin! Aku duluan ya?"ucap Linda berpamitan kepada Riyanti dan Janpilan


"Iya!" kamu hati-hati ya!" jangan ngebut-ngebut!"


"Yoi Bray!"ucap Linda sambil melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Janpilan langsung membuka pintu mobilnya agar istrinya dapat dengan leluasa masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi disamping kemudi.

__ADS_1


"Silakan Tuan Putri." ucap Janpilan kepada Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih pangeran!"sahut Riyanti sambil duduk di kursi samping kemudi.


Janpilan langsung duduk di bangku kemudi dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah Utama keluarga Om Andruw.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit Mereka pun tiba di rumah utama keluarga Om Andruw. Janpilan langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Riyanti. Ketika mereka sudah masuk ke dalam rumah Janpilan sudah melihat Felisha dan Heriyanto di sana.


Hati Janpilan begitu panas ketika melihat sosok Heriyanto berada di dalam rumah.


apalagi ketika Janpilan mengingat apa yang dikatakan Linda kalau adiknya Heriyanto mencintai istrinya juga.


Tetapi Janpilan berusaha meredam emosinya dia tidak ingin ribut dengan adiknya itu apalagi Heriyanto sudah memilih menikah dengan Felisha.


"Oh ya baju kalian sudah kalian ambil belum?" tanya tante mira kepada Riyanti dan Janpilan ketika Riyanti dan Janpilan sudah memberi salam kepada Tante Mira.


"Sudah mom!". sahut Janpilan singkat


"Janpilan langsung meninggalkan Heriyanto Felisha dan tante Mira di sana, sementara Riyanti masih tetap menemani Tante Mira untuk mempersiapkan pernikahan Heriyanto esok harinya.


"Sayang kamu istirahat saja!" nanti kecapean ujar tante Mira kepada Riyanti.


"Tidak sayang!" kamu harus istirahat besok acaranya lama loh ."Lagian ada Bibi kok yang beresin semuanya."ujar tante Mira kepada Riyanti. Riyanti Langsung istirahat mengikuti Suaminya ke dalam kamar.


"Baik mom kalau begitu Riyanti permisi dulu ya mom." ucap Riyanti kepada tante Mira sambil berlalu dari hadapan Heriyanto dan juga Felisha. Tante mira sengaja meminta Riyanti pergi dari hadapan Heriyanto agar Haryanto tidak melihat Riyanti terus-menerus karena tante mira sudah mengetahui kalau Haryanto mencintai Riyanti.


Riyanti langsung menemui suaminya.


Ia melihat Janpilan berada balkon.


"Sayang lagi apa?" tanya Riyanti sambil memeluk suaminya dari belakang. Janpilan memutar badannya agar dapat melihat Riyanti lebih leluasa.


"Sayang tolong kamu jujur sama mas Apakah kamu mengetahui kalau Heriyanto mencintai kamu?"


"Kok mas nanya itu lagi?bukannya Riyanti Sudah jelas kan kalau yang Riyanti tahu, Heriyanto itu sangat membenciku selama ini. sehingga dia terus membullyku di kampus.


"Apa Mas lupa!" kalau Heriyanto yang mempermalukan aku di kampus dengan menyebarluaskan fotoku di sosial media?" dan Apa mungkin seorang Heriyanto mencintai wanita seperti aku?"tidak mungkin mas." mungkin Linda hanya mengada-ada saja." ucap Riyanti kepada Janpilan.


"Tapi bagaimana dengan Dokter Devan dan juga Rian?

__ADS_1


"Ya Kalau dokter Devan itu, Riyanti tahu kalau dokter Devan mencintai Riyanti karena dokter Devan pernah mengungkapkan perasaannya kepada Riyanti. Tetap Riyanti tidak memilik perasaan apa apa sama sekali, kepada dokter Devan.


"Kalau Rian Riyanti hanya menganggapnya seperti sahabat. Jadi Riyanti mohon sama mas tidak perlu khawatir karena cinta Riyanti hanya untuk Mas seorang." ucap Riyanti sambil mengecup bibir Janpilan. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, Riyanti sudah mengetahui kalau Janpilan lagi galau sehingga dirinya berusaha untuk menghibur suaminya.


Riyanti mengalungkan tangannya di leher jenjang Janpilan.


"Aku menginginkannya Mas"bisik Riyanti tepat telinga Janpilan yang mampu membuat Janpilan mengembangkan senyumnya. Ia pun langsung menggendong tubuh Riyanti masuk ke dalam kamar.


"Kamu sudah mulai pintar menggoda ya sayang!"ucap Janpilan kepada Riyanti.


"Menggoda suami sendiri tidak masalah sayang!"ucap Riyanti sembari membuka kancing kemeja Janpilan agar dada bidang suaminya terlihat jelas di matanya.


Merasa mendapat lampu hijau dari istrinya, Japilan langsung mengecup bibir manis Riyanti perlahan ciuman itu semakin mendalam turun ke jenjang leher Riyanti. Tangan Janpilan sudah mulai merayap kebagian gunung kembar Riyanti.


"Akhirnya Sore itu mereka menikmati indahnya surga dunia hingga satu jam permainan panas itu berlangsung membuat Janpilan dan Riyanti kelelahan.


"Terima kasih banyak Sayang Semoga Japilan junior langsung tumbuh di sini." Ucap Janpilan sambil mengelus perut Riyanti yang masih rata.


Riyanti menganggukkan kepalanya pertanda dirinya menyetujui apa yang dikatakan suaminya.


"Jangan pernah ada laki-laki lain di antara kita ya sayang!"ucap Janpilan kepada Riyanti


"Tidak akan pernah mas, justru Riyanti sangat khawatir nantinya ada wanita lain diantara kita!"


"Itu tidak akan pernah terjadi sayang karena cinta dan sayang mas hanya untukmu seorang!" ucap Janpilan


"Terima kasih Mas karena mas sudah sangat mencintaiku. Jujur Riyant sangat bersyukur memiliki suami seperti Mas.


"Mas juga sangat bersyukur memiliki istri seperti kamu Sayang." ucap Janpilan sambil mengecup kening Riyanti


"I love you my wife


"I love you too my husband ucap Riyanti.


Riyanti berbaring tanpa memakai sehelai benang pun hanya ditutupi selimut tebal yang ada di kamar. Begitu juga dengan Janpilan mereka tertidur pulas ketika gempuran melelahkan yang mereka lakukan telah usai.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2