Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KECEWA


__ADS_3

Heriyanto dan Felisa sudah mempersiapkan pesta pernikahan mereka, Walau Heriyanto merasa tidak rela melihat Riyanti bersanding dengan kakaknya Janpilan. Sejujurnya ia masih sangat mencintai Riyanti. Tetapi Riyanti dan yang lainnya tidak ada yang mengetahui kalau Heriyanto mencintai Riyanti. Yang orang orang tau kalau Heriyanto sangat membenci Riyanti.


"Mas!" jadi ngak kita ke butik ambil bajunya?" tanya Felisha kepada Heriyanto.


"Tanya mami saja!" kan itu urusan perempuan?" ucap Heriyanto.


"Tapi mas!" itu baju kita loh, bukan baju mami."


"Kan tinggal ngambil?" kan bisa kamu pergi sama mami ngambilnya."


"Kok gitu sih mas?"


"Aku capek, mau istrihat." ucap Heriyanto sambil langsung meninggalkan Felisha dan berlalu kekamar.


"Mas tunggu dulu dong!"


"Apalagi sih?" kan sudah aku bilang aku capek, aku mau istrihat." ucap Heriyanto sedikit kesal membuat Felisha langsung terdiam. Ia langsung meninggalkan Heriyanto dan berlaku pergi kekamar mandi.


dikamar mandi Felisha meluapkan isi hatinya dan menangis. Ia merasa Heriyanto merasa terpaksa menikahinya, karna kesalahan Nyang tidak sengaja mereka lakukan akibat ulah Rossi.


Mengingat tragedi itu, Felisha menjadi menaruh dendam kepada Rossi dan berniat untuk membalas Rossi. Karna menurutnya itu rasa sakit yang dialaminya sekarang akibat ulah Rossi yang menaburkan bubuk perangsang ke minuman Heriyanto, tetapi minuman itu jadi terminum oleh Felisha.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan?


"Apakah aku harus melanjutkan pernikahan ini?" ucap Felisha meratapi nasibnya sambil terisak dikamar mandi. Felisha terus mengguyur tubuhnya dengan air shower sambil Menangis, hingga dua jam Felisha berada di dalam kamar mandi. Membuat bibi merasa kwatir hingga Bibi memberanikan diri untuk mengetuk kamar mandi.


Tok....


Took.....


Toook......


Bibi mengetik pintu kamar mandi, tetapi tidak ada jawaban hanya suara air shower yang terdengar di telinga Bibi. Hal itu membuat bibi semakin kwatir. Bibi kembali menggedor pintu kamar mandi.


Tok


Took.....'"non apa non masih didalam?" panggil bibi, membuat Felisha Lansung menyelesaikan ritual mandinya. Dan langsung keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang basah kuyup.


"Loh non kok keluar dengan baju basah begini?"


"Bi tolong ambil handuk dan baju ganti saya!" ucap Felisha dengan suara parau.

__ADS_1


"Loh non mata non kok sembab? non habis menangis ya?"


"Tidak bi!" cepat ambil handuk dan baju ganti saya." ucap Pinta Felisha.


"Baik non!" sahut bibi sambil berlalu untuk mengabil handuk dan baju ganti yang ada di kamar Heriyanto.


"Permisi den!"


"Ya ada apa Bi?"


"Bibi mau ambil handuk dan baju ganti untuk non Felisha, Memangnya Felisha mandi dimana bi?"


"Non Felisha mandi di kamar mandi yang ada di dapur den!"


"Tapi kenapa tidak mandi di kamar mandi yang ada dikamar ini saja?"


"Tidak tau den!" tapi bibi kwatir melihat kondisi non Felisha.


"Memangnya Felisha kenapa bi?"


"Non Felisha Berjam jam di kamar mandi, dan setelah keluar dari kara mandi mata non Felisha sembab dan tubuhnya basah kuyup." terang Bibi kepada Heriyanto.


"Memangnya ada apa Bi?"


"Berarti setelah aku masuk untuk istrihat tadi Felisha langsung masuk kekamar mandi." gumam Heriyanto dalam hati.


"Ya sudah bi hantarkan langsung handuk dan pakaiannya nanti dia kedinginan." ucap heriyanto sambil kembali membaringkan tubuhnya sambil membuka sosial medianya.


Alangkah terkejutnya ketika dirinya membuka aplikasi berwarna biru itu. Ia melihat postingan Kakak ya Janpilan yang sedang bersama Riyanti berbulan madu di Bali, bergandengan mesra. Membuat darah Heriyanto mendidih,seolah dirinya ingin menggantikan posisi kakaknya disana.


"Kenapa sih aku harus jatuh cinta kepada kakak iparku sendiri?" gumamnya dalam hati. Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri.yangbtodak dapat melupakan rasa cintanya kepada Riyanti.


"Ya Allah rasanya aku tidak sanggup melihat mereka terus." gumam Heriyanto sambil membanting ponselnya diatas tempat tidur.


Ia bangkit dari tempat tidurnya berniat untuk mengabil air minum kedapur. ketika Heriyanto hendak kedapur, sekilas Heriyanto melihat sosok Felisha berdiri diatas balkon dengan tatapan kosong.


"Kenapa dia?" tanya Heriyanto dalam hati.


setelah Heriyanto mengabil air minum dari dapur, Heriyanto menghampiri Felisha di balkon.


"Lagi apa?" tanya Heriyanto kepada Felisha. Tetapi Felisha tidak menjawab. Bahkan tidak melihat Heriyanto sama sekali. Felisha terus saja dengan tatapan kosong menatap arah gerbang rumah utama milik Om Andruw.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Heriyanto kembali bertanya kepada Felisha. Tetapi Felisha tetap saja tidak menjawab. Membuat Heriyanto semakin penasaran mengapa Felisha tidak menjawab nya.


"Pernikahan ini lebih baik kita batalkan." ucap Felisha dengan tiba tiba. Membuat Heriyanto sangat terkejut mendengar perkataan Felisha yang tiba tiba mengatakan kalau pernikahan mereka ingin dibatalkan.


"Kenapa kamu tiba tiba membatalkan pernikahan kita?"


"Kamu tidak perlu bertanya kepadaku!" tanya kepada dirimu sendiri.Tidak perlu memikirkan perasaanku atau bagaimana aku nantinya." ucap Felisha dan langsung meninggalkan Heriyanto di balkon.


Felisha langsung masuk kekamar Heriyanto untuk mengabil tasnya. Tapi Heriyanto mencegahnya Felisha agar Felisha tidak membatalkan pernikahan mereka, karna Heriyanto tidak ingin membuat keluarga besar meraka malu. Apalagi undangan sudah disebar kepada seluruh kerabat dan juga kolega bisnis om Andruw.


"Kalau kamu ingin pernikahan ini tidak diadakan, mengapa dari awal kamu tidak menolak permintaan mami dan papi?"


"Apa kamu tidak memikirkan bagaimana reputasi keluargamu dan keluarga ku kalau pernikahan ini dibatalkan?"


"Apa kamu tidak berpikir bayi kita yang sudah tumbuh disini?" ucap Heriyanto sambil mengelus perut Felisha yang masih rata.


"Ya Felisha sudah hamil dua Minggu, karna kesalahan yang tidak sengaja mereka lakukan.


"Untuk apa pernikahan ini dilangsungkan kalau kamu tidak cinta lagi samaku!"


"Aku bisa kok membesarkan anak ini tanpa kamu, kamu tenang saja aku akan merawatnya dengan segenap hatiku. Daripada kita menikah tapi kita tidak bahagia untuk apa?" ucap Felisha membuat Heriyanto merasa bersalah kepada Felisha.


"Maafkan aku!" akan perkataan ku yang membuat hati kamu sakit." Aku hanya sedikit pusing." ucap Heriyanto.


"Sudahlah mas tidak ada gunanya pernikahan ini dilanjutkan." ucap Felisha sambil meninggalkan Heriyanto. Heriyanto tidak tinggal diam, Heriyanto langsung menarik tangan Felisha sehingga Felisha terjatuh kepelukannya.


"Sudah aku katakan!" jangan pernah mengabil tindakan gegabah." ucap Heriyanto sambil langsung mengecup bibir Felisha dan **********. Membuat Felisha langsung terdiam mendapat serangan mendadak dari Heriyanto.


"Matamu sudah sembab menangisi yang tidak penting." ucap Heriyanto sambil langsung menggendong tubuh Felisha dan mendudukkan Felisha di sofa yang ada di kamar Heriyanto.


"Jangan pernah berpikir negatif." ucap Heryanto sambil mengelus perut Felisha yang masih rata.


"Mas apa kamu masih cinta sama Felisha mas?" tanya Felisha kepada Heriyanto


"Kok kamu tiba tiba nanya seperti itu sayang?"


"Tidak!" dari sikap kamu belakangan ini, kamu sepertinya sudah beda. Kamu tidak seperti dulu lagi mas."


"Maafkan aku sayang!" aku hanya lagi banyak beban pikiran saja." ucap Heriyanto sambil mengecup kening Felisha.


Bersambung........

__ADS_1


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓🙏💓🙏🙏💓🙏


__ADS_2