Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MAKAN MALAM YANG NIKMAT


__ADS_3

Riyanti, Riko dan Naira sudah selesai memasak di dapur, dan makanan sudah mereka hidangkan di meja makan sederhana yang dibuat oleh almarhum ayah mereka yang menemani makan Meraka selama kurang lebih sepuluh tahun.


"Om, Tante, Mas, Bu makanannya sudah masak kita lebih baik makan dulu baru melanjutkan pembicaraan nanti. Karna Perjalanan kita cukup jauh tadi." ucap Riyanti.


"Oh iya mari Bu kita makan apa adanya." ucap Bu Anjani mempersilahkan tamunya.Untuk sekedar menyicipi makanan sederhana masakan putra putrinya.


Keluarga Janpilan mengikuti Bu Anjani keruang makan yang hanya berukuran tiga meter kali tiga meter.


"Silahkan dimakan Bu hanya ini yang dapat kami suguhkan kepada ibu dan bapak dan juga nak Janpilan." ucap Bu Anjani.


Sementara Riyanti dengan telaten menyendok nasi kepiring dan lauk seadanya.


"Silahkan Tante, om, mas ."ucap Riyanti.


"Trimakasih sayang?" ucap Janpilan tanpa perduli dengan adanya Bu Anjani Riko dan Naira disana.


"Mas!" bisik Riyanti agar Janpilan merubah panggilan nya kepada Riyanti dihadapan ibu dan adik adiknya.


"Tidak apa apa!" kan memang benar mas sayang sama kamu!" bisik Janpilan.


"Kenapa bisik bisik?" ucap Tante Mira membuat janpilan dan Riyanti terdiam dan kembali melahap makanan yang ada dihadapan mereka.


"Masakannya enak!" puji Tante Mira.


"Ia Tante!" kalau masakan mbak tidak diragukan lagi." sahut Riko memuji masakan Riyanti.


"Kalau sudah mbak yang masak, Riko dan Naira pasti nambah Tante?" terkadang malah kurang." ucap Riko sambil cengengesan.


"Hus!" kamu makan dulu nanti ngocehnya." ucap Riyanti.


"Memang benar kok mbak!" kalau Mbak yang masak, nasi yang ada di piring Naira dan Riko tidak pernah ada sisa." timpal Naira memuji masakan mbaknya.


"Ia masakannya enak bangat ngak salah Janpilan memilih calon istri!" puji Janpilan.Dihadapan orangtuanya dan calon ibu mertuanya.


***


Acara makan malam pun sudah usai. Mereka melanjutkan pembicaraan tanggal pernikahan Riyanti dan Janpilan. Mereka sepakat kalau pernikahan mereka dipercepat. Tidak ingin menunda nunda, apalagi Heriyanto juga ingin melangsungkan pernikahan dengan Felisha. Hal itu yang membuat pernikahan Janpilan dan Riyanti dipercepat.


Bagaimana kalau pernikahan nak Riyanti dan Janpilan diadakan dua minggu lagi Bu?" tanya om Andruw kepada bu Anjani. membuat Bu Anjani terkejut mendengar pendapat om Andruw.

__ADS_1


"Apa itu tidak terlalu cepat pak?" karna kami belum ada persiapan dan sekali."


"Tidak apa apa Bu?" kami yang akan mempersiapkan semuanya, Ibu tenang saja." ucap Janpilan sambil melihat kearah Tante Mira.


"Iya Bu!" ibu tenang saja, kami yang akan mempersiapkan Semuanya." sahut Tante Mira


Riyanti hanya terdiam dia tidak berkomentar apa apa. Riyanti hanya memandang kearah ibunya seolah dirinya ingin berbicara sesuatu kepada Bu Anjani."


"Kalau menurut saya, lebih baik kita tanya dulu kepada mereka berdua, Keputusan ada ditangan Mereka." ucap Bu Anjani


"Bagaimana nak!" apa kamu setuju kalau pernikahan kalian dua Minggu lagi?"


"Kalau Janpilan setuju mi!" ucap Janpilan karna itu memang sudah keinginannya mempercepat pernikahannya.


"Bagaimana dengan nak Riyanti? apa nak Riyanti setuju?"


Riyanti menghela napas, Begini Bu!" sejujurnya ini masih terlalu cepat buat Riyanti karna Riyanti masih kuliah dan belum bisa berbakti sama orangtua Riyanti." ucap Riyanti.


"Kalau masalah itu tidak perlu kamu pikirkan nak!"ucap om Andruw. Banyak yang sudah menikah tapi tetap melanjutkan kuliah kok." ucap om Andruw.


"Kalau Riyanti!" terserah ibu saja." ucap Riyanti sambil menatap ibunya dengan tatapan mendalam.


"Iya setuju!" ucap Tante Mira sambil mengebangkan senyumya membuat Riyanti penuh dengan tanya, semangat dari Tante Mira mempercepat pernikahan Mereka.


Akhirnya mereka sepakat pernikahan Janpilan dan Riyanti diadakan dua Minggu lagi . Dan diadakan di Jakarta. Mendengar keputusan kalau pernikahan mereka diadakan dua Minggu lagi, Janpilan merasa lega dan bersyukur karna Riyanti dan keluarganya menerima lamaran Janpilan.


"Trimakasih sayang!" ucap Janpilan sambil menggenggam tangan Riyanti.Ingin sekali Janpilan memeluk dan mencium Riyanti. Tetapi Janpilan mengurungkan niatnya ketika dirinya melihat bU Anjan yang melototkan matanya.


"Oh iya ini sudah jam sepuluh malam, perjalanan kalian cukup jauh, lebih baik kalian menginap lah disini. Karna kita tidak tahu diperjalanan Bagaimana. Apalagi ini sudah larut malam."Ujar Bu Anjani.


Tante Mira melihat kearah suaminya dan Janpilan,seolah dirinya meminta persetujuan.


"Iya om, Tante!" jika berkenan menginap lah disini, karna ini sudah larut malam takut ada apa apa dijalan." ucap Riyanti.


"Ya sudah lebih baik kita menginap satu malam disini mi ....Pi...!" pinta Janpilan penuh dengan semangat karna dirinya, berpikir memiliki kesempatan lebih lama bersama Riyanti.


"Ya sudah kita pulang besok saja." ucap om Andruw.


lalu Riyanti menyiapkan kamar yang biasa ia tempati bersama Naira selama ini, untuk tempat tante Mira dan Om Andruw istirahat. Sementara Janpilan tidur bersama Riko dikamar milik Riko dan Riyanti dan Naira tidur bersama Bu Anjani.

__ADS_1


"Silahkan Tante!" beginilah adanya." ucap Riyanti mempersilahkan Tante Mira masuk kedalam kamar Riyanti lalu meninggalkan Tante Mira dan Om Andruw."


Tante Mira melihat kamar itu tampak rapi dan terlihat beberapa piala yang terpajang di dalam lemari kaca sederhana. Tante Mira melihat prestasi prestasi yang diraih Riyanti.


"Mas sepertinya benar yang mas bilang, kalau Riyanti memang benar benar anak yang pintar dan jenius. Terlihat dari piala piala yang diraihnya itu." ucap Tante Mira sambil menunjuk kearah piala yang berjejer di dalam lemari kaca sederhana yang ada dikamar Riyanti."


"Mami aja yang tak percaya selama ini!" kan sudah papi bilang kemarin kalau Riyanti sudah mengharumkan nama kampus kita." ucap om Andruw.


"Iya mas!" ternyata mami salah selama ini, menilai Riyanti buruk hanya karna kentut dihadapan mami." ucap Tante Mira merasa bersalah.


"Ya sudah lain kali jangan menilai orang hanya sekilas,kenali dulu orangnya bagaimana baru vonis orang ." ucap om Andruw


Sementara Riyanti menghampiri Janpilan yang masih duduk diruang tamu sambil menikmati siaran televisi.


"Mas belum tidur?"


"Mas belum ngantuk sayang!"


"Mas!" kalau mas sudah ngantuk, mas bisa tidur bareng riko dikamarnya." ujar Riyanti.


"Kenapa tidak tidur sama kamu saja sayang?" bisik Janpilan membuat Riyanti langsung melototkan matanya kearah Janpilan.


"Belum halal!" dosa." Ucap Riyanti sambil berdiri ingin meninggalkan Janpilan disana.


Janpilan langsung menarik tangan Riyanti hingga Riyanti terduduk dipangkuan Janpilan.


Tiba tiba om Andruw keluar karna ingin kekamar mandi."


"Ehem ....?" suara deheman om Andruw mampu membuat janpilan dan Riyanti gelagapan dan langsung membenahi duduk mereka."


"Hati hati, belum halal!" kamu tidak sabaran." gerutu om Andruw.


"Papi seperti tidak pernah muda saja." sahut Janpilan asal.


"Iya papi pernah muda, tapi lihat tempat dong!" ini rumah calon mertua kamu loh." jadi jaga sikap nanti tidak dapat restu." ucap om Andruw sambil cengengesan.


"Kan sudah nentuin tanggal dan sudah direstui juga." ucap Janpilan tidak mau kalah dari papinya.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2