
Riyanti dan Linda keluar dari klinik praktek dokter Devan, dengan menggunakan motor matic Linda, mereka tiba di kost Riyanti.
berharap metode yang diberikan dokter Devan berhasil membuat Riyanti tidak Ketut sembarangan tempat .
****
Dua hari kemudian, Riyanti mewakili kampus untuk mengikuti kuis antar kampus di Senayan Jakarta. Ia benar benar melakukan metode yang diberikan Dokter Devan,
"Mudah mudahan saya tidak mempermalukan kampus!" gumam Riyanti dalam hati sambil pergi menuju ruang Dekan. Karna Dekan mengatakan kalau Riyanti pergi bersama dosen dan Dekan ke Senayan Jakarta.
Iya melihat pak Janpilan dan juga Heriyanto yang ikut serta menyaksikan kuis itu.
"Rin!" itu si heriyanto tengil itu ikut juga?"
"Tidak tau!"
"Terus siapa teman kamu?"
"Aku juga tidak tau!"
"loh kok bisa kamu tidak tau, padahal acaranya hari ini!"
"Dekan tidak memberitahu."
"Ya ampun Riyanti, kamu kok santai saja sih?"
"Aku tidak perduli siapa yang menjadi temanku, yang aku takutkan agar aku tidak kentut disana!" ucap Riyanti sontak membuat Linda tertawa.
Sementara Rossi yang mengetahui kalau Riyanti yang mewakili kampus mengikuti kuis Senayan Jakarta pun tersenyum sinis.
"Paling dia buat malu kentut nanti disana!" ucap Rossi sambil memandang ke arah Riyanti dengan tatapan sinis.
Riyanti tidak menjawab, ia hanya diam dan berjalan ke ruang Dekan. Tanpa memperdulikan ocehan Rossi.
"Riyanti kamu sudah siap kan?
"Insya Allah saya siap pak!"
Kemudian Dekan masuk ke dalam mobil kampus.
"Ayo naik kita naik mobil kampus saja!" ujar Dekan kepada Riyanti, Heriyanto dan juga pak Janpilan.
Sopir kampus pun Langsung melajukan mobil ke arah jalan raya menuju Senayan Jakarta tempat kuis antar kampus diselenggarakan.
tampak Riyanti berkomat-kamit berdoa meminta petunjuk dari Allah. Agar diberikan kemudahan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan panitia.
"Kamu kenapa seperti orang gila?"
"Emang siapa yang gila?" Kamu yang gila."
"Tuh dari tadi kamu berkomat-kamit!"
"Itu bukan urusan kamu!"
" Ih Dasar cewek gila!"
"Apa kamu bilang saya gila?" Kamu yang gila."
"Heriyanto diam!" bentak Pak janpilan yang merupakan kakak kandungnya sendiri.
"Kakak sih!" Siapa suruh membuat dia menjadi pasanganku mengikuti kuis."
"Jadi dia yang menjadi pasanganku mengikuti kuis?" gumam Riyanti.
"Karena dia mampu?"
__ADS_1
"Asal jangan buat malu aja nanti di sana!"
"Jaga ucapanmu Haryanto!"bentak Pak Janpilan kepada Hariyanto membuat Dekan, melototkan matanya ke arah Heriyanto.
Haryanto terdiam dia tidak menjawab, sementara Riyanti memalingkan wajahnya keluar. Untuk sekadar memperhatikan apa yang ia lewati.
setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit Mereka pun tiba di Senayan Jakarta. Berharap mereka tidak terlambat mengikuti kuis.
Saat waktunya kuis diselenggarakan, Linda japet dan Ricardo pun menyusul dari kampus menuju Senayan berniat untuk menyaksikan sahabat mereka mengikuti kuis.
****
Kuis pun berjalan dengan lancar, tampak adu pendapat dan jawaban dari setiap kampus pun berbeda-beda. Ketika pertanyaan dilontarkan kepada Riyanti dan Heriyanto, Riyanti menjawab dengan singkat padat dan jelas dan tepat. Hal itu membuat Heriyanto langsung tercengang, Iya tidak menyangka kalau Riyanti, mampu menjawab pertanyaan sesulit itu.
Padahal pertanyaan itu seharusnya yang menjawab adalah Heriyanto, tetapi karena Riyanti melihat kalau Heriyanto tidak mampu menjawab sehingga ia mengambil alih. mendengar jawaban dari Riyanti semua orang yang yang duduk mengikuti kuis itu bertepuk tangan.
juri pun mengadakan penilaian.
"luar biasa jawaban gadis itu!" kata salah satu juri yang menyelenggarakan kuis.
Setelah penilaian dilakukan, yang ternyata pihak kampus Gunadarma yang memenangkan kuis itu yaitu kampus yang diwakili oleh Riyanti. Hal itu membuat Riyanti sedikit bangga dengan dirinya sendiri. Tanpa rasa enggan entah faktor apa yang membuat Pak janpilan langsung berlari memeluk Riyanti. Iya tak peduli dengan orang-orang di sana.
"Terima kasih kamu sudah mengharumkan nama kampus kita." ucap pak Janpilan kepada Riyanti.
"Sama-sama Pak!" semua ini bukan karena hanya saya tetapi dengan Heriyanto juga." ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
Dekan kampus Gunadarma pun turut bangga. atas prestasi yang diciptakan Riyanti.
"Terima kasih Riyanti kamu sudah mengharumkan nama kampus kita." ucap Dekan kepada Riyanti sambil memberi salam.
"Sama-sama Pak!" jawab Riyanti sambil mengembangkan senyumnya kepada Dekan.
"Biasanya Kamu kentut di mana-mana ini kok tidak?"celetuk Haryanto karena semua teman-teman Riyanti dan juga para dosen hanya memuji muji Riyanti.
"Haryanto berlalu meninggalkan Riyanti dan juga Pak Janpilan dan beberapa teman-teman mereka. Ia pergi ke parkiran mobil. berniat ingin pulang terlebih dahulu karena kesal semua orang orang memuji kecerdasan Riyanti.
"cewek barbar itu pintar juga!" gumam Heriyanto sambil duduk di salah satu cafe di lokasi tempat quiz dilaksanakan.
"aku nggak nyangka dia secerdas itu!"
Haryanto gambar bergumam ia merasa kalah telak dari rianti.
"Lebih baik aku berdamai saja dengan dia siapa tahu bisa menularkan ilmunya kepadaku!"ucap Haryanto dalam hati.
kemudian jaket Linda yang tidak mau kalah dengan Pak Jathilan pun langsung memeluk Riyanti.
"Selamat Ya Riyanti aku sudah menduga Kamu pasti bisa." ucap Linda kepada sahabatnya.
"Iya Lin semua ini berkat kamu juga."
"Oh iya!" tadi Doktor Devan menghubungiku.!
"Terus?"
"Katanya dokter Devan ingin bertemu sama kamu!"
"Untuk apa?"
"Aku juga tidak tahu!"
"Ya sudah Lain kali saja sekarang Aku sudah capek kita pulang yuk!"ajak Riyanti.
"Riyanti!" kita pulang bareng." ucap Dekan dan Janpilan kepada Riyanti.
"Baik Pak!"
__ADS_1
"Yang lain tadi naik apa kemari?"
"Kendaraan sendiri Pak!"
"Ya sudah kalau begitu kalian pulang saja
"Baik Pak!"kemudian Linda, David, Ricardo pun berlalu dari Senayan menuju rumah masing-masing. Linda berharap Riyanti akan segera kembali ke kosnya karena ia ingin bercerita banyak kepada Riyanti mengenai Dokter Devan.
Di perjalanan pak Janpilan bertanya kepada Riyanti
"Siapa dokter Devan?"
"Sepupu Linda!"
"Ada hubungan apa kamu dengannya?"
"Tidak ada!"
"Terus mengapa dia mencarimu?"
"Tidak tahu!"
"Kok tidak tahu?"
"Iya memang karena tidak tahu
Pak Janpilan diam sejenak, kamu jujur ada hubungan apa kamu dengan Dokter Devan itu
"Dia dokter yang menangani aku
"Kamu sakit?"
"Tidak!"
"Terus kenapa kamu mengatakan dia Dokter yang menangani kamu?"
"Dia yang membantuku agar aku tidak kentut sembarangan dan bisa menahan kentut. seperti tadi selama mengikuti kuis sama sekali tidak kentut, agar kampus tidak malu." Ucap Riyanti berterus terang
"Memangnya ada obatnya ya
"Ada!"
"Coba lihat!
"Tidak bawa!"
"Kalau begitu nanti saya antar kamu ke kos dan tunjukkan padaku obatnya.
"Tidak ada obat penting cuman hanya terapi yang dilakukan.
"Terapi bagaimana maksudnya?"
"Saya harus teratur makan tidak terlambat makan dan saya tidak bisa memakan cabe."ucap Riyanti.
"Kan sudah dari dulu saya larang kamu makan cabe banyak tapi kamunya tidak pernah menggubris omongan saya.
"Karena kalau tidak pakai cabe kurang enak!"
"Bagaimana dengan kesehatan?"
Riyanti terdiam ia tidak menjawab.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1