Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
HIMALAYA GROUP


__ADS_3

Felisha menatap suaminya dengan seksama, ia melihat ada raut penyesalan di wajah Haryanto yang selama ini kurang peduli kepada Felisha yang sedang mengandung darah dagingnya.


"Sudah mas tidak perlu bersalah Felisha, baik-baik aja kok tidak pernah ada khawatir."Ucap Felisha kepada Haryanto.


"Oh iya Mas!" ini Felisha tadi lihat-lihat perlengkapan bayi kita sepertinya cocok warna yang ini mas suka tidak?" uca Felisha sambil langsung menunjukkan warna biru langit pilihannya.


"Kalau mas sih setuju setuju aja sayang warna apa yang menurutmu bagus Mas setuju deh. pasti pilihan Kamu tidak akan mengecewakan Mas. Mas percaya sama kamu. ucap Haryanto kepada Felisha.


"Sayang kita besok ke dokter ya."ujar Hariyanto kepada Felisha.


"Untuk apa Mas?"


"Untuk memeriksa kandungan kamu dan mas ingin sekalian melihat jenis kelamin anak kita.


"Tidak perlu mas!" Biarkan saja menjadi kejutan untuk kita. Kan kalau kita sudah USG dan mengetahui jenis kelaminnya sekarang Sepertinya itu bukan kejutan namanya." ucap Felisha kepada Haryanto.


"Tapi mas ingin melihat kondisi anak kita di dalam sini sayang!" apakah dia baik-baik saja di dalam ucap Haryanto kepadaku Felisha sambil mengelus perut istrinya yang sudah membuncit.


"Mas tenang saja!" Felisha sudah periksa ke dokter kok!" dan dokter mengatakan kalau anak kita baik-baik saja.


"Kapan kamu ke dokter sayang?dan mengapa tidak meminta mas menghantarkan mu ke rumah sakit?


"Gimana Felisha meminta Mas mengantarkan Felisha ke rumah sakit, sementara Mas aja pergi pagi pulangnya sudah larut." ucap Felisha sambil terus melihat ke layar ponselnya tanpa menatap suaminya.


Mendengar hal itu membuat Heriyanto menatap istrinya dengan tatapan sendu.Ia semakin merasa bersalah kepada Felisha yang selama ini ia abaikan demi pekerjaan dan kuliah yang ia jalani.


"Mas minta maaf Sayang!" ucap Haryanto lagi-lagi ia meminta maaf kepada Felisha.


"Sudahlah mas!" tidak perlu dipikirkan Lagian Mas bekerja kan untuk membiayai hidup kita. yang penting Mas menyayangi Felisha dan anak kita ." Ucap Felisha sambil mengelus perut buncitnya.


Heriyanto pun tampak bersemangat karena istrinya mengatakan kalau persalinannya tidak akan lama lagi tinggal menunggu 2 bulan. Haryanto tampak antusias untuk memilih memilih perlengkapan bayi yang akan mereka gunakan. Apalagi mereka sudah tinggal di rumah milik Haryanto yang diberikan oleh om Andruw kepada mereka.


"Mas jujur Felisha sangat bahagia tinggal disini hidup bersama mas rasanya nyaman dan damai."


"Memangnya kalau tinggal di rumah utama kamu merasa tidak nyaman ya sayang?


"Bukan begitu Mas!" tapi kalau kita sudah tinggal berdua seperti ini kan lebih asik Mas, bisa berduaan dan bermesraan sama mas tanpa ada rasa sungkan. Kalau kita tinggal di rumah utama mana bisa seperti ini." ucap Felisha sambil langsung mengecup bibir ranum suaminya.


Hal itu membuat Haryanto tidak tinggal diam Ia pun langsung membalas kecupan Felisha perlahan Kecupan itu semakin mendalam hingga Felisha membuka rongga mulutnya agar Haryanto dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Felisha. Merasa kekurangan oksigen Haryanto pun melepaskan pagutannya agar dapat menghirup oksigen lebih leluasa.


Setelah merasa mendapat oksigen yang cukup Haryanto pun kembali mengecup bibir manis Felisha sembari Tangannya sudah mulai menjalar ke bagian kebalik baju milik Felisha hingga dirinya pun mulai memainkan tangannya di bagian gunung kembar milik Felisha.


"Hal itu membuat bisa mengeluarkan De$@hannya yang mampu membuat Haryanto semakin melancarkan aksinya. Kemudian Ia pun kembali mengecup bibir manis istrinya.

__ADS_1


"Sayang apakah masih bisa melakukannya?" bisik Heriyanto tepat ditelinga Felisha meminta izin kepada istrinya.


Felisha menganggukan kepalanya sembari "Boleh Mas!" tapi pelan-pelan nya!" kasihan bayi kita." ucap Felisha kepada suaminya. Haryanto sangat mengerti apa yang dikatakan oleh Felisha sehingga dirinya pun melakukannya secara pelan dan aman berharap ia tidak sampai mengganggu janin yang ada di rahim Felisha


Ditempat lain Linda tampak sudah bersiap untuk pergi melamar kerja. Kesebuah perusahaan yang sudah direkomendasikan oleh Japet kepadanya.


"Mudah mudahan gue diterima disini!"lirih Linda sambil berjalan menelusuri trotoar yang mengarah kearah gedung Himalaya group. Sementara Japet sudah tampak gelisah menunggu kedatangan Linda di Himalaya group yang tak kunjung tiba.


Tiba tiba mata japet menangkup sosok yang ia tunggu tunggu.


Japet pun menghampiri Linda


"Kamu dari mana sih kok lama banget? ini sudah jam berapa?kamu sudah hampir telat loh!"


"Maaf tadi aku salah turun naik angkot soalnya aku kira kantornya di sebelah sana." ucap Linda sembari menunjukkan arah tempat ia diturunkan oleh angkutan umum.


"Kan sudah aku katakan kantornya di sini."


"Tadi super angkotnya ugal-ugalan jadi aku sudah minta diturunkan di sini eh malah diturunkan di sono."


"Ya sudah Yuk masuk!" soalnya yang interview banyak takutnya kamu terlambat.


"Maaf!"


Linda menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba nama Linda dipanggil untuk interview di kantor Himalaya Group. Linda beranjak dari tempat duduknya masuk ke ruangan interview yang diadakan di Himalaya Group.


"Dengan Linda Aurora!"


"Iya Pak"


"lulusan S1 dari universitas Gunadarma?"


"Iya Pak!"


Raihan menatap Linda dengan seksama iya menyamakan foto yang dikirimkan oleh Randy kepadanya agar Linda diterima bekerja di Himalaya grup.


"Apakah anda siap untuk mengikuti seluruh aturan perusahaan ini?


"Insya Allah saya siap pak."


"Apa pengalaman kerja kamu?


"Maaf Pak!" saya belum berpengalaman tetapi saya pernah magang di Detonga grup sewaktu saya masih kuliah di universitas Gunadarma.

__ADS_1


Rehan menganggukkan kepalanya sembari melihat penampilan Linda dari ujung kaki sampai ujung rambut.


sekilas timbul pertanyaan di hati Raihan.


"Ada apa kak Randy merekomendasikan wanita seperti ini bekerja di kantor ku?" gumamnya dalam hati karena dirinya melihat penampilan Linda yang ukuran tubuhnya diatas rata-rata.


Tetapi Rehan tidak bisa menolak permintaan dari kakaknya AKBP Randy. Kakak yang selalu siap membantunya dalam segala apapun termasuk perusahaan yang ia kelola adalah milik AKBP Randy sendiri.


"Kalau belum berpengalaman kamu bisa belajar disini!" tetapi kamu harus sungguh-sungguh. di sini bekerja bukan untuk main-main. Tapi bekerja dengan serius ucap Raihan kepada Linda.


"Satu lagi kalau boleh berat badan kamu dikurangi karena tidak enak melihatnya. ucap Rehan berterus terang kepada linda. Hal itu membuat Linda mengepalkan tangannya karena dirinya tidak terima dikatain seperti itu oleh Rehan yang belum sah menjadi bosnya.


"Kalau kamu tidak bos di sini sudah aku potong leher kamu."umpat Linda di dalam hati


"Berhenti kamu mengumpat saya!


"Kok dia bisa tahu gue mengumpatnya? gumam Linda sembari kembali menghafal tangannya. Karena dirinya sangat emosi akan apa yang keluar dari mulut Rehan sang calon Bosnya.


"Mulai besok kamu bisa bekerja di sini. Tetapi dengan satu syarat kamu harus disiplin tidak boleh suka-suka hati. Di sini perusahaan ini memiliki aturan dan jika kamu melanggar nya kamu tidak akan segan-segan saya pecat.


"Baik Pak!" sahut Linda.


"Ya sudah kamu kembali ke tempatmu Saya tidak ingin berlama-lama melihat tubuh kamu yang sebesar gajah itu." ucap Rehan kepada Linda. Linda mengeraskan rahangnya.


"Mendingan saya besar seperti gajah daripada situ cungkring! umpat Linda yang masih bisa didengar oleh Rehan


Linda langsung keluar dari ruangan Rehan sebelum Rehan kembali berbicara pedas terhadapnya. Dia menghampiri Japet yang setia menunggu di depan ruangan itu.


"Bagaimana kamu diterima sama Pak Rehan?


"Diterima sih!" tapi bosnya sombong banget gue kesel melihatnya.


"Memangnya kenapa?


"Masa gue dikatain gajah bengkak!


"Makanya Lin..... Diet sedikit dong agar berat badan kamu berkurang, laki-laki jika melihat berat badan seorang wanita itu melebihi rata-rata kurang menyukainya.


Sepertinya laki-laki hampir sama semua penilaiannya. Karena semua laki-laki tidak ingin memiliki kekasih atau pasangan yang berat badannya melebihi rata-rata jadi lebih baik kamu Diet deh ucap Japet membuat Linda semakin kesal kepada Japet yang sama sekali tidak mendukungnya. Bahkan membela Rehan yang mengatai dia gajah bengkak.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2