
Satu Bulan kemudian, Riyanti ditugaskan magang di salah satu perusahan ternama di kota Jakarta. Itu adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya di kampus universitas Gunadarma.
"Aduh aku dekdekan nih!" mudah mudahan bosnya baik dan tidak ngeselin. Gumam Riyanti dalam hati.
Kring
kring
kring
suara ponsel jadul Riyanti berdering. Ia melihat dilayar ponselnya yang menghubungi Riyanti, sahabatnya Linda.
Riyanti menekan rombak hijau yang ada dilayar ponselnya.
"Ya Lin!" sapa Riyanti didalam sambungan telepon selulernya.
"Rin kamu dimana?"
"Ini aku mau pergi magang di Samera grup
"Memangnya kamu jadi magang disitu?"
"Jadi!"
" Ahhh ngak asyik!"
"Kenapa ?"
"Aku ngak keterima magang di Samera group!"
"Serius?' berarti aku cuman sendiri dong magang disana!"
"Iya!" sahut Linda dengan nada kecewa.
****
Riyanti berangkat kekantor Samera group dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Mas antar ke Samera group ya!"
"Baik neng!"
Driver ojek online itupun langsung melajukan motornya kearah jalan raya menuju kantor Samera group.
Setalah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian, Riyanti tiba dikantor Samera group.
Riyanti turun dari ojek online yang ditimbulkannya dan memberikan yang pecahan sepuluh ribu kepada driver ojek online itu.
"Ini mas!" ucap Riyanti sambil memberikan ongkosnya dan mengembalikan helmnya kepada driver
"Trimakasih ya mas!"
"Sama sama neng!"
Riyanti berjalan menuju pos satpam untuk sekedar bertanya kepada satpam letak ruang personalia.
"Maaf pak numpang tanya, Ruang personalia dimana ya?"
"Oh neng, anak magang itu ya?"
"Iya pak!"
"Oh masuk aja neng dilantai 5 sebelah kanan!" ucap pak satpam yang menjaga keamanan di kantor Samera group.
Riyanti berjalan kearah lift kantor berniat ingin menemui personalia untuk memberikan surat pengantar dari kampus Gunadarma, bahwa dirinya ditugaskan magang disana.
****
Riyanti memulai aktivitas magang di samera group, dengan semangat Riyanti mengerjakan tugas tugas yang diberikan atasannya kepadanya. Riyanti tidak menyadari kalau dirinya magang di kantor milik om Andruw. Riyanti sangat lincah mengerjakan pekerjaannya membuat orang-orang Disana yang menjadi atasan Riyanti menjadi sangat senang ketika Riyanti ditugasi satu divisi. dengan meraka.
"Rin!" panggil salah satu rekan kerja Riyanti yang sudah lumayan lama Bekerja di Samera group.
__ADS_1
"Eh ada apa kak?"
"Kita makan yuk ke kantin!" ajak sonia salah satu pegawai yang bekerja satu divisi dengan Riyanti tetapi Sonia sudah bekerja di Samera group sudah kira kira dua tahun.
"Maaf kak!" tapi Riyanti bawa bekal dari rumah."
"Serius kamu?"
"Iya kak!"
"Memangnya kamu sempat masak?"
"Alhamdulillah sempat kak!"
"Wah salut gue sama Lo!" ucap Sonia
"Kalau kakak mau, kita makan bareng yuk!" lagian bekalnya lumayan banyak kok aku bawa. Cukuplah untuk berdua. ucap Riyanti menawarkan Sonia makan bersama.
"Serius nih Rin?"
"Serius kak!" kemudian Riyanti langsung memindahkan sebagian bekalnya kepiring, dan memberikan nya kepada Sonia.
"Wah masakan mu enak juga ." puji Sonia ketika sudah menyicipi bekal yang dibawa Riyanti.
"Ah kakak bisa aja,
"Iya loh!" masakan mu seperti masakan cafe tempat kami biasa nongkrong!" ucap Sonia
Ketika mereka sedang asyik menikmati bekal yang dibawa Riyanti dari kost, Janpilan tiba di kantor Samera group yang mana Janpilan mengganti posisi ayahnya karna ayahnya harus pergi keluar negeri untuk menangani perusahaan nya yang ada Singapura.
Janpilan melihat Riyanti sedang asyik bercanda gurau bersama Sonia sambil menikmati makan siang mereka.
Janpilan meminta personalia untuk menjadikan sekretaris untuk pak Janpilan.
****
Jam istirahat terlah usai Semua para pegawai sudah kembali ke aktivitas masing masing.
tiba tiba personalia memanggil Riyanti
Riyanti yang mendapat perintah dari personalia langsung bangkit dari tempat duduknya.Dan langsung mengikuti Pak Mario.
"Ada apa pak?" kok bapak tiba tiba memanggil saya?"
"Mulai sekarang kamu pindah tugas menjadi sekretaris bos baru!"
"Hahhh!" sekretaris?" Apa saya tidak salah dengar pak?"
"Tidak!" bos yang meminta saya mengangkat kamu jadi sekretaris nya.
Riyanti terdiam, dia bingung mengapa dia tiba tiba diangkat menjadi sekretaris bos.
Padahal Riyanti hanya magang di kantor itu.
"Tapi kenapa pak?"
"Bos membutuhkan sekretaris!"
"Tapi haruskah saya pak?" soalnya saya merasa tidak mampu menjadi seorang sekretaris di perusahaan besar seperti ini."
"Kamu pasti bisa!" buktinya bos percaya dengan kemampuan kamu." sahut pak Mario
Riyanti tidak bisa berkata kata lagi!" ia hanya pasrah dengan keputusan atasan. Padahal Riyanti sudah nyaman berkerja satu divisi dengan Sonia.
"Tapi pekerjaan saya apa aja pak?"
"Kamu bisa tanya langsung sama bos!"
"Tapi ruangan bosnya dimana ya?"
"Dilantai paling atas, hanya itu ruangan disana!" ucap pak Mario.
__ADS_1
"Silahkan kamu temui langsung ke ruangannya."
"Baik pak!"
Riyanti berlalu dan langsung menuju lantai paling atas yaitu ruang bos besar pemilik Samera group.
Tok
Took
Toook
Riyanti mengetuk pintu ruang direktur utama PT Samera group.
"Masuk!" sahut Janpilan sambil terus mempelajari dokumen yang ada di mejanya.
Riyanti masuk, ia takjub melihat ruang sang direktur yang begitu luas dan megah.
"Wah ruangan nya sudah sebesar rumah." Gumam Riyanti dalam hati. ia belum memperhatikan bahwa bosnya adalah kekasih selalu dosenya.
Tiba tiba mata Riyanti melihat kearah meja kerja sang direktur dan melihat Janpilan ada disana.
"Loh pak kok bisa ada disini?"
"Iya sayang!" kamu sekretaris ku sekarang." ucap Janpilan kepada Riyanti membuat Riyanti begitu terkejut.
"Loh bapak bukannya dosen di kampus Gunadarma? kok bisa ada disini dan duduk di ruangan direktur lagi." ucap Riyanti.
Janpilan tertawa sambil berdiri dan Langsung menghampiri Riyanti.
" Berarti kamu belum tau siapa sosok suami kamu ini sayang!"
"Maksudnya?"
"Ya PT Samera group milik papa, dan kampus milik aku, sekarang papa memintaku untuk menggantikan nya karna papa harus mengurus perusahaannya yang ada di Singapura." terang Janpilan kepada Riyanti.
Jadi yang menjadi yayasan itu, Mas?"
"Iya!"
"Tapi kok ngajar juga?"
"Kan ngak apa apa bagi ilmu!" ucap Janpilan sambil mengebangkan senyumnya. Dan langsung meraih tubuh Riyanti kepelukannya.
"Mas ini kantor!" tidak enak dilihat orang."
"M emangnya siapa yang berani masuk keruangan Janpilan tanpa ijin?"
Riyanti hanya diam. " Mas kok banyak bohongnya?"
"Siapa yang bohong sayang?"
"Mas!"
"Kenapa mas selama ini tidak pernah cerita sama Riyanti kalau mas pemilik kampus.
"Memangnya kamu pernah nanya sayang?" ucap Janpilan sambil langsung mengecup bibir manis Riyanti.
"Mas jangan mulai deh!" ucap Riyanti
"Kan kalau di kampus kita tidak bisa begini, takut mahasiswa lihat. Nah sekarang Tidak ada mahasiswa yang lihat hanya kita berdua disini sayang." ucap Janpilan sambil kembali mengecup bibir Riyanti sekilas.
"Mas kita belum halal."
"Akan segera sayang!" ucap Janpilan.
Riyanti tidak bisa menjawab.
Bersambung......
hai Hai readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir yuk ke karya outhor yang lain