
"Tidak apa-apa Nai, biar Mas antar kamu.
"Tapi mas, sepertinya masih capek deh.
"Tidak Nai, Ayo kita antar."ujar Randy sembari langsung menarik tangan Naira. Ia pun langsung menaiki motor ninja miliknya.
"Ayo naik Nai." ucap Randy sambil memasangkan helm kepada Naira membuat wajah mereka saling berdekatan. Membuat jantung Randy berdegup kencang saat menatap wajah cantik Naira.
"Ayo Nai pegangan nanti kamu jatuh loh." ujar Randy yang tidak menginginkan sesuatu terjadi kepada Naira. Randy sudah benar benar menyayangi Naira. Ia tidak dapat membendung perasaannya terhadap Naira lagi.
perjalanan itu begitu singkat menurut Randy yang mana waktu begitu cepat berlalu. Randy ingin sekali berlama-lama dengan Naira wanita yang mengisi hatinya akhir-akhir ini.
Entah pesona apa yang dimiliki Naira sehingga Randy begitu tergila-gila terhadapnya. Padahal bukan tidak banyak wanita yang lebih cantik dan karirnya bagus mengejar cinta Randy. Entah Mengapa pilihan Hati Randy jatuh terhadap Naira yang masih berumur belasan tahun. Jika Randy cepat menikah, sudah sepatutnya seperti anaknya. atau keponakannya sendiri.
Tetapi cinta tidak mengenal namanya usia, Sama halnya seperti yang dikatakan Naira kepada Randy. kata-kata Naira dipegang teguh oleh Randy. Padahal Naira mengatakan itu hanya bercanda belaka.
Naira hanya melihat temannya menikah dengan duda berumur 48 tahun. Saat di kampung Naira melihat temannya begitu menikmati kehidupannya menikah dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Itulah yang diutarakan Naira kepada Randy. Bukan berarti Naira merasakan hal yang sama.
Tetapi Randy benar-benar terbawa perasaan setelah Naira mengatakan hal itu."Apakah Naira menerima cinta Randy?
Biarkan ini menjadi misteri kehidupan Randy.
dalam perjalanan Randy menikmati pelukan hangat dari Naira. Padahal Naira sama sekali tidak memikirkan kata-katanya yang keluar begitu saja saat itu.
"Mas sudah sampai!"
"Tunggu sebentar ya, supaya Naira berikan kepada asisten rumah tangga tante mira."ucap Naira kepada Randy. Tiba-tiba suara ponsel berdering, Ia melihat di layar ponselnya kalau Tante Mira yang menghubunginya.
Dengan cepat Randy menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada tante Mira.
"Iya assalamualaikum tante ada yang dapat Randy bantu lagi?
"Begini nak!" sepertinya asisten rumah tangga tante ada urusan penting. Katanya Mereka mau pulang ke kampung ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Hingga asisten rumah tangga tante menghubungi tante untuk meminta izin pulang ke kampung. Tante bisa minta tolong tidak?
"Minta tolong apa Tante?
"Sebelum Tante pulang dari kediaman Janpilan tolong jaga rumah dulu. Takut ada apa-apa di sana.
"Tapi ada Satpam kok tante."
__ADS_1
"Dia hanya bertugas sendiri, Sedangkan tukang kebun sudah pulang jika hari sudah sore. Jadi Tante minta tolong temani satpam di sana sebelum Tante dan Om Andruw pulang." pinta Tante Mira dengan nada memohon.
"Tapi bagaimana dengan Naira tante?
"Biarkan Naira menemanimu di sana. Tante sudah minta izin kepada Ibu Anjani." ucap Tante Mira kepada Randy.
Ada rona bahagia di hati Randy. Karena ia merasa dapat berlama-lama bersama Naira.
"Tapi takutnya Naira tidak mau tante."
"Coba berikan ponselnya kepada Naira.
lalu Randy memberikan ponselnya kepada Naira membuat Naira mengerutkan dahinya. karena tiba-tiba Randy memberikan ponselnya kepada Naira yang baru keluar dari rumah.
"Ada apa mas?
"Tante Mira ingin berbicara kepada kamu.
Katanya asisten rumah tangganya ingin pulang ke kampung karena ada keluarga yang meninggal dunia.
"Iya Naira juga melihat tadi Bibi Sudah menangis sesunggukan dan meminta bantuan kepada Naira untuk menjaga rumah sementara waktu ketika dirinya pulang ke kampung sebelum tante mira kembali dari rumah Kak Janpilan. ucap Naira sembari meraih ponsel Randy dan melekatkannya ke telinganya.
"Assalamualaikum tante! apa Tante mencariku?
"Minta tolong apa Tante? kalau masih bisa Naira tolongin pasti akan Naira tolong." ucap naira di dalam sambungan telepon selulernya.
"Begini Tante ingin minta tolong kepada kamu untuk menjaga rumah bersama Rendy sebelum Tante kembali dari rumah Janpilan. Karena asisten rumah tangga tante akan pulang ke kampung.
"iya Tante naira sudah tahu kok masalah itu Soalnya Bibi sudah menceritakannya kepada Naira."
"Tolongin tante ya Nai !"ucap tante Mira penuh harap.
"Ya sudah tidak apa-apa yang penting Ibu ngijinin Naira."
"Tante sudah minta izin kok kepada ibu kamu, jadi kamu tenang saja."ucap Naira kepada Naira dan tante Mira pun mengakhiri telepon selulernya.
"Bagaimana Nai, apa kata tante mira?
tanya Randy pura-pura tidak mengetahui apa yang dibicarakan Naira dan tante mira.
__ADS_1
"Tante Mira meminta kita untuk menjaga rumah sebelum mereka pulang dari rumah Kak Janpilan."ucap Naira menjelaskan kepada Randy.
"Ya sudah Bagaimana kalau kita masuk saja ke rumah ini sudah hampir maghrib. ucap Randy kepada Naira dibalas anggukan dari Naira.
"Mas sudah makan belum?
"Pulang dinas, Mas hanya minum air pemberian tante Anjani."ucap Randy berterus-terang.
"Pasti Mas sudah lapar, sebentar Ya mas sepertinya ada bahan makanan kok yang bisa diolah di kulkas.
"Memangnya kamu bisa masak Nai?
"Tidak mungkin seorang wanita kampung sepertiku tidak mengetahui memasak. Setidaknya masakan kampung lah walau tidak mengetahui masakan ala ala orang kaya seperti kalian. Setidaknya Naira bisa memasak hitung hitung untuk mengganjal perut.
Tapi jangan pinta masakan yang aneh-aneh, karena Naira sama sekali tidak mengetahuinya." ucap Naira sembari berlalu ke dapur dan mencari bahan makanan yang bisa diolah di sana. Yang ternyata di sana hanya tersisa 2 butir telur dan nasi dua piring di rice cooker.
Naira memutar otak Bagaimana caranya untuk mengolah makanan itu menjadi makanan yang lezat. Ia pun mengolah 2 piring nasi yang berada di rice cooker menjadi nasi goreng yang begitu lezat. Nasi goreng ala Naira khas dari kampung halamannya.
Dengan telaten Naira memasak nasi goreng itu tampa Naira Sadari, Randy sudah berdiri memantaunya di sana. Ada rona bahagia di hati Randy. ia sudah membayangkan jika Naira kelak menjadi istrinya. Ia bisa memeluk dan mengecup wajah cantik Naira. Ketika Naira menyiapkan makanan untuk Randy.
Masakan nasi goreng ala Naira pun sudah matang. Kemudian Naira pun mana tanya di atas meja makan. Ia berniat untuk memanggil Randy agar mereka segera memakan nasi goreng buatan Naira. Tetapi alangkah terkejutnya saat Naira berjalan ke arah ruang tamu, ia sudah melihat Randy berdiri kokoh di sana.
"loh Mas Sejak kapan ada disini?
"Sejak kamu mulai memasak?
"Jadi dari tadi Mas memperhatikan Naira sewaktu memasak?
"Iya!"memangnya tidak bisa ya?"
bukan tidak bisa, tapi kan tidak ada salahnya Mas tadi ngobrol sama Naira. Agar Naira tidak merasa kesepian di dapur ini."ucap Naira kepada Randy.
"Ya sudah deh tidak usah diperdebatkan lagi, sekarang nasi gorengnya sudah matang tinggal kita santap. api tolong Jangan diejek ya mas Jika rasanya tidak pas di lidah Mas. ini masakan khas Naira masakan kampung namanya." ucap Naira sambil tersenyum.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir di karya baru outhor yang akan rilis tgl 22 April 2022
__ADS_1
"Terjerat cinta duda arogant "