
Naira terlebih dahulu mencicipinya di atas pokok mangga itu. Membuat Linda sedikit kesal kepada Naira. ia merutuki dirinya yang tidak mampu memanjat pokok mangga yang buahnya lumayan banyak. Sesekali Naira melemparkan batu mangga itu ke arah Linda. membuat Linda semakin kesal. Apalagi Naira mengetahui kalau Linda mendokumentasikan dirinya saat dirinya memanjat pohon mangga itu. Membuat Naira berniat menjahili Linda.
Naira memakan buah mangga yang begitu manis di atas pohonnya. Ia sengaja melakukan itu untuk menjahili Linda. Sesekali Naira membuang kulit dan batu mangganya ke arah Linda. Membuat Linda semakin kesal kepadanya.
"Nai...... kira-kira dong kalau ngerjain orang, jangan lemparin ke kakak hanya kulit dan batunya doang. Lempar juga dong buah mangga yang sudah matang itu yang ada di sana." ucap Linda sambil menunjukkan ke arah buah mangga yang sudah matang yang terlihat manis.
Alih-alih mengambil mangga yang ditunjukkan Linda. Justru Naira tetap memakan mangga yang sudah ia petik dan melempar kulit dan batunya kembali ke arah Linda.
"Jangan gitu dong!" Kamu mau tidak keponakan kamu ini ngilir? gara-gara Kamu tidak memberikan buah mangga itu kepada kakak?" Pekik Linda membuat Naira tidak dapat berkutik lagi. Ia juga tidak ingin kalau keponakan tersayang yang ada di dalam kandungan Linda menjadi ileran.
"Siapa juga yang mau membuat keponakanku ileran. Hapus dulu dong video itu, kalau kakak ingin Naira mengambilkan buah mangga itu untuk kakak." ucap Naira kepada Linda meminta Linda agar segera menghapus rekaman video yang didokumentasikan oleh Linda menggunakan ponsel miliknya saat Naira memanjat pohon.
Naira merasa khawatir adik iparnya Reihan melihat rekaman video dirinya saat memanjat pohon mangga yang ada di taman belakang.
"Ya kakak sudah menghapusnya. Kamu tenang saja deh, pokoknya sekarang juga Kamu harus ambilin Kakak mangga yang di sana." ucap Linda sambil menunjukkan buah mangga yang terlihat manis.
__ADS_1
Hal itu membuat Linda semakin kesal karena Naira kembali selalu membuat alasan agar dirinya tidak langsung turun dari pohon mangga itu. Tanpa mereka sadari sore itu Reihan sudah pulang dari kantor.
Reihan mencari istrinya. Tapi ia tidak menemukannya didalam rumah. Sehingga Reihan bertanya kepada asisten rumah tangganya keberadaan Linda saat ini. Dan asisten rumah tangganya itu pun memberitahu kalau Linda dan Naira berada di taman belakang. Yang ternyata sebelum Reihan pergi melihat Linda dan Naira ke taman belakang, Randy datang dan langsung menghampiri Reihan
"Naira katanya ada di sini!" dimana mereka? tanya Randy kepada Reihan. Mana saya tahu Kak, Reihan saja baru sampai. Ini Reihan baru mencari keberadaan Linda saat ini. Tetapi kata asisten rumah tangga Linda dan Naira ada di taman belakang." sahut Reihan sambil berjalan menuju taman belakang diikuti oleh Randy untuk melihat keberadaan istrinya di sana.
Saat Linda merengek meminta kepada Naira agar Naira mengambilkan buah mangga kesukaannya, Reihan dan Randy tiba di sana. sementara Naira tertawa ngakak di atas pohon mangga itu, sambil menikmati buah mangga yang sudah ia petik.
Reihan dan Randy menggelengkan kepalanya melihat tingkah Naira dan Linda layaknya seperti anak kecil. Apalagi dengan melihat Linda yang memohon-mohon kepada Naira agar mengambil buah mangga kesukaannya sama persis seperti anak kecil yang meminta kakaknya mengambilkan buah. Karena dirinya tidak mampu memanjat buah yang diinginkannya.
Setelah memetik beberapa buah mangga, Naira pun turun ia tidak menyadari kehadiran Randy di sana. Setelah Naira turun dari pohon mangga itu Naira hanya tertawa ngakak membayangkan Linda merengek meminta buah mangga darinya. Sementara Naira sudah merasa puas menikmati buah mangga yang sudah ia Petik.
"Kok langsung turun? tidak mau makan buah mangga lagi di atas dan menjahili Linda lagi?" suara bariton Randy terdengar jelas di telinga Naira membuat Naira sangat terkejut mendengar suara suaminya yang tiba-tiba berada di sana.
"Loh Mas ada di sini, bukannya tadi pagi mas ngomongnya akan telat pulang?" tanya Naira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Ia merasa sedikit malu menatap suaminya karena suaminya menyaksikan tingkah konyolnya bersama Linda.
__ADS_1
Naira langsung berlari masuk ke rumah. Naira malu melihat Randy dan Reihan yang sudah menyaksikannya memanjat pohon mangga dan menjahili Linda saat itu.
"Tidak perlu berlari!" mas sudah melihat kamu memanjat pohon beberapa kali. Jadi tidak perlu merasa malu. Kita kenal saja karena kamu memanjat pohon rambutan saat berada di taman belakang rumah om Andrew dan tante Mira juga kan? pekik Randy
Membuat Naira semakin merasa malu mendengar apa yang dikatakan suaminya. karena yang dikatakan suaminya benar adanya. Awal mula pertengkaran dan pertemuan mereka saat berada di rumah om Andrew dan tante Mira. Yang merupakan orang tua kandung Janpilan. Kakak ipar Naira sendiri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
jangan lupa, like coment vote dan hadiahnya ya.
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke teman emak
__ADS_1