
Please semenjak ketemu kamu hidup aku jadi berantakan sekarang kamu pergi!" usir Riyanti pada Heriyanto.
"Santai dong girl!" aku nggak akan ganggu kamu Kok." ejek Haryanto.
"Aku cuman mau ke kantin, Kamu aja yang ke gr-an."ucap Haryanto sambil berlalu meninggalkan Riyanti yang masih ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"Dasar cowok gila bin stress!" maki Riyanti
sementara Haryanto hanya mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum kearah Riyanti.
"Hei kamu abis lomba lari ya!" sama siapa?"japet menepuk pundak Riyanti
"Sama orang gila." jawab Riyanti
"Kemarin kamu dikejar hantu, Hari ini lomba lari sama orang gila!" jangan-jangan kamu sakit Rin?"perhatian japet sambil memegang dahi Riyanti.
"Dingin kok!"
"Berarti kamu nggak demam."gumam japhet lagi.
"Apa sih kamu japet."bentak Riyanti
"Aku kuatir aja kamu sakit Rin."
"Sudah sembuh."
"Jadi kamu beneran sakit?"
"Iya kemarin!"
"Oh pantasan kamu nggak kuliah kemarin."
"Iya aku semedi."
"Sudah selesai?"
"Apa japet?"
"Semedinya?"
"Udah!'teriak Riyanti sambil menghempaskan bobot tubuhnya pada kursi kelasnya.
"Eh calon Pak Janpilan udah masuk nih," apa kabar Neng?" ejek Rossi saat melihat Riyanti hadir.
Riyanti hanya diam tak berniat menanggapi mulut ember Rossi sibiang rusuh yang selalu iri pada Riyanti. Padahal dia lebih cantik lebih tajir rapi tapi nggak lebih pintar sih dari Riyanti.
"Kamu udah diajakin Pak janpilan ke salon belum Rin?"kembali Rossi mengusik Riyanti
"Benerin tuh poni biar agak keren dikit."
sontak membuat sekelas tertawa sedangkan Riyanti hanya tersenyum sinis melihat kearah Rossi.
"Terus rubah dikit dong penampilannya biar tampak kece, jangan killer aja yang nampak."
"Aku ada lho rekomendasi salon yang bagus!" kalau kamu mau." Rossi masih saja berceloteh.
"Mahal nggak Rossi?"tanya Linda yang semakin membuat yang lain tertawa.
"Tenang saja Linda sayang, untuk kantong kalian aman kok jawab sombong.
"Kalau aku mah nggak usah ke salon."udah cantik dari sononya jawab Linda asal
"Iya percuma juga kamu ke salon Lin ngabisin waktu aja."
"Nggak apa-apa juga sih ngabisin waktu daripada ngabisin duit negara." Jawab Linda tanpa mikir perasaan Rossi karena Rossi putri dari anggota dewan yang baru satu bulan tertangkap oleh KPK karena terlibat korupsi keuangan negara.
Perkataan Linda cukup membuat bungkam mulut Rossi karena orang tua Rossi merupakan anggota dewan baru saja ditangkap.
"Hidup Linda!" suara japet keras sambil mengangkat tangannya, tanda memberikan semangat
"Aku memang masih hidup japet" teriak Linda
yang tadinya semua mahasiswa berkerumunan melihat Rossi terus memojokkan Riyanti akhirnya bubar. Rossi berlalu sambil tak lupa badannya menyenggol Linda. Bukan Linda namanya jika tidak membalas, Linda malah menabrak badannya ke arah Rossi lebih kencang membuat Rossi hampir saja terjatuh.
"Aduh teriak Rossi
__ADS_1
"Uups sorry aku mau lewat."ucap Linda sambil melenggang merasa tak bersalah
"Dasar gajah bengkak." rutuk Rossi
"Ah cacing kremi masih kurang ya?"tanya Linda sambil membalikkan badannya.
Linda duduk disebelah Riyanti yang terlihat sedang memainkan ponselnya
"Udah ada kuota ya?"
"Belum!"
"Terus kamu ngapain?"
"Main game
"Online?"
"Offline lah!"
"Oh mau hotspot gak?"
"Enggak!"
"Kenapa?"
"Gak butuh
"Ya sudah kalau nggak mau
"Rin Kenapa sih kamu diam saja di recokin Rossi?"tanya Linda penasaran
"Buat apa?"
"Biasanya kamu ladenin tuh anak.!
"Bosan
"Bosan berantem ama dia Mulu ya?"
****
Rin kamu mau ke mana?"teriak Linda setelah pelajaran usai
"Kantin!"
"Ikut?"
"Iya!"
2 sahabat tersebut berjalan santai menuju kantin Mang Karim. Bukan karena apa mereka suka ke kantin Mang karim karena cuman di kantin Mang karim lah Riyanti bisa kasbon Alias hutang terlebih dahulu.
"Mang..... mie goreng tanpa telur tapi pedas pakai banget ya." pesan Riyanti sama Mang Karim.
"Entar mencret loh rin." celutuk Linda
Riyanti hanya tersenyum
"Siap Neng Riyanti yang ayu!" jawab Mang Karim
"Neng chabby?"tambah Mang Karim bertanya ke Linda Panggilan yang selalu membuat Linda terbang tinggi.
"Ah mang bisa aja tadinya enggak mau makan aku gara-gara dipanggil chubby membuat cacing cacing pada berdemo." jawab Linda lebay.
"Jadi pesan apa neng?"ulang Mang Karim kepada Linda
"Mie goreng pake telor rebus tempe goreng tiga dan bakwan tiga mang."
"Ashiaaap Tuan Putri silakan menunggu dan nikmati alunan lagunya ya." kata Karim sambil berlalu
"Heri ada kakak ipar kamu tuh di kantin Mang Karim." Suara cowok membuat Linda dan Riyanti menoleh.
tampak beberapa cowok memasuki kantin Mang Karim. Salah satunya adalah Heriyanto Haryanto memilih duduk meja yang bersebelahan dengan Riyanti.
"Nggak minta traktir Heri?"tanya temannya
__ADS_1
"Enak aja minta traktir kita ajak kasbon." jawab Linda ketus
sontak membuat semua orang yang ada di kantin Mang Karim tertawa.
"Kamu serius kasbon?"tanya Haryanto kepada Linda
"Serius!" jawab Linda ketus
"Emang boleh kasbon?"
"Bolehlah."
Sementara Riyanti hanya diam menunduk sambil mempermainkan kakinya di bawah meja.
"Pesanan Tuan Putri sudah tiba nyaring suara Mang Karim sambil menyajikan pesanan Riyanti dan Linda.
"Emang beneran bisa kasbon Mang?"Heriyanto penasaran
"Alah kamu ganteng-ganteng percaya sama Linda Mang karim tersenyum sambil mantoel dagu Haryanto.
Riyanti hanya makan diam diam dengan cepat menghabiskan makanannya dan berharap segera pergi dari depan cowok gila ini.
"Aku duluan ya Lin!" ucap Riyanti sambil berdiri sedangkan Linda masih makan tempe goreng nya.
"Aku masih makan Rin!"
"Iya aku duluan ya?"
"Woi tungguin Rin." Linda sambil memasukkan semua tempe yang tinggal separuh ke dalam mulutnya.
"Bayar dulu woy."singgung temannya Haryanto
"Bukan urusan kamu jawab Riyanti tajam
"Jadi benaran kakak ipar kamu kasbon Heri?"tanya salah satu teman Heriyanto
Haryanto hanya tersenyum dan mengedikkan bahunya Mang karim sudah paham dengan Riyanti. Jika mendesak keduanya sering kasbon tapi selalu bayar tepat waktu bahkan kadang dilebihkan.
Kok kamu cuek banget Rin sama adiknya pak janpilan tanya Linda saat mereka sudah duduk di bangku taman.
"Aku lelah Lin!"
"Mau aku cari tukang urut nggak?"
"Bukan itu maksud aku Lin?"
"Terus?"
"Aku lelah hidup aku jadi kacau semenjak selalu ketemu dia dan aku mau hidup aku kembali tenang."
puuut
Tenang sih tenang tapi kondisiin dong kentutnya!" jawab Linda sewot
"Kalau kamu udah biasa Lin."
” Iya tapi enggak gitu juga kali Rin."
"Maaf Lin."
sementara itu Haryanto saat mengetahui bahwa Riyanti benar kasbon di kantin merasa tidak enak. Dan menyadari mungkin karena dia hidup Riyanti benar-benar berantakan. dia mengirimkan pesan kepada sang kakak.
"Heriyanto : Riyanti dan Linda makan di kantin namun kasbon,"begitulah bunyi pesan singkat yang dikirimkan nya ke Pak Janpilan.
pesan yang dikirimkan nya sudah ber centang dua biru artinya sang kakak sudah membacanya namun tak juga dibalas sampai Dia menghabiskan makannya.
Saat di taman begitu banyak mata yang memandang Riyanti dengan tatapan aneh bahkan ada yang sambil berbisik dengan temannya. Namun Riyanti memilih cuek dan pura-pura tidak peduli kepada mereka walaupun hatinya sedikit nyeri.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
mampir kekaryaku yang lain juga ya
__ADS_1