Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
BERITA BAHAGIA DARI RIYANTI


__ADS_3

Janpilan sangat emosi ketika Bibi Amina memberitahu kalau Riyanti meminta bantuan dari asisten rumah tangganya sendiri. Riyanti malah tidak memberitahu masalah sebesar itu di keluarganya. Justru menutupi nya dari Janpilan.


Janpilan berniat meminta penjelasan dari Riyanti. Janpilan menghampiri Riyanti yang berada ditaman belakang sedang menangis tersedu sedu.


"Riyanti Permatasari." panggil Janpilan dengan nada yang agak meninggi membuat Riyanti sangat terkejut namanya sendiri yang dipanggil Janpilan. Padahal selama ini Janpilan tidak pernah memanggil nama kepada Riyanti.


Riyanti langsung melap air matanya yang sedari tadi membasahi wajah cantiknya. Ia buru buru langsung melap air matanya berharap Janpilan tidak mengetahui kalau Riyanti sedang menangis.


Ia hanya diam tidak menjawab Janpilan sama sekali dan memalingkan pandangannya dari Janpilan agar Janpilan tidak mengetahui kalau dirinya menangis.


"Riyanti Permatasari" Panggil Janpilan membuat Riyanti tidak bisa berbuat apa apa dengan terpaksa Riyanti mendongakkan kepalanya.


"Iya mas!" jawab Riyanti dengan nada yang lembut dan Riyanti berusaha menutupi apa yang menjadi beban pikirannya.


"Riyanti Permatasari kamu anggap apa Janpilan bin Andruw di hidupmu.?" tanya Janpilan dengan nada yang masih meninggi.


Riyanti tidak menjawab dia bingung mengapa tiba tiba suaminya bertanya seperti itu kepadanya.


Entah karna beban pikiran Riyanti yang begitu menguras tenaga dan pikirannya. Riyanti tiba tiba pusing perlahan pandangannya Buram dirinya tidak dapat menopang tubuhnya lagi Riyanti ambruk dan jatuh pingsan.


Hal itu membuat janpilan menjadi panik, ia merasa bersalah karna Janpilan sudah membentak Riyanti.


"Sayang....bangun!"


"Sayang....bangun jerit Japilan sembari menepuk nepuk wajah istrinya.


Janpilan menangis histeris


"Sayang bangun maafkan mas


"Sayang .....ayo jangan buat mas kwatir sayang." ucap Janpilan sembari meneteskan air matanya. Janpilan takut terjadi sesuatu kepada Riyanti. Janpilan langsung menggendong tubuh Riyanti masuk kedalam rumah.


"Bi tolong saya bi?" istri saya jatuh pingsan Ayo kita bawa Riyanti kerumah sakit." ucap Janpilan sembari terisak.


"Ya Allah!" Tuan apa yang terjadi dengan non Riyanti?" tanya Bi Amina


"Saya tidak tau Bi!" tiba tiba istri saya jatuh pingsan ketika saya mencoba berbicara kepada istri saya." ucap Janpilan sembari buru buru membawa Riyanti masuk kedalam mobil agar segera dibawa kerumah sakit.


Diperjalanan Bibi Amina terus saja berusaha membangunkan Riyanti agar Riyanti sadar. Tetapi Riyanti tak kunjung sadar.


"Ya Allah apa yang terjadi kepada istriku?" gumam Janpilan dalam hati. Setelah melakukan perjalanan sekitar 20 menit, Janpilan, Riyanti dan Bi Aminah tiba dirumah sakit.


"Dokter .... dokter tolong istri saya!"


dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu langsung membopong tubuh Riyanti masuk keruang UGD. Agar Riyanti segera diperiksa oleh dokter. Ketika dokter memeriksa kondisi Riyanti Dokter Ciko langsung mengebangkan senyumnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Janpilan karna Janpilan sangat mengkhawatirkan Riyanti.


"Istri anda tidak apa apa, mungkin istri anda lagi banyak beban pikiran sehingga tubuhnya sedikit lemah itu biasa di alami wanita yang lagi hamil muda." ucap Dokter Ciko membuat Janpilan sedikit heran.


"Maksud Dokter istri saya lagi hamil gitu?"


"Betul pak!" Menurut pemeriksaan saya istri anda sedang hamil." untuk memastikannya anda lebih baik memeriksakannya ke dokter kandungan." ucap Dokter Ciko.


Mendengar apa yang dikatakan dokter kalau Riyanti sedang hamil hati Janpilan begitu bahagia ia langsung mengecup kening Riyanti


"Trimakasih banyak untuk berita bahagia yang kamu berikan buat mas." ucap Janpilan kepada Riyanti walau Riyanti belum sadarkan diri.


Janpilan merasa bersyukur dan bahagia mendengar berita kehamilan Riyanti. Janpilan sudah melupakan kemarahannya kepada Riyanti ketika mendengar berita kehamilan Riyanti.


"Karna kondisi istri anda masih lemah, kami menganjurkan istri anda dirawat inap disini agar dapat dirawat secara intensif." ucap dokter Ciko kepada Janpilan.


"Baik dokter!" saya mau istri saya ditempatkan di ruang VVIP ucap Janpilan kepada dokter Ciko.


"Baik pak!" kami akan segera urus semuanya." ucap dokter dan suster kepada Janpilan.


Riyanti dipindahkan keruang rawat inap VVIP yang ada dirumah sakit Permata bunda.


"Bibi lebih baik pulang ke rumah, Biarkan saya saja yang menjaga istri saya. dan saya minta tolong kepada Bibi Besok pagi tolong bawakan ke sini baju ganti untuk istri saya."ucap Janpilan kepada Bi Amina agar segera kembali ke rumah.


"Biar Saya pesankan taksi untuk Bibi." ucap Janpilan kepada Bi Amina.


"Amin."


"Ketika taksi online pesanan Janpilan sudah tiba di depan rumah sakit, Bi Amina langsung berpamitan kepada Janpilan agar dirinya segera kembali kerumah.


Tiba tiba Riyanti sudah mulai sadar, perlahan Riyanti membuka matanya dan melihat sekeliling." Aku dimana?" gumam Riyanti namun dapat didengar Janpilan


"Kamu sudah sadar sayang?" ucap Janpilan sembari langsung mengecup punggung tangan dan kening Riyanti.


"Mas Riyanti dimana?"


"Kamu lagi dirumah sakit Sayang."


"Memangnya Riyanti kenapa?" kita pulang yuk Riyanti sudah tidak apa apa kok." ucap Riyanti sembari berusaha bangkit dari tempat ya


"Jangan sayang!" kondisimu masih lemah kamu harus dirawat beberapa hari disini." ucap Janpilan


"Tapi Riyanti merasa baik baik saja kok mas!"


Trimakasih sayang kamu sudah membawa berita yang begitu membahagiakan buat mas!"

__ADS_1


"Maksud mas apa?"


"Trimakasih karna kamu sudah mengandung Janpilan junior sayang."


"Maksud mas?"


"Maksud mas kamu sedang hamil dua Minggu sayang sebentar lagi mas akan seorang ayah dan kamu seorang ibu." ucap Japilan sembari mengebangkan senyumnya.


"Jadi Riyanti sedang hamil mas?"


"Iya sayang!" trimakasih sudah membawa kabar bahagia ini buat mas." ucap Janpilan sambil kembali mengecup kening Riyanti dan mengecup bibir Riyanti.


"Kita pulang saja mas Riyanti tidak mau disini!"


"Jangan sayang kamu harus dirawat dulu disini sayang Karna kondismu masih lemah."


"Tapi mas Riyanti tidak betah disini."


"Kenapa tidak betah sayang?" apa masih ada yang kurang menurutmu?


"Tidak ada yang kurang, merasa tidak nyaman aja mencium aroma rumah sakit, jadi Riyanti rasa lebih baik kita pulang kerumah mas." ucap Riyanti dengan nada memohon.


"Ya sudah besok kita pulang kerumah sayang." kalau malam ini disini dulu ya." ujar Japilan kepada Riyanti.


"Tapi mas!" Riyanti tidak mau merepotkan mas!"


"Tidak sayang?" mas tidak merasa direpotkan kok." ucap Janpilan sambil mengelus wajah cantik Riyanti.


"Oh ya sayang...." Gimana kabar ibu dikampung?" apa mereka baik baik saja?" karna tadi pagi mas dengar kamu dihubungi oleh


Riko.


"Mereka baik baik saja kok."


"Kok kamu harus berbohong sama mas sayang?"


"Maksud Mas?"


Janpilan langsung menunjukkan pesan whatsapp antara Riyanti dan Linda yang ada di posel Riyanti.


"Ponsel Riyanti kok ada sama mas?"


"Itu tidak perlu kamu tanya Sayang!" yang mas tidak habis pikir sama kamu kenapa kamu harus menutupi masalah besar seperti ini dari mas sayang?" ucap Janpilan


Riyanti sama sekali tidak menjawab.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2