
Ketika Riyanti dan pak Janpilan sudah tiba di rumah pribadi pak Janpilan, Riyanti merasa heran."ini rumah siapa sih?" gumam Riyanti dalam hati.
Pak Janpilan langsung Turun dari kursi kemudi dan berkeliling membuka pintu untuk Riyanti.
"Ayo turun!" Kamu masih mau di mobil terus?"
"Tidak!"
"Ya kalau begitu ayo turun!" apa mau digendong?"
"Tidak!" ucap Riyanti sambil langsung keluar dari mobil milik pak Janpilan.
"Ini rumah siapa pak?"
"Ayo masuk!"
"Iya ini rumah siapa pak?"
"Ini rumah saya!"
"Terus bapak ngapain membawa saya kemari ?"
saya capek pak!" saya mau istirahat." ucap Riyanti yang tidak mengetahui maksud dan tujuan pak Janpilan mengajak dirinya kerumahnya.
"Iya karna kamu mau istirahat,makanya saya membawa kamu kesini." ucap pak Janpilan sambil langsung menarik tangan Riyanti masuk kedalam rumah. Bi Aminah datang menghampiri Janpilan.
"Loh den pulangnya kok malam Bangat?"
"Ia nungguin dia pulang kerja."
"Loh neng geulis ini siapa den?"
"Nyonya rumah ini bi!"
"Waduh geulis pisan tuan."
"Cantik kan bi?"
"Iya den!"
"Ya sudah bi!" siapin air hangat untuk mandinya dan baju ganti untuk nya. kasihan dia sudah capek bekerja."
"Baik den!" ucap bi Aminah sambil langsung berlalu dari hadapan Janpilan berniat untuk mempersiapkan air hangat untuk mandi Riyanti.
"Kamu mandi gih!"Itu bibi sudah siapkan air mandi dan baju ganti!"
"Hah!" tapi Riyanti mau pulang ke kost pak"
"Besok aja, kamu menginap disini!" ucap pak Janpilan. Sambil berlalu dari hadapan Riyanti menuju kamarnya.
Bi Aminah datang menghampiri Riyanti
"Neng geulis!" air madunya sudah siap, silahkan Mandi" ucap Bi Aminah.
Trimakasih Bi!" ucap Riyanti sambil mengikuti Bi Aminah.
Riyanti melakukan ritual mandinya sambil bergumam."Apa apasih dosen killer itu bawa aku ke rumahnya?" apa kata orang-orang nanti kalau mengetahui aku dibawa dosen killer ini kerumahnya?" gumam nya kwatir gosip yang tidak enak tersebar luas di sejagad kampus universitas Gunadarma.
__ADS_1
Riyanti menyelesaikan ritual mandinya dan memakai pakaian yang disediakan Bi Aminah.
lalu ia kembali keruang tamu. Disana Riyanti sudah melihat sosok Janpilan yang penampilannya berbeda.
Riyanti menghampiri Janpilan.
"Pak!" bapak ngapain ngajak saya nginap disini?" apa bapak ngak takut kena gosip lagi di kampus?"
"Tidak!"
"loh kok tidak?"
"Ya karna kamu memang calon istri ku!"
"Hanya pura pura pak."
"Emang siapa Nyang bilang hanya pura pura?"
"Bapak!"
"iya itu dulu, tapi sekarang tidak."
"Loh tidak bisa gitu dong pak!"
"Siapa yang bilang tidak bisa?"
"saya!'
"Sekarang kamu yang dosen apa saya?" tanya pak Janpilan semakin kesal terhadap Riyanti karna belum peka akan perasaan pak Janpilan kepada dirinya.
puuuut
gas diperut Riyanti keluar, karna sedari tadi gas yang ada diperut Riyanti sudah ingin keluar. Karna Riyanti ingin belajar menahan kentut, sehingga dirinya berusaha menahan agar gas yang ada diperut Riyanti tidak keluar begitu saja. Tetapi Riyanti justru tidak bisa menahan. sehingga gas itu keluar begitu saja. Membuat Riyanti langsung tertunduk.
"Sudah tidak perlu malu, saya sudah biasa dengarnya. Ucap pak Janpilan. Membuat hati Riyanti sedikit lega. Ia membaringkan tubuhnya di atas sofa. "Capek juga." gumam nya tanpa perduli pak Janpilan berada disana. Pak Janpilan terus menggerutu karna Riyanti sama sekali menganggap nya.
Tetapi ketika pak Janpilan mengoceh tanpa melihat kearah Riyanti, Riyanti sudah tidur terlelap mengarungi alam mimpinya. merasa tidak mendapat respon dari Riyanti, sehingga pak Janpilan menoleh kearah Riyanti. Betapa terkejutnya dirinya kalau Riyanti sudah terlelap mengarungi alam mimpinya.
"Weh buaseet dah?" baru aja bicara sudah tidur" gumam pak Janpilan.
ia merasa tidak tega menggangu tidur Riyanti, Janpilan menggendong tubuh Riyanti kekamar seperti ala bridal style agar tidur Riyanti lebih nyaman.
"Tidur aja kamu cantik." Gumam pak Janpilan. memuji kecantikan Riyanti.
"Entah karena dorongan apa, Hingga Riyanti dibawah alam sadarnya memeluk Janpilan ketika Janpilan menggendong tubuhnya. Janpilan Nyang mendapat pelukan dari Riyanti, ia mengebangkan senyumnya. Aku berharap kita terus bersama sayang." ucap pak janpilan sambil mengecup kening Riyanti yang sudah tertidur pulas.
Pak Janpilan tidak tega membiarkan Riyanti tidur sediri dikamar hingga pak Janpilan memutuskan tidur di sofa. Karna ia tidak ingin Riyanti beranggapan ia macam macam terhadap kepada pak Janpilan.
Keesokan paginya, matahari sudah memperlihatkan wajahnya, sinar mentari masuk melalu celah celah jendela kamar yang ditempati Riyanti membuat tidur gadis cantik itu terusik.
"Huuuyam ." Riyanti bergeliat ia tidak sadar kalau dirinya tidur dirumah sang dosen killer. ketika dirinya mengucek matanya dan mengumpulkan kesadarannya, ia melihat disekelilingnya terasa aneh.
"Loh aku tidur dimana?"
"Ini kan bukan kamar kostku?"
"Ini kamar siapa?" ucap Riyanti sambil melihat kamar yang ia tempati. Tiba tiba mata Riyanti melihat sosok yang sangat ia kenal tertidur di Sofa.
__ADS_1
"Pak Janpilan?" gumamnya dalam hati
lalu Riyanti memeriksa tubuhnya.
"Oh tidak ada yang berubah." Gumamnya dalam hati.
Riyanti mengamati wajah tampan sang dosen
"Kalau lagi begini ternyata nih dosen killer tampan juga." gumam Riyanti.
Tiba tiba Janpilan bergeliat dan melihat Riyanti sudah terbangun.
"Sayang kamu sudah bangun!"
"Bagaimana tidurnya? nyaman tidak?"
"Nyaman bangat makanya bangunan nya jadi kesiangan begini." jawab Riyanti ketus.
"Ayo pak antar saya pulang!"
"Tidak perlu pulang, kan sekarang weekend!"
"Tapi pak!"
pak Janpilan langsung menutup mulut Riyanti dengan telapak tangannya.
"Please jangan menolak."
"Tapi nanti Sore aku harus kerja."
"Iya saya tau, kan ini belum sore, nanti kalau sudah mau kerja baru saya antar." ucap pak Janpilan dan langsung memberanikan diri mengecup kening Riyanti .
"Morning kiss sayang." ucap Janpilan sambil langsung beranjak dari tempat duduknya.
Mendapat serangan mendadak membuat Riyanti menjadi terlalu. Seolah olah dirinya tidak mengenali sang dosen killer, yang ia tau sang dosen kaku dan kejam, ternyata bisa hangat." gumanya. Riyanti pun beranjak masuk kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Tetapi tiba tiba ia teringat dengan dirinya yang tidak membawa baju ganti.
"Huh Giman mau mandi?" baju ganti dan pakaian dalam aja tidak ada disini, ih dasar pak Janpilan maunya sesukanya aja." gerutu Riyanti dan kembali keluar dari kamar mandi tanpa membersihkan diri.Tiba tiba Bi Aminah masuk kedalam kamar dengan membawa baju ganti dan pakaian dalam yang baru dan langsung memberikan nya kepada Riyanti.
"Non ini baju gantinya." ucap Bi Aminah sambil memberikan baju ganti dan pakaian dalam.
"Loh bi ini baju siapa?"
"Ini baju non!
Riyanti memeriksanya, ia melihat pakaian itu semua masih baru dan masih ada Lebelnya.
"Bi ini dari mana?"
"Tuan meminta bibi tadi malam memesan ini dari butik langganan keluarga tuan, ya jadi baru sampai pagi ini!" terang Bi Aminah membuat Riyanti bingung apa tujuan pak Janpilan memperlakukan dirinya seperti itu.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mampir dong kekarya author Yang lain dijamin seruloh
__ADS_1